Ah itu mbak klentheng aja kali. Kalau saya bilang sih yang seperti itu bukan pamrih.

Masa iya sebagai manusia kita nggak boleh merasa senang, bahkan merasa senang untuk 
kebahagiaan orang lain ? Itu kan bagus mbak ?

--- Klentheng BWS <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Yaa apapun dan seberapapun bentuknya itu tetap pamrih....
>
>*********** REPLY SEPARATOR  ***********
>
>On 12/11/01 at 2:05 PM Happy Tune wrote:
>
>>Saya kurang bisa terlalu memahami apa yang dimaksud pamrih, kalo misalnya =
>ada pernyataan : 'cinta sejati atau kasih murni tidak mengharapkan pamrih'.
>>
>>    Dan saya masih ingin merasa senang...makanya, sebagai "pamrih"-nya, sa=
>ya mengharapkan agar bisa terus begini... Terus memberi ke dia...
>>    Dimana salah saya?
>>    Makasih buat semuanya yang udah baca imel panjang ini :)


==
BlueSky

"Langit biru, awan putih... Terbentang indah lukisan yang Kuasa..."

_____________________________________________________________
Dapatkan email gratis dari kafegaul.net --> http://www.kafegaul.net

-= Dual T3 Webhosting on Dual Pentium III 450 - www.indoglobal.com =-
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke