maap nyelonong nih! wah.. dari masalah "kompor" sampe jadi "kompor meuleudug" :D hehehe...
menurut saya pribadi, dalam keadaan tanah air tercinta yang sedemikian rupa sehingga hancur berantakan begini, ada beberapa hal yg saya rasa lebih tinggi prioritasnya untuk diselesaikan dibanding dgn masalah yg dibicarakan diatas: 1. Nggak perlulah.. ngributin masalah kata-kata free software / opensource. NGGAK PERLU disini bukan berarti benar-benar TIDAK PERLU. Saya sangat peduli dengan apa yg bapak-bapak dan abang-abang senior sekalian diskusikan. Nggak perlu disini dlm artian, saatnya belum pas (tepat)? Sebab, menurut saya yang paling penting saat ini adalah bagaimana caranya untuk "merehabilitasi" saudara-saudara sebangsa dan setanah air kita yg TERTIPU dan KECANDUAN "NARKOBA"(*1) bahkan TERJEBAK dalam MONOPOLI oleh "evil corporation"(*2)!! 2. Sudah sampai mana usaha kita semua untuk membentengi / melindungi saudara-saudara kita lainnya yg masih "lugu" agar tidak sampai TERTIPU, KECANDUAN lalu akhirnya sampai TERJEBAK dalam MONOPOLI! (na'udzubillahiminzalik!) Saya yakin, Kalian orang2 hebat, mohon jangan sampai hebat untuk diri sendiri. sebaik-baiknya orang adalah orang yg paling banyak manfaatnya bagi orang banyak. Kami (terutama saya), adalah para korban "pemerkosaan" atas ilmu pengetahuan. bagi kami saat ini, istilah bukanlah hal yg terlalu penting. kami hanya ingin hak atas ilmu pengetahuan yg Tuhan anugerahkan kepada seluruh makhluk menjadi bebas. CMIIW salam, [pinguin_meriang] -=-==-=-=--=-=- *1 istilah narkoba ini saya rasa tepat untuk menggambarkan sebuah ketergantungan yang sangat sulit untuk diobati. *2. kenapa evil corporation (entah istilah ini dapet dari forumman)? yah.. emang isinya udah kaya lingkaran setan! evil corporation disini bukan merujuk ke satu "bandar" saja. namun, harus diakui berapa banyaknya pun mereka, ujung2nya satu! On 6/19/06, adi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
On Tue, Jun 20, 2006 at 05:54:43PM +0700, fade2blac wrote: > Loh salah satu upaya mengganti istilah opensource dengan software > bebas/freesoftware adalah upaya untuk mendudukkan istilah sebagaimana > mestinya. Istilah dan wording buat saya sama pentingnya. Meskipun kadang > terjebak dalam jargon, tapi dengan memulai menggunakan kata yang benar, > diharapkan dapat memberikan penafsiran yang sama bagi pembacanya. loh, lah iyo :-) maksud saya kan gitu. bukan soal mau 'takut sendirian' atau tidak. itu sih perlu dikembalikan ke masing-masing saja :-) > > kompromi itu penggembosan, sadar/tidak, suka atau tidak suka. misalnya > > soal binary only driver, bukan hanya linux saja yang refots, bahkan > > pengelola dragonflybsd pun mengeluh. sementara, vendor 'malas' mengelola > > drivernya untuk selalu uptodate, dan menyerahkan support pada komunitas. > > Kan biaya R&D hardware mahal. Komunitasnya yg nggak tahu terima kasih, > sudah dikasih drivernya, meskipun binary, masih aja nyalahin :-)) jadi, buka saja source-nya toh ... itu kan yang diminta sama matt (dragonflybsd). biar kalau ndak sempat jangan merepotkan orang lain. apalagi di-GPL-kan, sekaligus anti freeloader (kalau ini sulit he..he..). > Tentang ini, menurut saya karena user basenya belum besar, sehingga > tidak masuk hitungan bagi vendor untuk terus up to date. makanya, ayo mulai mempromosikan freesoftware :-) kalau kompromi terus, nanti digembosi seperti reformasi. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
-- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

