At 03:12 PM 10/6/2001 +0700, you wrote: Nggak tahu filem apa yang gue tonton tadi malem, ... tapi diceritain ada >seorang lawyer yang nolong seorang pelacur, tapi ketika nolong kepergok >polisi. Polisi malah ngirain yang enggak-enggak sampe ditangkep. >Akhirnya diperkarakan di pengadilan ... tapi ujung-ujungnya kasusnya >di drop. >Semua itu terjadi karena bantuan teman-temannya. >Ia lalu cerita bahwa dulu waktu kecilnya pernah duduk di depan rumah >dipangku bapaknya, ... tiba-tiba ada limosin lewat. Si anak itu bilang ke >bapaknya bahwa kalo udah gede ingin jadi kaya dan punya limosin kayak >gitu. Bapaknya menimpali, ... salah ... tanda bahwa orang itu kaya bukan >karena harta, ... tapi diukur dari seberapa banyak teman yang kita punya. > >What do you think ?
kalau menurut saya sih, berdasarkan cerita saudara arif kita itu hidup itu bagaikan roda yang berputar ada saatnya kita itu diatas, dimana kita jadi orang kaya dan sukses tapi ada saatnya kita berada dibawah, dimana kita kehilangan harta benda yang harus dilakukan oleh teman karibnya saudara arif adalah : mencari jalan keluar atas masalahnya itu, bukannya stress yang berkepanjangan sehingga menjadi pemarah. sebenarnya kebahagian hidup itu bisa kita pertahankan asal kita mau berusaha terus tanpa menyerah walaupun sudah bangkrut, kita jangan lantas kehilangan kabahagiaan dan semangat hidup kita harus berusaha dan berdoa saya yakin kalau kita berusaha dan berdoa, Tuhan pasti menolong kita menurut saya, kebahagiaan itu pasti ada asalkan kita sebagai manusia harus berusaha untuk mencapainya dan disaat kita sudah hidup bahagia, kita wajib mempertahankannya...(sekalipun kehilangan harta) bagaimana menurut anda ? (khususnya saudara arif) .....:-) KEN >---- >To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] >To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] >Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED] ---- To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] To subscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED] Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]
