arief# wrote:
>> > >The thing is, when I looked at glibc-doc two years ago (or was it last >year?), klausul itu nggak menyebutkan Indonesia lho. > >Terus, sepengetahuan saya, kalo Windows/Solaris kan, lisensi >kriptografi/enkripsi kan sudah termasuk dalam bundle paket mereka >(begitu juga lisensi untuk sekian macam patent). It's included in what >we paid for them. Begitu gak? > >Kalo Free Software, nah, siapa yang menjamin legalitas hukum ini? Kalo kita ngomonging masalah nonton dvd, itu mungkin benar..... jadi kita nonton dvd dengan PowerDVD itu sudah pasti tidak melanggar hukum karena PowerDVD itu sudah membayar royalti ke badan dvd dunia ( semacam itulah ), linux kurang beruntung.... tidak ada yang mau membayar royalti, jadilah projek mplayer.... jadi kalau kita nonton dvd lewat mplayer itu.... ad kemungkinan melanggar hukum... entah hukum apa itu? seperti kasus mp3 di Fedora yang dicabut itulah.... mp3 di sini kan tidak bermasalah..... http://www.linuxquestions.org/questions/answers.php?action=viewarticle&artid=28 Nah enkripsi itu kan tergantung negara jadi bukan tergantung paket2an seperti itu.... kebetulan di indonesia enkripsi itu "bebas" jadi no problem... enkripsi juga bukan sesesuatu yang bisa diperjual belikan.... > >Gimana nih? Udah ada belum upaya hukum dari kita? Bukan cuma masalah >enkripsi/kriptografi, tapi juga mungkin memberikan landasan buat GPL, >ataupun lisensi-lisensi semacamnya. > >Enlightments please. > > >Salam hangat. >-arief > -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis.php

