On Tue, 2006-06-20 at 22:01 +0700, adi wrote: > On Tue, Jun 20, 2006 at 02:56:46PM +0700, Arie Reynaldi Z wrote: > > Kalau semua free.. lalu cari duitnya darimana pak ? Apa jual jasa ? > > Jasa doang, mana bisa idup :-) > > sebenarnya (serius, ini cuman sebenarnya lho ya .. ), gara-gara konsep > freesoftware ini blm memiliki pendukung yang signifikan, kita-kita ini > kebagian getahnya jadi (lebih) susah cari duit he..he.. >
Pingin nimbrung... Mengenai cari duit, saya jadi inget ketika Mark Shuttleworth datang ke Indonesia beberapa bulan lalu. Salah satu pertanyaan peserta juga sama, bagaimana dapet duit kalo kita ngesihnya free melulu. Apalagi kita tahu bahwa Mark Shuttleworth sudah mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk proyek Ubuntu ini, namun Mark Shuttleworth mantap bahwa uangnya akan kembali, plus ditambah keuntungan. Karena, Mark Shuttleworth yakin dengan business plan dan dia berpikir untuk masa depan. Kalo, berpikir untuk langsung dapat duit sih... good luck! Saya sendiri kagum dengan gerakan Mark Shuttleworth. Dia memberikan Ubuntu secara free kepada siapa saja. Untungnya Ubuntu ternyata bagus dan support repository juga lengkap di Internet. Ini sebagai pembuktian bahwa produknya bisa diandalkan dan sekaligus gerakan ini digunakan sebagai iklan oleh Mark Shuttleworth, sehingga nama Ubuntu bisa terkenal seperti saat ini. Dan hasilnya, mulai bermunculan perusahaan-perusahaan besar yang ingin menggunakan Ubuntu, contohnya seperti Google sendiri. Di sinilah Ubuntu bisa memperoleh pemasukan yang tentu tidak sedikit. Nah, bagaimana di Indonesia? Tentu tidak hanya mempersoalkan definisi Free Software dan Open Source kan? :) Salam, Wiryadi -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

