Saya kurang bisa terlalu memahami apa yang dimaksud pamrih, kalo misalnya ada 
pernyataan : 'cinta sejati atau kasih murni tidak mengharapkan pamrih'.
    Pastinya pamrih tsb buat kita yah... hemmm.... padahal, mungkin, dari pengalam 
saya pribadi sih, pamrih selalu ada. Dalam bentuk dan ukuran yang berbeda-beda.
    Saya pernah mencintai orang tanpa 'menuntut' suatu kebersamaan yang bisa 
'dirayakan' berdua. Saya juga pernah mendampingi seseorang itu dalam susah dan senang 
dan dalam segala suasana apa pun!
    Saya saling membangun dengan dia..perhatikan : SALING! 
    Saya memberikan banyak sekali buat dia...support, cinta, perhatian, waktu saya, 
pengertian, uwaahhh! Banyak deh pokoknya :)
    Dan saya nyaris tidak pernah meminta atau menuntut apapun dari dia, KECUALI, janji 
dan jaminan dari dia, kalo dia akan bahagia, kalau dia akan dan terus mengusahakan 
untuk bisa bahagia.
    Saya rela abeesh berkorban untuk kemapanan dan kelanggengan dia. Dan saya tidak 
pernah merasa cape atau berkeberatan.
    Cuman....
    Tanpa pamrih...hemm...ngga tau juga yah.. 
    Apa bisa dibilang tanpa pamrih, kalo ada moment2 dimana saya membutuhkan dia? 
Dimana saya menginginkan keberadaan dia, sebagai teman bercerita, berbagi, tukar 
pikiran.... Moment2 dimana saya memohon kepada Tuhan agar waktu saya dengan dia bisa 
diperpanjang?
    Karena, walaupun saya amat mencintainya, saya masih mengharapkan kalau kita bisa 
terus begini. Tanpa keluar dari jalur yang seharusnya. Apa itu egois juga namanya? Apa 
itu pamrih?
    Karena menginginkan dia bukan untuk 'itu', tapi sebatas bersama saja.. karena 
kalau bersama dia, saya merasa senang. Dan saya merasa senang kalo bisa banyak memberi 
untuk dia tanpa dia harus melakukan pengorbanan atau apapun ke saya.
    Dan saya masih ingin merasa senang...makanya, sebagai "pamrih"-nya, saya 
mengharapkan agar bisa terus begini... Terus memberi ke dia...
    Dimana salah saya?
    Makasih buat semuanya yang udah baca imel panjang ini :)

xoxo

Kirim email ke