Setuju mas Made dan Mas Saint, saya juga lebih cenderung melihat KPLI sebagai komunitas tanpa dibarengi dengan birokrasi yang bikin pusing.
Tetapi saya juga masih bingung bagaimana jika ada sekelompok orang ingin membuat sertifikasi linux lokal... ya.. sebut saja dari KPLI ?jakarta? prosedur apa yang harus dilakukan. Kemarin saya juga sempet bicara bagaimana jika YLI ini berdiri tanpa KPLI untuk memberikan KPLI porsi tetap untuk bersikap netral dan komunitas gotong royong. (silahkan beri komentar buat yang lain apakah hal ini dapat dilakukan?) thx ----- Original Message ----- From: "Made Wiryana" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Tuesday, April 16, 2002 7:16 PM Subject: Re: [aktivis] Gagasan lain seputar Yayasan Linux Indonesia > On Tue, 16 Apr 2002, Dicky 'Mas Saint' wrote: > > > Buatlah ide2 itu "dari, oleh dan untuk" seluruh "mahluk" di dunia ini > > yang merasa dirinya pengagum OS "penguin" ini ... > > > > Harapan saya .... Linux fans kembali marak dan ramai lagi seperti dulu > > kala ... dan setiap orang yg ber-Linux bisa merasa bangga bisa menjadi > > bagian dari kegiatan2 KPLI pada umumnya :D > > Saya pribadi berharap (dan selalu berharap) mekanisme Masyarakat Digital > Gotong Royong (MDGR) bisa tetap berjalan, dan selalu berjalan dalam > komunitas Linux. > > Otoritas dan entitas tunggal, kurang cocok untuk komunitas Linux. > > IMW > > > -- > Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] > Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3 -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

