>From: "Paulus Vincentius" <[EMAIL PROTECTED]> >To: <[EMAIL PROTECTED]> >Subject: Selamat "cuci tangan", Selamat mem"peties"kan. (Re: Hak Mahasiswa Baru ( was : Re: [KAMPUS] unpar dan modernitas )) >Date: Sat, 21 Aug 1999 12:54:45 +0700 >X-MSMail-Priority: Normal >X-Mailer: Microsoft Outlook Express 4.72.3110.1 >X-MimeOLE: Produced By Microsoft MimeOLE V4.72.3110.3 > >>ngomong-ngomong tentang protes anda terhadap opspek, anda sendiri pernah >>tahu nggak sih konsep di belakang opspek sendiri? kenapa anda semata-mata >>mengidentikkan opspek dengan kekerasan dan penjajahan, padahal banyak hal >>lain yang bermakna lebih dalam, berkesan, dan mulia dari sekedar >>membentak-bentak anak baru. > >Pertama, satu hal yang harus disadari Erwin Elias (EE) adalah, kata >"penjajahan" pertama kali keluar dari mail EE. Jadi, aku hanya menanggapi >keyakinan sekaligus pengakuan EE saja. Walaupun sayang, EE tidak dapat >menjawab "kemerdekaan sejati" macam apa yang dia temukan kini. > >Dan kedua, (dan ini diperuntukan tidak hanya untuk EE saja) satu hal yang >menarik adalah, seluruh surat setelah peristiwa berlumuran darahnya muka >mahasiswa baru akibat dihajar "senior" pada tanggal 17 Agustus 1999, hanya >ditanggapi oleh EE dan pembela Opspek lain dengan pembelaan bahwa Opspek >memang perlu, karena bla-bla-bla. Namun, tidak ada satupun yang menjawab >atau menyinggung peristiwa berlumuran darah tersebut (sekedar menyesali pun >tidak). Mengapa? Bahkan SMU yang ketika jaman ribut uang SKS naik agak getol >menulis di milis, ketika topik ini muncul diam seribu basa. Mengapa? > >Tapi, aku tidak terlalu heran kok. Budaya "cuci tangan" dan "peti es" memang >telah kuprediksi bakal muncul kembali, sedari awal kumenulis surat. > >Akhir kata, selamat "cuci tangan", selamat mem"peties"kan. Semoga hal >tersebut menjadi contoh baik bagi para mahasiswa baru sehingga mereka pun >suatu saat bisa mengetahui bagaimana men"cuci tangan" dan me"meties"kan >dengan baik dan benar, sesuai kaidah yang telah diajarkan para "senior"-nya. >Dan betapa indah Indonesia nanti kelak dipegang oleh Anda-Anda semua. > >Salam "Peti Es" >Paulus Vincentius > > >
