At 11:11 AM 11/24/99 +0700, Willy Marlian wrote:
>Sorry temanya jadi meluas nich, bukan hanya cara kencan sama cewek, tetapi
>juga cara bergaul dengan teman-teman.

Ganti topiknya dong.

> >1. Want to impress her/him
> >2. Want to have a good time
>
>Betul! Saya memang punya niat no.1 untuk beberapa kasus.

Niat nomor 1 itu untuk apa? Menambah teman, atau menambah kenalan?

>Terus terang, saya tidak terbiasa makan-makan di luar. Orang tua saya bukan
>dari keluarga berada, sehingga saya dari kecil dididik untuk belajar
>menghemat sebisa mungkin, dan jajan di luar itu adalah pemborosan, makanya
>setelah saya mengenal dunia luar, saya sudah ketinggalan jauh dengan
>teman-teman yang lain yang berasal dari keluarga berada, tidak mengherankan
>kalau mereka sangat familiar dengan tempat2 yang istimewa dan mahal-mahal.
>Dan (maaf) kadang-kadang mereka mengucilkan orang-orang yang tidak
>"berpengetahuan" seperti mereka.

Dari sini saja sudah ketahuan tuh kualitas orang2 yang ingin kamu 
"impress". IMHO, gue sih ogah membuat orang2 seperti itu impressed, biarkan 
mereka hidup di dunia mereka, jangan ganggu dunia gue. Amat selfish memang, 
tapi itu kan awalnya mereka duluan yang mengucilkan orang2 yang tidak 
seperti mereka.

>Betul saya bingung, karena persepsi saya dulu berbeda dengan sekarang.
>Kalau dulu saya enggak kalau ngobrol sama cewek, saya punya persepsi orang
>pacaran itu jelek, jangankan pacaran, ngorbol sama cewek ajach saya enggan.
>Entah dari mana, tapi saya merasa begitu, otomatis, saya males melakukan
>hubungan dengan lawan jenis. Saya jarang memperhatikan, karenanya dulu saya
>GR-an.

Don't worry, gue juga GR-an kok, 100% certified, hehe.

>Tambah umur, saya mulai terbuka pikirannya, tapi saya banyak ketinggalan
>bagaimana cara memperlakukan cewek, seperti membawa bunga, kalau dulu saya
>melihat orang membawa bunga untuk cewek saya anggap lucu. Ternyata setelah
>saya melihat bahwa itu merupakan kebiasaan umum, saya mulai berpikir,
>jangan-jangan cara ini memang yg benar, dan konsep saya yang salah.

Nanti dulu, ada yang agak salah nih. Gue sendiri nggak terbiasa tuh bawa 
bunga, hanya kecuali kalau gue memang benar2 serius mau mengekspresikan 
perasaan (caile).

>Pandangan saya....., (maaf) untuk orang-orang yang menengah ke atas,
>hal-hal tesebut akan otomatis dimiliki secara alami, mengikuti cara orang
>tua mereka. Tetapi bagi orang menegah ke bawah rasanya hal-hal tersebut

Not necessarily. Gue bisa dibilang nggak dekat ke ortu, dan gue banyak 
belajar dari membaca segala macam.

>rasanya jarang orang yang tahu. Jangankan pergi ke kafe beli makanan yang
>mahal, beli beras ajach udah pas-pasan, semacam itulah.
>Sayangnya saya juga bukan berasal dari keluarga menengah ke atas, begitulah.

Ya nggak pa-pa. Ini mungkin nggak nyambung, tapi pasti sering kan denger 
ada orang yang coba2 ngerokok hanya karena ingin diterima di kelompok 
orang2 yang keliatannya "macho"? Atau ada yang coba2 pakai putaw, ganja, 
heroin, hanya karena ingin gabung dengan kelompok orang yang "gaul"? Ini 
bisa sama aja, meski tidak berkonotasi negatif, tapi kita seperti melakukan 
sesuatu bukan karena kita mau, tapi karena orang lain.

NB: Soal rokok, sorry DES, gue cuma ambil contoh doang, hehe.

>Saya tidak suka kalau ada orang yang merasa dirinya hebat karena bisa
>"mempermainkan" orang yang belum tahu apa-apa. Padahal kenapa dia merasa
>hebat? Hanya karena dia tahu hal tersebut lebih dulu? Dan kenapa dia tahu?
>Karena dia mempunyai pengalaman? Kenapa bisa berpengalaman? Karena dia
>punya uang lebih...

Ini sih terlalu proletar bung. Tidak semua hal bisa digeneralisasi. Setiap 
individu itu unik, dan mungkin tidak bisa menerima generalisasi dari anda.

>Kenapa saya tidak tahu? Karena saya belum berpengalaman. Kenapa saya belum
>berpengalaman? Karena saya tdk punya cukup uang...

Ini juga komentar orang proletar. Kenapa sih harus mendewakan uang?

>Dan mengapa saya harus banyak membuang uang untuk menjadi berpengalaman,
>jika saya bisa mendapatkan "pengetahuan" itu dengan cara lain?

Nah, itu sudah punya pikiran begitu. Don't waste your time and money just 
trying to impress snob people.

>Anyway, thx buat sarannya, mungkin saya harus lebih sering membaca novel,
>atau sinetron kali yach... he.he. :)

Ini kan lebih murah, hehe.

I want to live for love,
not to die for love - CiTyHuNTeR


-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke