Kepada yth, Redaksi BULETIN 71                  24 Okt 2001

Selamat dengan terbitnya BULETIN edisi Oktober ini.
Saya membaca uraian tentang Ospek dan Pengakraban, dan ingin berkomentar sbb :
1) Ospek, berdasarkan istilahnya, berarti "orientasi studi dan pengenalan
kampus". Agar taat azas, maka perenungan tentang isinya, perlu merujuk ke
istilah itu.

2) Pengakraban yang telah terjadi, lebih sesuai dengan istilah
"pengakraban", walau keakraban otentik-sejati seharusnya dengan ciri
sukarela penuh, tanpa pembohongan (walau dengan itikad baik) dan penipuan.

3) SEKILAS TIPS pada BULETIN 71 hlm 25, perlu diterapkan mulai tahun depan,
agar pengakraban dengan angkatan 2002 tahu depan lebih sesuai dengan
hakekat insan akademis.

4) Orientasi studi bermakna "memberi arahan dan informasi yang membantu
keberhasilan studi". Hal ini sama sekali tidak cocok dengan realita yang
terjadi di lapangan, seperti di beberapa tempat lain.
Seharusnya orientasi studi amat jauh dari kegiatan fisik, bunyi-bunyian
keras, suasana menekan.

5) Sebentuk usul saya bagi acara pengakraban dan orientasi studi masa depan :
a] Prinsip sukarela 100 % dihormati dan ditaati oleh setiap mahasiswa lama,
sebagai teladan sikap studi-akademis sejati (yang berlandaskan kesukarelaan
dalam menggali kebenaran ilmu).
Suasana "warm welcome" yang ramah-meriah, serta promosi sehat tentang acara
yang ditawarkan, perlu diciptakan bagi para mahasiswa baru, sebagai teman
baru yang bergabung dengan kita.

b] Acara-acara awal bagi mahasiswa baru cukup berlangsung @ 2-3 jam, hanya
2-3 kali sampai masa UTS. Itu cukup sebagai pengenalan awal serta pengakraban.
OSGAB Unpar perlu dihapus total.

c] Acara-acara yang ditujukan memberi informasi tentang cara studi, cara
menghadapi dosen dan asisten, cara memelihara catatan kuliah, dsb,
dilakukan sejak minggu kedua masa kuliah, setelah mahasiswa baru merasakan
selama dua mingguan, bagaimana perkuliahan berlangsung. Ketika itu,
kebutuhan mereka akan nasihat tentang studi, kiranya mulai dirasakannya,
dan nasihat para mahasiswa lama akan lebih efektif.
Acara-acara ini juga cukup @ ~2 jam, sekali sebulan, selama dua semester
(jadi total sekitar 6 kali).

d] Acara menginap di villa/penginapan di Lembang/Kinderdorff-Lembang/daerah
wisata, dapat diadakan bagi yang berminat saja, ~ usai UTS, agar tidak
mengganggu perkuliahan. Cukup semalam, diisi dengan acara pengakraban lebih
lanjut.
Bagi yang tak ikut menginap, kemudian dapat disediakan piknik-gembira.

e] Kegiatan Kompetisi Matematika dan Fisika, dapat dipromosikan, dan
misalnya isi buku Mathematics Olympiad Challenges yang ada di Perpustakaan
Unpar, dapat dimanfaatkan bagi persiapan soal Kompetisi, agar menjadi makin
bermutu dan orisinal.

Marilah kita menjauhkan diri dari sikap garang, senior/junior, berbentakan,
yang sama sekali tidak cocok lagi dengan jaman keterbukaan dan kemitraan
saat ini; dan yang malah lebih dekat pada suasana yang menumbuhkan sikap
sakit-hati, balas dendam, dan 'mentalitas terorisme' yang tumbuh di
kalangan tak terdidik.

Marilah kita sebaliknya menunjang menumbuhkan suasana santun, ceria-ramah,
tulus-jujur, bukannya suasana negatif sebaliknya.

Salam,  A Rusli

Kirim email ke