On Tue, 11 Jan 2000, Lukito E. Nugroho wrote:
> Hmm...kayak memberantas budaya KKN saja. Mungkin perlu waktu satu
> generasi untuk bisa menyadarkan (atau lebih ??)
Ha.h.a.ha.ha. kayak hard disk aja... perlu diformat ulang...8-)
> Kalau sudah terlanjur 'tercetak' gitu ya memang susah.
> Mungkin perlu model lain untuk menyampaikan pesan kita.
Saya tetap berusaha menyampaikan rencananya di Berlin nanti sekitar awal
Maret saya akan menyampaikan "paper", di depan rekan-rekan karya
siswa/mahasiswa, dan juga staf.. Saya coba "ketuk hati nurani mereka".
Memang via pendidikan adalah salah satu jalur yang saya pilih (seperti via
guru-guru SMK yang tahun lalu saya lakukan).
> Cita-cita saya adalah (kalau pulang ke Yogya nanti) adalah
> membentuk semacam nukleus atau apalah namanya, yang
> multifungsi: ajang untuk mencerdaskan mahasiswa, membekali
> mereka dengan etika, sekaligus sebagai sarana mencari dana
Kalau saya "sudah mulai sekaragn" sebab kalau nungu pulang terlalu lama
dan lagi nggak ketahuan...(tergantugn pembimbing).. beberapa hal yang saya
ingin lakukna
- Open Source Campus Agreement (silahkan komentari draftnya di
http://nakula.rvs.uni-bielefeld.de/made/my_project/LCA/
- Membentuk semacam komunitas yang berfungsi "meningkatkan awareness"
para mahasiswa dan alumni. Kita rencananya melakuakn pertemuan
rutin, kontak dg pelaku TI, dsb.. (www.dvt.or.id, telah membantu
salah satu pertemuan di Depok, dan mungkin bisa secara rutint terjadi)
- Mencoba "mendorong" pengembangan Open Source dengan suatu pola
dukunga dana bersama. (kalau anda member UGM-CLUB mungkin pernah
"kecipratan" email saya soal Rp 110.000.000,-
> mereka lulus, harus cari dari awal lagi...
> Tapi sekali nukleus ini berkembang di lingkungan universitas,
> saya optimis akan tahap selanjutnya.
Salah satu syarat agar kegiatan seperti ini dapat berlangsung secara
kontinyu adalah tersedianya dana untuk menghidupinya. Sehingga dapat
dilakukan secara profesional. (mirip-mirip Software Forumnya Sil Val).
Artinya harus dilakukan secara "profitabel" sehingga kelangsungannya tidak
saja bergantung pada usaha "volounteer". Justru ini yang "berat"...
takutnya kalau hanya bergantung dari "rasa volounteer", ketika si
personal, telah hilang "semangatnya" sulti dicari penggantingya
(kaderisasai menjadi hal yang sulit).
> Yang saya tahu, YLKI di Yogya masih sibuk dengan hal-hal spt.
> produk yg.
> kedaluarsa, janji-janji produsen yg tidak ditepati, dll...
>
He.h.e. janji-janji produsen software termasuk yang "aman" dari kejaran
YLKI he..ha.ha.hh.a
IMW
----------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]