Sorry temanya jadi meluas nich, bukan hanya cara kencan sama cewek, tetapi
juga cara bergaul dengan teman-teman.

cut...
>
>Itu kan jadi gimana niat kamu.
>Bisa:
>1. Want to impress her/him
>2. Want to have a good time
...cut...
>Itu berarti kamu punya niat nomor 1, yaitu impress someone else, namun 
>sayangnya tidak memperhatikan "teritori" kamu sendiri.

Betul! Saya memang punya niat no.1 untuk beberapa kasus.

>Susah ya kalo niatnya itu hanya untuk impress, bukannya untuk have a good 
>time. Bukan berarti tidak mungkin kedua-duanya sekaligus (nontonlah The 
>Thomas Crown Affair untuk mengerti tentang hal ini, hehe), tapi lebih baik 
>kamu mengutamakan niat yang nomor 2. Akan lebih mudah have a good time di 
>tempat yang kita sudah confident, ketimbang ke tempat yang belum begitu 
>dikenal, malah nanti jadi grogi.
Terus terang, saya tidak terbiasa makan-makan di luar. Orang tua saya bukan
dari keluarga berada, sehingga saya dari kecil dididik untuk belajar
menghemat sebisa mungkin, dan jajan di luar itu adalah pemborosan, makanya
setelah saya mengenal dunia luar, saya sudah ketinggalan jauh dengan
teman-teman yang lain yang berasal dari keluarga berada, tidak mengherankan
kalau mereka sangat familiar dengan tempat2 yang istimewa dan mahal-mahal.
Dan (maaf) kadang-kadang mereka mengucilkan orang-orang yang tidak
"berpengetahuan" seperti mereka.

>Dari mail loe sebelumnya loe juga bingung soal bukain pintu mobil buat cewe 
>etc., yang IMHO itu sebenarnya merupakan etika yang normal, mau kencan atau 
>tidak, biasanya cowo itu membukakan pintu buat cewe. Kecuali kalo cewe-nya 
>nggak suka diperlakukan seperti itu, biasanya mereka menolak dibantu, hehe. 
>Well anyway, mungkin ada bagusnya loe baca2 majalah cewe atau cerita2 
>romantis, dari situ loe bisa ambil kebiasaan2 yang memang sudah seharusnya 
>(kecuali kissing kali ya, masih jarang yang kiss in public di sini).

Betul saya bingung, karena persepsi saya dulu berbeda dengan sekarang.
Kalau dulu saya enggak kalau ngobrol sama cewek, saya punya persepsi orang
pacaran itu jelek, jangankan pacaran, ngorbol sama cewek ajach saya enggan.
Entah dari mana, tapi saya merasa begitu, otomatis, saya males melakukan
hubungan dengan lawan jenis. Saya jarang memperhatikan, karenanya dulu saya
GR-an.

Tambah umur, saya mulai terbuka pikirannya, tapi saya banyak ketinggalan
bagaimana cara memperlakukan cewek, seperti membawa bunga, kalau dulu saya
melihat orang membawa bunga untuk cewek saya anggap lucu. Ternyata setelah
saya melihat bahwa itu merupakan kebiasaan umum, saya mulai berpikir,
jangan-jangan cara ini memang yg benar, dan konsep saya yang salah.

Pandangan saya....., (maaf) untuk orang-orang yang menengah ke atas,
hal-hal tesebut akan otomatis dimiliki secara alami, mengikuti cara orang
tua mereka. Tetapi bagi orang menegah ke bawah rasanya hal-hal tersebut
rasanya jarang orang yang tahu. Jangankan pergi ke kafe beli makanan yang
mahal, beli beras ajach udah pas-pasan, semacam itulah.
Sayangnya saya juga bukan berasal dari keluarga menengah ke atas, begitulah.

Saya tidak suka kalau ada orang yang merasa dirinya hebat karena bisa
"mempermainkan" orang yang belum tahu apa-apa. Padahal kenapa dia merasa
hebat? Hanya karena dia tahu hal tersebut lebih dulu? Dan kenapa dia tahu?
Karena dia mempunyai pengalaman? Kenapa bisa berpengalaman? Karena dia
punya uang lebih...
Kenapa saya tidak tahu? Karena saya belum berpengalaman. Kenapa saya belum
berpengalaman? Karena saya tdk punya cukup uang...
Dan mengapa saya harus banyak membuang uang untuk menjadi berpengalaman,
jika saya bisa mendapatkan "pengetahuan" itu dengan cara lain?

Anyway, thx buat sarannya, mungkin saya harus lebih sering membaca novel,
atau sinetron kali yach... he.he. :)


"I like logic thingking!" :) 
-!- logic thinker -!-

-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke