Yang Kami hormati, Dekan FMIPA                     27 Okt 2001
 
 Terima Kasih, Pak, atas ucapan selamatnya.
 Buletin 71 akan terus membenahi diri dan mengejar prestasi.
 Mohon kritik dan dorongan dari semua pihak, 
 khususnya dari Pak Rusli sendiri.
 
                                Redaksi B71 
 -------------------------------------------------------------------------
 Tanggaban tentang Ospek :
 
        Ospek memang harus membuktikan kembali peranannya (yang telah
 kabur) di dalam menunjang kegiatan akademik serta membantu proses
 pendidikan bertaraf perguruan tinggi, khususnya di lingkungan kampus
 Unpar. Kalau memang kesempatan itu tidak dipergunakan dengan baik untuk
 memperbaiki citra buruk yang telah melekat sejak adanya mahasiswa yang
 meninggal akibat mengikuti serangkaian acara ospek maka sebaiknya ospek,
 DITIADAKAN. Tapi, sebaliknya, seandainya ospek ternyata mampu membuktikan
 bahwa tradisi yang menjadi interlude rutin bagi mahasiswa baru itu bisa
 membantu proses pendidikan di lingkungan kampus maka tradisi yang berguna
 itu mubazir untuk dihapuskan.
        Permasalahannya : bagaimana mengukur hal tersebut ? Apa ukuran
 yang dipakai untuk menilai bahwa ospek telah membantu proses pendidikan di
 kampus, ospek telah menunjang kegiatan akademik ? Apakah hanya memakai
 ukuran : tidak ada mahasiswa yang meninggal selama kegiatan ospek
 berlangsung ? Ataukah ukuran akademis yang dipakai : semua mahasiswa/i
 yang mengikuti kegiatan ospek memiliki IPK di atas 3.00 , sedangkan
 mahasiswa/i yang tidak mengikuti kegiatan ospek memiliki IPK kurang dari
 2.50 ? 
        Kembali lagi kepada tujuan semula : bagaimana agar ospek dapat
 membantu proses pendidikan di dalam kampus dan menunjang kegiatan
 akademik ? Mungkin dari tujuan tersebut ospek bisa lebih memfokuskan
 program acaranya. Tentunya tanpa adanya nyawa mahasiswa yang melayang. 
 Sebab, bagaimana mungkin ospek itu bisa dikatakan telah menunjang kegiatan
 akademik mahasiswa, wong mahasiswanya telah 'tiada' kok. Memang banyak
 juga mahasiswa yang telah mendapatkan dampak positif dari kegiatan ospek
 itu namun mungkin lebih banyak lagi mahasiswa yang justru mendapatkan
 dampak yang merugikan. Salah satunya, ya itu tadi, nyawanya melayang. 
        Mungkin kita harus memberikan kesempatan lagi kepada ospek untuk
 memperbaiki citra buruknya itu. 

 -----------------------------------------------------------------------------
 Tanggapan tentang pengakraban khususnya masalah pembohongan :
 
        Mungkin, kita, mahasiswa, adalah orang muda yang masih belum
 terbiasa untuk bersikap lebih dewasa dan lebih menyadari arti sukarela
 secara ideal. Sikap tersebut memang harus dipupuk oleh mahasiswa mulai
 dari sekarang. 

 -------------------------------------------------------------------------------
   Tanggaban tentang kegiatan KMF :
        
        Salah satu kegiatan kemahasiswaan unggulan dari HMJ Matematika dan
 Fisika adalah kompetisi Matematika dan Fisika (KMF). Mungkin KMF bisa
 lebih sukses lagi seandainya semua pihak menyadari betul bahwa KMF
 adalah salah satu jalur terbaik (selain Galileo) untuk mempromosikan FMIPA
 Unpar, dan meningkatkan prestasi FMIPA Unpar. Tidak, bukan FMIPA, 
 melainkan : Unpar. 

-------------------------------------------------------------------------------
   Tanggaban tentang masalah senioritas :
 
        Secara psikis, semua manusia butuh dihargai. Entah itu anak kecil,
mahasiswa/i, dosen, eksekutif, pejabat, nenek-nenek atau kakek-kakek
semuanya butuh dihargai. Jika ditinjau dari sisi tersebut, masalah
senior-junior menjadi jelas.
        Jadi, bisa diambil kesimpulan sementara : selama manusia hidup,
batasan senior-junior tetap hidup.
        Yang menjadi masalah adalah sifat dasar manusia : yang selalu
tidak puas, nafsu ingin dihargai berlebihan, keserakahan; telah membuat
batasan itu menjadi penting.
        Namun itu tidak menjadi masalah. Sebab, sudah suratan takdir
bahwa manusia akan selalu terlibat dengan masalah senior-junior sepanjang
hidupnya. Tinggal bagaimana membuat batasan tersebut menjadi hal yang
bersifat positif dan tidak merugikan orang lain. Let's do it !!!   

------------------------------------------------------------------------------

Salam for FMIPA

Redaksi B71



 
> > On Wed, 24 Oct 2001, A Rusli wrote:
> > 
> > > Kepada yth, Redaksi BULETIN 71                    24 Okt 2001
> > > 
> > > Selamat dengan terbitnya BULETIN edisi Oktober ini.
> > > Saya membaca uraian tentang Ospek dan Pengakraban, dan ingin berkomentar sbb :
> > > 1) Ospek, berdasarkan istilahnya, berarti "orientasi studi dan pengenalan
> > > kampus". Agar taat azas, maka perenungan tentang isinya, perlu merujuk ke
> > > istilah itu.
> > > 
> > > 2) Pengakraban yang telah terjadi, lebih sesuai dengan istilah
> > > "pengakraban", walau keakraban otentik-sejati seharusnya dengan ciri
> > > sukarela penuh, tanpa pembohongan (walau dengan itikad baik) dan penipuan.
> > > 
> > > 3) SEKILAS TIPS pada BULETIN 71 hlm 25, perlu diterapkan mulai tahun depan,
> > > agar pengakraban dengan angkatan 2002 tahu depan lebih sesuai dengan
> > > hakekat insan akademis.
> > > 
> > > 4) Orientasi studi bermakna "memberi arahan dan informasi yang membantu
> > > keberhasilan studi". Hal ini sama sekali tidak cocok dengan realita yang
> > > terjadi di lapangan, seperti di beberapa tempat lain.
> > > Seharusnya orientasi studi amat jauh dari kegiatan fisik, bunyi-bunyian
> > > keras, suasana menekan.
> > > 
> > > 5) Sebentuk usul saya bagi acara pengakraban dan orientasi studi masa depan :
> > > a] Prinsip sukarela 100 % dihormati dan ditaati oleh setiap mahasiswa lama,
> > > sebagai teladan sikap studi-akademis sejati (yang berlandaskan kesukarelaan
> > > dalam menggali kebenaran ilmu).
> > > Suasana "warm welcome" yang ramah-meriah, serta promosi sehat tentang acara
> > > yang ditawarkan, perlu diciptakan bagi para mahasiswa baru, sebagai teman
> > > baru yang bergabung dengan kita.
> > > 
> > > b] Acara-acara awal bagi mahasiswa baru cukup berlangsung @ 2-3 jam, hanya
> > > 2-3 kali sampai masa UTS. Itu cukup sebagai pengenalan awal serta pengakraban.
> > > OSGAB Unpar perlu dihapus total.
> > > 
> > > c] Acara-acara yang ditujukan memberi informasi tentang cara studi, cara
> > > menghadapi dosen dan asisten, cara memelihara catatan kuliah, dsb,
> > > dilakukan sejak minggu kedua masa kuliah, setelah mahasiswa baru merasakan
> > > selama dua mingguan, bagaimana perkuliahan berlangsung. Ketika itu,
> > > kebutuhan mereka akan nasihat tentang studi, kiranya mulai dirasakannya,
> > > dan nasihat para mahasiswa lama akan lebih efektif.
> > > Acara-acara ini juga cukup @ ~2 jam, sekali sebulan, selama dua semester
> > > (jadi total sekitar 6 kali).
> > > 
> > > d] Acara menginap di villa/penginapan di Lembang/Kinderdorff-Lembang/daerah
> > > wisata, dapat diadakan bagi yang berminat saja, ~ usai UTS, agar tidak
> > > mengganggu perkuliahan. Cukup semalam, diisi dengan acara pengakraban lebih
> > > lanjut.
> > > Bagi yang tak ikut menginap, kemudian dapat disediakan piknik-gembira.
> > > 
> > > e] Kegiatan Kompetisi Matematika dan Fisika, dapat dipromosikan, dan
> > > misalnya isi buku Mathematics Olympiad Challenges yang ada di Perpustakaan
> > > Unpar, dapat dimanfaatkan bagi persiapan soal Kompetisi, agar menjadi makin
> > > bermutu dan orisinal.
> > > 
> > > Marilah kita menjauhkan diri dari sikap garang, senior/junior, berbentakan,
> > > yang sama sekali tidak cocok lagi dengan jaman keterbukaan dan kemitraan
> > > saat ini; dan yang malah lebih dekat pada suasana yang menumbuhkan sikap
> > > sakit-hati, balas dendam, dan 'mentalitas terorisme' yang tumbuh di
> > > kalangan tak terdidik.
> > > 
> > > Marilah kita sebaliknya menunjang menumbuhkan suasana santun, ceria-ramah,
> > > tulus-jujur, bukannya suasana negatif sebaliknya.
> > > 
> > > Salam,    A Rusli
> > > 
> > 
> > 
> 
> 

Kirim email ke