Menurut saya media buku sudah cukup tepat.
Saya punya beberapa koleksi buku linux dan menurut saya cukup bagus karena
banyak membantu. Lagi pula baca buku lebih enjoy dari pada baca ebook/baca
komputer. Yang jadi masalah saya dengan Linux adalah:
1. Harga bukunya terlalu mahal.
2. Pembahasannya di buku2 linux rata-rata hampir sama (jangan2 sumbernya
sama ya:)
3. Kurangnya dukungan Linux terhadap driver-driver untuk hardware keluaran
lama. Contoh web cam saya tidak bisa berfungsi di linux dan modem saya tidak
bisa online kalau pake linux. (ini onlinenya pake windows)
4. Distronya banyak amat. sampai2 saya jadi seperti org tidak waras (dalam 1
komputer terinstall 2 distro linux dan 1 ms windows. sebelumnya bahkan 4
distro linux dlm 1 komputer).

Eh kenapa yah banyak distro yang bermunculan? Kenapa tidak rame2 membangung
1 distro aja? Masing2 mau buat distronya sendiri sampai2 banyak distro
tetapi isinya cuma itu2 aja.

Saran saya bagaimana kalau pembuat distro2 dari Indonesia bersatu membuat
dan mengembangkan 1 distro aja. rame2 kerja sama tingkatan 1 distro,
perbanyak dukungan driver hardwarenya (ini yang penting). untuk softwarenya
pilih yang sudah besar seperti OpenOffice, Gimp, Blender, dan lain2nya.
Itupun kalau mau bersatu. Tapi kalau masing2 mau jalan sendiri2 dan unjuk
gigi sendiri2 ya lama2 bubar deh semagat linuxnya.

Ingat bersatu kita teguh, sendiri2 kita bebas tak ter-arah.




----- Original Message ----- From: "Beast" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[email protected]>
Sent: Saturday, March 04, 2006 9:55 AM
Subject: Re: [linux-aktivis] Media Buku tidak tepat utk memasyarakatkan
Linux ?


Prihantoosa wrote:
Waktu itu memang rada nekat (sambil menerawang
nostalgia :) ),
kami (was NCS) baik penerbit maupun Sofyan sebagai
penulis. Semangat nya yang palin kuat adalah ada
kepercayaan tersendiri bahwa kita tidak akan rugi
kalau berbagi ilmu secara tulus, dan ternyata
subhanallah.

Ada bukti walaupun ada internet, Buku tetap memiliki
ke-khas-an nya sendiri.

Sampai saat ini saya masih percaya bahwa buku Linux
tetap akan mendapat tempat dimasyarakat baca indonesia
demikian pula dimata pebisnis penerbitan.

Mau buktinya .... ?
Ayo kita buktikan sama-sama dengan membuat buku Linux
& segala sesuatu yang terkait dengannya. Kalau bagus ... insyaALLAH laku.

Untuk yang bilang "gak suka baca buku berbahasa
indonesia" .... hmmm sedih juga ya walaupun ini
kenyataan.


Saya pikir bukan krn bahasa-nya, tapi krn isinya.
Justru buku berbahasa indonesia segmen marketnya lebih besar dibandingkan
yg berbahasa asing.

Tapi memang peminat buku linux itu kecil, krn memang marketnya juga kecil.

Siapa yg suka* linux? jawabnya adalah 'geeks' saja (IT admin, hacker, dan
sebagian mahasiswa yg terpaksa (krn tugas kuliah, ta dll), admin warnet
dll)

Dari jumlah diatas masih dikurangi level mid-expert yg lebih suka cari
dokumentasi diinternet atau beli buku asing (baik bajakan ataupun ebooks
:)

Jadi memang kecil bukan?

note: suka bukan berarti pemakai. seorang pemakai blm tentu suka
(contohnya user-2 di kantor saya :). dan kalau sudah tdk suka (baca tdk
peduli) jgn harap akan beli buku linux :)


--

--beast
sum.ldap.or.id/blog


--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis




--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke