Pihak pimpinan Universitas mengingatkan saya bahwa pengiriman email yang
tercantum dikirim ke pihak luar Unpar dapat berdampak :
1) Unpar mulai diragukan taraf akreditasinya
2) Akreditasi Matematika, Fisika, dan Ilmu Komputer dapat terhenti
prosesnya, karena Unpar dapat dinilai tidak terbuka dalam data.
Hanya kalau keluhannya dibaca secara simpatik, dapat masih ditarik
kesimpulan bahwa ini terutama soal mengelola ruang kuliah yang perlu
diperbaiki, bukannya soal tiadanya ruang.
Saya lalu mendapat informasi dari TU FMIPA bahwa Jaw Thong sengaja
mengeja-keliru alamat luar Unpar itu.
Hal ini dapat diartikan menunjukkan itikad baiknya; akan tetapi sebaliknya
juga menunjukkan pola-laku yang saat ini banyak dilakukan di lingkungan
masyarakat umum (termasuk perilaku sebagian mahasiswa), yaitu : menggertak
atau menakut-nakuti.
Citra-diri kita akan surut akibatnya; citra warga FMIPA, di mata masyarakat
umum saat ini pun, akan surut. Maka secara umum, email yang kiranya
bermaksud baik, menjadi surut atau malah negatif dampaknya, malah email
selanjutnya dapat tidak berdampak lagi, kecuali kalau dipakai merusak
kepentingan lebih banyak warga FMIPA dan Unpar dengan menyentuh akreditasi
lembaga.
Ini contoh betapa dalam suatu masyarakat yang ingin
bermitra-sejajar-demokratis, setiap pihak perlu memakai otak-sejuk dan agak
lebih banyak berpikir-keras tentang dampak suatu tindakan. Emosi dan sikap
'pokoknya saya beritikad baik' menjadi kurang cukup.
Soal ruang bagi FMIPA, sudah dibahas di tingkat pimpinan Unpar, dan sedang
dirancang perubahan-perubahan yang saya nilai baik.
Sekaligus juga pengatasnamaan 'keluarga mahasiswa Ilmu Komputer' dalam
poster-poster anti RUU PKB, saya pertanyakan.
Saya setuju pokok masalahnya, yaitu tidak setuju RUU itu, tetapi cara
mengatasnamakan tanpa kejelasan keabsahan, menurunkan citra pemoster dan
pengunjuk-rasanya di mata saya.
Saya sudah menitip pesan via mahasiswa Ilmu Komputer untuk mencabut poster
koran yang ditempel di atas pintu Gedung 8, dan sebaiknya benda-benda yang
diletakkan di dekat pintu utama Gedung 8 disingkirkan dalam satu dua hari
ini oleh pemasangnya, atau oleh yang berwenang (FMIPA/FTI/PR-3/UPT-PSK)
karena unjuk-rasa sudah terlaksana, dan ekspresinya sudah terindera
beberapa hari. Menurut saya ekspresi penempelan rumusan RUU adalah cukup
baik (walau dapat dipertanyakan versi keberapakah rumusan itu), tetapi
ekspresi lainnya kurang estetik dan sesuai dengan taraf komunitas akademik.
Semoga pemasangnya introspeksi.
Semoga kita masing-masing berupaya meningkatkan sikap dan perilaku
demokratis-mitra-sejajar kita, walau berat dan lambat prosesnya.
Salam, A Rusli 24 Sep 99
At 01:20 PM 9/23/99 +0700, you wrote:
>
>On Thu, 23 Sep 1999, Sutisna Salim wrote:
>>
>> Begitu gawatnya masalah ruangan di MIPA, sehingga si JAWS kirim email
>> ini
>> ke Sekertatiat BAN dan Kopertis, tapi sayang alamatnya salah.
>> Nanya dong JAWS ame gue, ntar dikasih tahu nyang bener.
>>
>kenapa bisa salah ya...? :P
>tetapi ya...ngak apa-apa dech.... sekalian p' Tisna di fwd aja
>
>> Emang mau didenger gitu ama lembaga tersebut ?
>
>soalnya ngak tau siapa lagi mau dengar....Rektor, PR I , PRIII aja diam :(
>dosen MIPA aja takut(?)
>ya.... namanya usaha, minimal kalo ngak dibaca rektor tapi beruntung Pak
>Tisna bersedia membaca .... tidak di del langsung.... :)
>
>salam perubahan,
>=jaws=
>
>> On Thu, 23 Sep 1999, =JAWS= wrote:
>>
>> >
>> > meskipun mail ini di tembuskan ke setiap pejabat yang berkaitan ... tidak
>> > ada sedikitpun yang menanggapi atau menyangkal......
>> > ini menunjukkan :
>> > 1. tidak perlu ditanggapi ..., biarkan saja sampai lupa...
>> > 2. TIDAK PERDULI
>> > 3. tidak berwenang menanggapi....
>> >
>> > dan kenyataannya dosen dari FMIPA-pun tidak ada yang menanggapi kecuali
>> > Dekan MIPA. Apakah sudah tidak perduli atau cari "aman" dengan tidak
>> > menyinggung para pejabat yang terkait ? dimanakah "kebebasan
>> > berpendapat", "kemitraan sejajar" yang diangkat menjadi ciri FMIPA ?
>> > Demikian juga dengan lembaga mahasiswa yang terkait dalam lingkungan
>> > unpar, apakah dapat dianggap "LOYO" ?
>> > Sepertinya ada yang salah dalam "sistem kita",
>> > Hasil didikan unpar tidak memiliki "kepekaan lingkungan" ?
>> >
>> > salam perubahan,
>> > =jaws=
>> > ----------------------
>> > Tower 12 tingkat itu seperti apa ya ?
>> >
>> >
>> > On Thu, 23 Sep 1999, A Rusli wrote:
>> >
>> > > Saya teruskan saja ungkapan mahasiswa Matematika '94 ini.
>> > > Semoga hal ini menunjukkan bahwa ada mahasiswa yang prihatin atas
perlakuan
>> > > yang dialaminya akibat masalah ruang kuliah bagi FMIPA.
>> > >
>> > > Salam, A Rusli 23 Sep 99
>> > >
>> > > >X-UNPAR-MAILER-To: matematika-list
>> > > >X-Authentication-Warning: ns1.unpar.ac.id: majordom set sender to
>> > > [EMAIL PROTECTED] using -f
>> > > >X-UNPAR-MAILER-From: [EMAIL PROTECTED]
>> > > >Date: Tue, 21 Sep 1999 04:38:31 +0700 (JAVT)
>> > > >From: =JAWS= <[EMAIL PROTECTED]>
>> > > >To: [EMAIL PROTECTED]
>> > > >cc: [EMAIL PROTECTED], MATH <[EMAIL PROTECTED]>,
>> > > > [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>> > > > [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>> > > > [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],
>> > > > [EMAIL PROTECTED]
>> > > >Subject: [MATEMATIKA] Perlu Petisi Mahasiswa MIPA ?