Hm ... tidak tahu juga ya, apa ini benar seperti itu. Mungkin sampean sebagai penerbit merasakan lebih dari saya sebagai pembaca. Kalau ke toko buku, sebetulnya saya tambah senang, banyak sekali buku Linux sudah mulai ditulis. Selama ini apa yang saya cari boleh dikatakan ada di toko buku (maksudnya buku Linux, atau software yang berjalan di Linux).
Bila sampean mengatakan 'hal' ini sebagai fakta, wah saya jadi pikir-pikir juga. Karena sedang asyik-asyiknya menulis buku simulasi sistem kontrol dan "menempel" di Linux. Tapi, ok lah, terima kasih dengan pendapatnya, saya rasa saya jalan terus saja ... disamping itu menulis untuk mengejar 'cum' ... :) Bagaimana kalau model-nya open source Bruce Perens ? Salam ++ pit ++ On Wednesday 01 March 2006 09:47, edi s. mulyanta wrote: > Ini hanya hasil saya keliling toko buku di Indonesia selama 2005, > mungkin dapat menjadi masukan bagi temen-temen. > Buku Linux, tidak laku untuk dijual dan termasuk "Slow Moving", sehingga > buku-buku tema Linux akan di "singkirkan" dari rak-rak toko buku yang > semakin sesak saja. > Saya sudah gembar-gembor tentang penulisan buku Linux semenjak 2 tahun > yll. Kalau di hadapkan pada fakta tsb, menjadi semakin berat saja untuk > mengangkat tema Linux ke jenjang penulisan buku. Atau mungkin Linux > nggak cocok untuk ditulis via media buku ya.. :-( > > > Salam Hormat -- Dr. Ir. Prianggada Indra Tanaya, MME. Faculty of Engineering Campus German Center Swiss German University Bumi Serpong Damai 15321, Island of Java Indonesia - mailto: [EMAIL PROTECTED] (private) - -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

