2008/2/27 Eddy Setyawan <[EMAIL PROTECTED]>:
> Saya sangat setuju dengan pendapat bapak berdua,
>  waktu dulu saya masih kuliah pernah juga mengusulkan penggunaan
>  sofware FOSS di Laboratorium (kebetulan saat itu masih menjabat di
>  lab) tapi terbentur kesana sini
>
>  problem pertama tidak mudah memindahkan kurikulum lama menjadi yang
>  baru karena butuh persiapan yang matang terutama persipan module2
>  praktikum
>
>  kedua dari sisi university banyak pendapat bahwa penggunaan FOSS tidak
>  bisa diterapkan didunia kerja (walaupun ada pasarnya sangat sempit)

Ini dia yang saya maksud, orientasinya pasar bukan ilmunya sendiri,
ini adalah pertanda benar dugaan saya bahwa lembaga akademis kita
memang institusi bisnis, saya sebenarnya tidak melarang lembaga
pendidikan akademis berbisnis tapi proporsionallah, jangan justru yang
dominan bisnisnya. Kesannya mahasiwa itu semacam produk yang harus di
keluarkan secara besar-besaran(karena makin besar makin
menguntungkan), cash flow tergantung keluar masuknya mahasiswa dari
kampus. Makin cepat keluar makin baik karena yang masuk baru dengan
bayaran lebih tinggi sudah banyak menunggu. Cari ajah solusi yang
praktis, mo ngerti ke ga ke, yang penting sudah diajarkan, meskipun
teori.

Kalo memang begitu pakailah produk-produk untuk institusi bisnis,
bayar harganya lalu rubah namanya jadi Fakultas Ilmu Personal/Pengguna
Computer. Menurut saya lebih jelas demikian. Dan kalo kasusnya begini
sampe "Botak Sariawan" juga GNU/Linux tidak akan pernah kita liat di
ruang2 praktikum informatika kita:-(.

>  contoh: development pakai gcc tapi masih harus pilih2 GUI toolkitnya,
>  kemudian IDE nya kesannya kurang praktis, padahal itu yang diperlukan
>  di pendidikan ketidak praktisan betul ga ? tapi terkadang perangkat
>  university punya pemikiran yang berbeda, pengennya praktis aja pakai
>  Delphi, Visual C++ atau yang lagi ngetrend .Net
>
>  ngomong2 masalah mindah materi module praktikum sebenarnya males juga
>  sich waktu jadi penjaga Lab hehehe :), untung sekarang udah tidak
>  terlibat di lab lagi :D
>
>  regards,
>  Eddy Setyawan
>
>
>
>
>  On 2/26/08, Ikhlasul Amal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>  > 2008/2/26 Resza Ciptadi <[EMAIL PROTECTED]>:
>  >  >
>  >  >  He2.., karena disruh terus mari kita teruskan.
>  >  >  pertama2 kita definisikan konteks yang saya maksud akademis disini
>  >  >  adalah Fakultas Ilmu Komputer khususnya jurusan Informatikanya, jadi
>  >  >  mungkin tidak pas dengan kondisi Fakultas lain.
>  >
>  >  Jika demikian, perlu juga dibedakan antara kurikulum yang berlaku
>  >  nasional (misalnya ditetapkan oleh Diknas) dan yang dipilih oleh
>  >  perguruan tinggi tersebut. Siapa tahu memang ada perbedaan di antara
>  >  keduanya sehingga kita tidak menyamaratakan.
>  >
>  >  >  GNU/Linux lahir di lingkunagan FOSS sendiri merupakan kultur akademis.
>  >  >  Maka yang menjadi keritik saya sepertinya GNU/Linux seperti tamu tak
>  >  >  diundang di rumah sendiri, ini lah yang membuat saya heran. Kenapa
>  >  >  harus GNU/Linux+distribusinya yang harus di pakai? Karena di
>  >  >  informatika banyak sekali mata kuliah yang lebih jelas bila memakai
>  >  >  GNU/Linux+aplikasinya dibanding over Window$, meski mungkin
>  >  >  window$+aplikasinya perlu diberikan, tapi dalam koposisi yang lebih
>  >  >  kecil(mungkin di jalankan diatas emulator bila perlu).
>  >
>  >  Setuju dan praktis memang demikian:
>  >  * sistem operasi belajar menggunakan Minix;
>  >  * teori kompilasi menggunakan yacc, kompilator yang dibuka kode sumbernya;
>  >
>  >  (itu pengalaman di tahun 1990, sebelum perangkat lunak bebas marak)
>  >
>  >  >  Dulu teman2 saya
>  >  >  selalu mengeluh buat apa Kalkulus dipake kerja juga ngak, susahnya
>  >  >  bukan maen. Dosen kalkulus secara diplomatis menjawab, "Saya juga
>  >  >  males ngajar kalian anak IT (kebetulan dosennya dari MIPA), TAPI ini
>  >  >  penting untuk melatih pola pikir kalian". Nah alasan yang sama yang
>  >  >  membuat saya berpendapat GNU/Linux harus mendapatkan tempat lebih luas
>  >  >  di informatika, karena kampus punya otoritas untuk MEWAJIBKAN, kalo
>  >  >  dianggap susah ya memang pada tempatnya kalo mo gampang pilih jurasan
>  >  >  atau fakultas lain(meskipun saya juga dapet statistik saya lihat anak
>  >  >  matematik bahanya lebih susah lagi dari saya untuk statistik), pilihan
>  >  >  banyak kok kenapa harus ambil Informatika?
>  >
>  >  Seharusnya pak/bu dosen kalkulus tidak perlu menyebut malas mengajari
>  >  anak didiknya, berkesan kurang baik. :(
>  >
>  >  Perlu dipastikan dulu tentang alasan susah tersebut, boleh jadi bukan
>  >  di situ intinya. Perlu pendekatan kalau kata Bung Harry. :-)
>  >
>  >  Yang perlu diingat juga, ada beberapa perguruan tinggi yang memang
>  >  berfasilitas sangat minim (malah boleh dikata tak layak --maaf),
>  >  sehingga mata kuliah yang diajarkan benar-benar seperti teori melulu,
>  >  jadi boro-boro sampai memikirkan menyediakan lab. Linux misalnya. Yang
>  >  seperti ini memang landasan di bawahnya belum siap kalau menurut saya,
>  >  jadi "informatika" diperah semata-mata karena sedang laris. Sedih
>  >  memang, jurusan apapun jika keadaannya seperti itu ya jauh dari target
>  >  ideal pendidikan.
>  >
>  >  >  Mungkin kalau ada penyataan tidak ah Informatika kita tidak nunut
>  >  >  Window$/dos, mungkin coba kita lihat ruang-ruang praktek kita, apa
>  >  >  sistem operasi yang di pakai? apa compiler yang dipakai untuk
>  >  >  algoritma, apakah Borland Turbo C/Turbo Pascal atau GCC/Java?. Satu
>  >
>  >  Sekali lagi, di tahun 1990 sudah seperti harapan di atas. Turbo
>  >  Pascal, Turbo C/C++, Turbo Vision, dkk. adalah sekian kompilator yang
>  >  populer di kelas informatika. Waktu itu perangkat lunak bebas memang
>  >  belum populer. MFC yang merupakan singkatan dari Microsoft Foundation
>  >  Class (di produk C++ mereka) diplesetkan menjadi Microsoft Fans Club
>  >  dan muncul tandingannya, LAM: Liga Anti Microsoft.
>  >
>  >  Memang ada perkembangan yang menyedihkan: karena perguruan tinggi
>  >  sulit memelihara "mainframe" dan komputer mini, akhirnya diganti
>  >  dengan PC, sehingga menjadi terkesan komputer = PC dan kita tahu
>  >  hegemoni Microsoft di dunia PC. Namun menurut saya dengan perkembangan
>  >  Linux saat ini dan adanya koneksi Internet, ada keseimbangan baru.
>  >
>  >  Tentu tidak semua sekolah informatika seperti gambaran saya di atas,
>  >  atau... memang "kelangkaan" yang saya alami? Mudah-mudahan tidak. :)
>  >
>  >  >  Lagi, yang disampaikan asfik benar adanya(100% teori pada mata kuliah
>  >  >  OS), terus terang ini sangat membosankan dan membuat para peserta
>  >  >  didik dapet C :-P. Andai OS pake link yang ditunjuk asfik(kalo ga
>  >  >  salah pake linux 0.01), andai saja teori bahasa dan automata dan
>  >  >  teknik kompilasi memakai yacc/bison dengan php1 sebagai contoh
>  >  >  kasusnya mungkin tidak begitu membosankan, karena motivasi peserta
>  >  >  didik biasanya akan terangkat bila mengetau bagaimana pemakaian sebuah
>  >  >  konsep, ini informatika pa yang segala sesuatunya bisa langsung
>  >  >  dipraktikan karena peserta didik biasanya punya di kos/rumah masing2.
>  >
>  >  Nanti dulu... kuliah sistem operasi (apalagi hingga masuk ke kernel
>  >  dalam Minix) memang tidak mudah. Minix memang membantu, namun perlu
>  >  diingat juga staf pengajar yang kompeten di bidang ini sangat langka.
>  >  Teori bahasa dan pengembangan kompilator juga termasuk mata kuliah
>  >  "abstrak" yang kita kekurangan pakar di sana. Lahan kering, menurut
>  >  saya. Katakanlah yang sesama berbasis matematika pun, analisis numerik
>  >  lebih praktis dibanding tiga mata kuliah di atas.
>  >
>  >  Jadi perlu diperjelas dulu: apakah staf pengajar mata kuliah di atas
>  >  sudah siap dengan materi praktikum? Jika sudah, pilihan alat bantu
>  >  memang yang di atas, tidak ada yang lain. :)
>  >
>  >
>  >  --
>  >  amal
>  >
>  >  --
>  >  Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
>  >  Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
>  >
>  >
>
>  --
>  Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
>  Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
>
>



-- 
Resza

http://jakarta.linux.or.id
http://www.bonekatux.com

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke