Wah, seru juga nih perbicangan mengenai istilah komputer. Menurut saya sih secara pribadi saya mendukung istilah2 komputer tsb diindonesiakan baku. Tapi sebaiknya gak terlalu jauh dari kosakata sehari2.. Memang masalah pengindonesiaan istilah2 ini murni masalah kebiasaan saja menurut saya. Jika sudah biasa pasti juga bisa. Jika sudah bisa pasti terbiasa. Hehehehe...
--- In [email protected], "Adi D. Jayanto" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > nah makanya itu saya bilang "kaku". kenapa? karena MENURUT SAYA, > terjemahan komputer kita itu terlalu "nasionalis", semuanya pengen serba > di-indonesia-kan. bahkan walaupun ada kata lain yang sudah digunakan > secara luas, "sidang bahasa" tetap saja menyebutkan MOUSE sebagai > TETIKUS, dan KEYBOARD sebagai PAPAN KUNCI (literal), bukan KIBOR (sesuai > bunyi) atau PAPAN KETIK (sesuai kegunaan). dan siapa pula yang > mengindonesiakan DOWNLOAD hanya UNDUH saja, sedangkan di pemakai > internet sendiri banyak istilah dari NYEDOT, NGISEP, dll, untuk memaknai > DOWNLOAD. > > kalau anda sendiri merasa "terpaksa" menggunakan kata-kata itu, apalagi > dengan alasan tidak baku dan tidak ada di kamus, padahal kata itu anda > rasa lebih populer daripada kata yang terdapat di kamus, itulah yang > saya sebut "bahasa baku yang kaku" > > Budi Febrianto wrote: > > Seperti yg ada di artikel kompas, 9 dari 10 kosa kata bahasa indonesia di ambil dari bahasa asing. > > Tapi kenapa untuk istilah komputer kesannya di paksakan? > > Sampai sekarang, secara pribadi, masih kurang cocok dengan istilah perangkat lunak, apanya yg lunak? Kalau yg lunak satu lagi ada. :) > > Untung keyboard belum di terjemahkan juga, jangan-jangan nanti Enter akan di terjemahkan menjadi Masuk, dan Shift menjadi Giliran. > > PS: apa "ngabuburit" sudah ada maknanya di KBBI? > > -- > adj.
