Menurut saya, di masa depan ada harapan menggunakan telpon (dan videofon),
serta expert system, untuk diagnosis, malah untuk pengobatan.
Saat ini, kiranya rentang frekuensi yang dapat ditransmisikan via telpon
kurang lebar (?). 
Dengan makin pekanya alat sensor (pengindera), dan makin cepatnya transmisi
digital, makin banyak dapat dilakukan.
Posisi kita sebagai yang mendalami fisika, cukup optimal, untuk lebih
segera paham bagaimana hal ini dikembangkan. Maka semoga mahasiswa FI
berusaha belajar keras sambil terus membuka pikiran tentang apa saja yang
dapat dimungkinkan oleh ilmu ini.

Salam,          A Rusli 30 Des 98

At 04:49 AM 12/30/98 +0700, you wrote:
>       Terus-terang saya nggak tahu istilah untuk subject di atas. Tetapi
contohnya sebagai berikut :
>       Amir jatuh sakit di rumahnya. Tetapi, karena satu dan lain hal  tidak
bisa pergi tempat dokter.
>Juga, karena satu dan lain hal, tidak bisa mendatangkan dokter. 
>       Sebagai gantinya, orangtua Amir menelepon dokter Hasan.
>       Kemudian si dokter menyuruh orangtua Amir untuk melekatkan stetoskop pada
beberapa bagian tubuh
>Amir yang ditentukan. 
>       Output dari stetoskop dihubungkan dengan sarana telekomunikasi. Telepon,
misalnya. Nanti si dokter
>mendengar perubahan yang terjadi pada tubuh Amir melalui alat pendengar,
seperti earphone. 
>       Akhirnya si dokter menuliskan resep pada kertas untuk kemudian
mengirimkannya kepada orangtua Amir
>melalui faksimil. 
>       Yang menjadi pertanyaan saya, apakah alat dan sistem pemeriksaan penyakit
seperti itu sudah ada?
>       Kalau memang ada, sejauh mana efektivitas dan efisiensinya? 
>       Untuk penyakit tingkat keparahan bagaimana yang bisa dilakukan dengan itu? 
>Salam,
>
>Nasrullah Idris 

Kirim email ke