On Wed, Jun 21, 2006 at 09:01:00AM +0700, wiryadi wrote: > Nah, bagaimana di Indonesia? Tentu tidak hanya mempersoalkan definisi > Free Software dan Open Source kan? :)
singkatnya, katakan free software kalau itu berlisensi GPL. hindari penggunaaan kata-2 open source yang abusif, seperti misalnya bilang bahwa linux (kernel) itu opensource. gampang bukan? :-) btw, sebenarnya penegasan/penjelasan definisi free software vs open source ini tidak hanya di Indonesia saja. jadi, jangan pernah minder jadi orang Indonesia. coba ikuti milis-milis linux dari negara-negara lain. rata-rata problemnya sama. ini dilakukan orang bbrp kali. (bahkan di milis linux-kernel). bisa membayangkan tidak, kira-kira 'aktivis' seperti apa yang berdemo dan merobohkan pagar gedung DPR/MPR. kalau maksudnya saja tidak bisa dipahami, bagaimana menjadi 'linux-aktivis'. kalau kita tertarik dengan diskusi teknis, ada tanya-jawab, kalau ada yang tertarik dengan lowongan kerja, ada linux-jobs, kalau ada yang tertarik jualan ada linux-bursa, kalau ada yang tertarik dengan makelar kambing, ada linux-makelar, kalau ada yang tertarik dengan instalasi postfix di linux, ada linux-asfix, kalau ada yang tertarik dengan proyek paling akbar tentang igos, ada linux-igos. kalau ada yang sakit hati gara-gara merasa ditinggal sama igos, ada linux-mrongos .. hi..hi.. j/k Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

