Made Wiryana wrote:
> 
> 
> > Cita-cita saya adalah (kalau pulang ke Yogya nanti) adalah
> > membentuk semacam nukleus atau apalah namanya, yang
> > multifungsi: ajang untuk mencerdaskan mahasiswa, membekali
> > mereka dengan etika, sekaligus sebagai sarana mencari dana
> 
> Kalau saya "sudah mulai sekaragn" sebab kalau nungu pulang terlalu lama
> dan lagi nggak ketahuan...(tergantugn pembimbing).. beberapa hal yang saya
> ingin lakukna
> 
> - Open Source Campus Agreement (silahkan komentari draftnya di
>   http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made/my_project/LCA/
> 
OK, kapan-kapan kita bisa diskusikan hal ini.

> - Membentuk semacam komunitas yang berfungsi "meningkatkan awareness"
>   para mahasiswa dan alumni.  Kita rencananya melakuakn pertemuan
>   rutin, kontak dg pelaku TI, dsb.. (www.dvt.or.id, telah membantu
>   salah satu pertemuan di Depok, dan mungkin bisa secara rutint terjadi)
> 
Saya juga memikirkan ide ini. Masalahnya, di tempat saya (dan di
daerah
non-kota besar pd umumnya), tidak ada sparring partner dengan
pihak
luar universitas. Nggak ada industri TI. 
Saya berpikir untuk memanfaatkan Internet sbg. media kolaborasi,
tapi attitude untuk berkolaborasi secara virtual dari warga
universitas 
sendiri rata-rata masih rendah.
Makanya saya mau mulai dulu dari yg kasat mata dulu, yg. ada
kontak-
kontak fisik dulu. Misalnya, mengefektifkan LUG.

> - Mencoba "mendorong" pengembangan Open Source dengan suatu pola
>   dukunga dana bersama.  (kalau anda member UGM-CLUB mungkin pernah
>   "kecipratan" email saya soal Rp 110.000.000,-
> 
Unfortunately saya bukan member, jadi enggak tahu soal email tsb.
Anyway, saya setuju dengan pendapat di atas. Tapi kembali ke 
permasalahan kurangnya sumber dana yg bisa diajak kerja sama
(bagi Jakarta, Sby, dsb. mungkin ini bukan jadi masalah).
Industri yg ada di Yogya dan Jateng kebanyakan adalah industri
kecil dan menengah, dan bukan dari bidang TI.
Makanya yg ideal adalah melakukan quantum leap, langsung
menerobos
virtual world via Internet...

> > mereka lulus, harus cari dari awal lagi...
> > Tapi sekali nukleus ini berkembang di lingkungan universitas,
> > saya optimis akan tahap selanjutnya.
> 
> Salah satu syarat agar kegiatan seperti ini dapat berlangsung secara
> kontinyu adalah tersedianya dana untuk menghidupinya.  Sehingga dapat
> dilakukan secara profesional. (mirip-mirip Software Forumnya Sil Val).
> Artinya harus dilakukan secara "profitabel" sehingga kelangsungannya tidak
> saja bergantung pada usaha "volounteer".  Justru ini yang "berat"...
> takutnya kalau hanya bergantung dari "rasa volounteer", ketika si
> personal, telah hilang "semangatnya" sulti dicari penggantingya
> (kaderisasai menjadi hal yang sulit).
> 
Betul bahwa profesionalisme berkait dengan dana. Nukleus yg saya
maksudkan di atas diharapkan bisa di-"institutionalised" di
lingkungan universitas, misalnya dalam bentuk Pusat Studi.
Saya berharap, dengan institusionalisasi ini kita bisa menanamkan 
budaya institusional yg. baik, yang mendukung model bisnis dari 
nukleus ybs. Gambaran idealnya, pusat studi ini mengarah ke:

- riset: pengembangan teknik dan sistem informatika
- pendidikan mahasiswa dan masyarakat
- berpartisipasi dlm. komunitas pemrogram open source
- self-sufficient dalam dana dan fasilitas, melalui bisnis yg
  berorientasi open source

Jika ini bisa berjalan, saya rasa kaderisasi bukan masalah lagi.
Justru godaan materialnya yg besar. Kalau bisa meraup dana
banyak, staf-stafnya bisa-bisa lupa pada ideologi untuk tidak
membisniskan pendidikan...

Untuk menuju ke sana, jalannya masih panjang. Untuk itu meminjam
"kekuatan" universitas akan sangat membantu. Paling tidak modal
peralatan dan SDM enggak usah cari-cari lagi. Tapi untuk
meyakinkan
universitas juga tidak mudah, spt. pengalaman mas Made.
Makanya approach saya adalah mulai dari lingkungan yg bisa saya
jangkau, misalnya dari lab. di jurusan.

Lukito

----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke