[EMAIL PROTECTED] wrote: > Sejak awal maksud saya adalah demikian: > 1. KPLI ada dimana mana. > 2. KPLI yang tersebar itu hampir mempunyai permasalahan yang sama. > 3. Salah satu permasalahanya adalah dokumentasi > Nah kalau ini dikerjakan terlalu desentralisasi, maka biayanya akan sangat > membengkak. > Di sini (sejak awal) saya tawarkan, daripada fotokopi sendiri-sendiri > dimasing-masing KPLI. mengapa tidak di satukan kebutuhan itu. Dan > dikerjakan menjadi lebih baik. Dan bila jumlahnya banyak. Akan sangat > mungkin biayanya lebih murah dari pada fotokopi. Dengan kualitas cetakan, > kover bagus (ful color) dan berbentuk buku.
Berarti bukan membuat buku baru tetapi mencetak dan mendistribusikan buku-buku dan dokumentasi yang Open Content? > > Nah.. kalau masalah dana. mungkin bisa dikelola KPLI. Dan dari daerah yang > mempunyai kebutuhan akan dokumentasi yang sama di kumpulkan di pusat. Yang mana yang daerah, yang mana yang pusat? ;) > setelah proses selesai yang mendistribusikan kembali KPLI. > Ini bisa menjadi jalur distribusi buku alternatif. Mengingat KPLI tersebar > dimana-mana dan dikenal cukup militan. > Apakah semua KPLI aktif? > Tapi bila usul saya ini dianggap berpotensi "bermasalah" saya mohon maaf. > Saya hanya menyayangkan kekurangbersatuan KPLI dalam mendistribusikan > kebutuhan. > Mas Ahmad, silahkan mengkaji kata "bermasalah" dari berbagai sisi, termasuk dari sudut pandang penerbit dengan melihat kondisi sebenarnya yang ada di lapangan (berapa KPLI yang aktif, mungkinkah "mendistribusikan kebutuhan"?, dll). Saya mungkin saja tidak begitu jelas dengan konsep yang ditawarkan mas Ahmad, tetapi silahkan langsung dicoba saja dengan menerbitkan satu buku dulu untuk percobaan. Mulai dari awal sampai akhir, sesuai dengan prosedur yang dikehendaki Mas Ahmad. -- bpdp -- Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED] Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3

