--- In [email protected], ikra dinnata <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Saya baru bergabung di milist ini dan langsung disuguhi oleh 
tulisan tulisan ny m binti mustikasapi. Nampaknya Ny (?) mustikawati 
memanfaatkan betul milist ini untuk menyampaikan uneg unegnya yang 
mungkin tak bisa disampaikan di forum lain karena mungkin tak ada 
yang mau mendengar. Nampaknya anda kesepian ya...hidup ini indah Ny 
mustikasapi karena itu terlalu dungu kalau kita hanya mengeluh. JIka 
anda punya masalalu yang kelam...mungkin anda butuh 
pertolongan.Sampaikan apa yang dirasa perlu anda sampaikan, kita 
semua mendengar anda....
>   Ikra
> 




Pendapat anda diatas sama sekali salah, karena semua tulisan2 saya 
bukanlah uneg2 saya, saya sekedarnya menulis tentang bagaimana 
pandangan masyarakat Amerika tentang agama maupun tentang Islam.  
Saya sama seperti anda, namun tidaklah perlu saya menulis pandangan 
saya karena pandangan yang sama akan anda temukan seperti umumnya 
orang2 Indonesia.  Namun saya sebagai seorang scientist berkewajiban 
menyampaikan pandangan2 yang berbeda, yang sebelumnya juga membuat 
saya berkerenyit kening, oleh karena itu saya yakin tulisan2 sayapun 
mengundang response yang hebat dalam masyarakat Indonesia, dan 
ternyata benar, response yang saya terima melebihi dari yang saya 
duga, yang menarik adalah response umat Islamlah yang terbesar, 
padahal kalo saya mengikuti caci-maki antar agama di Islam-Kristen 
dan Istiqal, saya tidak banyak menemukan umat Islam yang tertarik 
membacanya ataupun ikut berpartisipasi disana, semuanya hanyalah 
penulis yang sama yang itu2 juga.  Sangat berbeda reaksi pembaca 
terhadap tulisan saya, banyak sekali umat Islam yang mulanya begitu 
marah kepada saya, namun setelah beberapa tahun, malah terbalik, 
mereka ikut2an membela isi tulisan saya padahal saya sendiripun tidak 
terpengaruh atas response2 kebencian banyak pembaca lainnya.

Masyarakat Indonesia seperti katak dalam tempurung terutama umat 
Islamnya, mereka sudah biasa dinina bobokan oleh ulama dan imam 
tentang kebesaran2 Islam yang sebetulnya sama sekali menyesatkan 
karena kenyataannya Islam tidaklah sebesar seperti apa yang mereka 
mimpikan.  Oleh karena itu tulisan2 saya banyak menyadarkan mereka, 
dan semua yang saya tulis merupakan pengalaman saya dan juga 
merupakan kemampuan saya yang khusus dalam mengekspresikan kebiasaan 
dan ciri2 masyarakat Amerika dalam bentuk kata2 tulisan.  Tentu saja 
salah kalo menganggap saya kesepian, terlalu banyak undangan yang 
tidak bisa saya penuhi, bahkan dari Indonesia banyak sekali 
organisasi2 Islam yang mengundang saya, mereka semuanya pernah 
menerima sumbangan buku2 bekas yang saya kirimkan kesana, perasaan 
berterima kasih mereka begitu meluap-luap sehingga mengharukan saya.  
Terlepas dari ketidak percayaan saya kepada Islam, cobalah anda 
bayangkan sendiri posisi saya yang cuma mengirimkan buku2 bekas yang 
sudah dibuang dari berbagai perpustakaan di Amerika ini untuk 
dimanfaatkan oleh banyak umat Islam di Indonesia, saya dihargai, saya 
di-elu2kan, saya di-doakan khusus di mesjid2 disana, saya dijamu 
dengan segala makanan Indonesia yang saya sukai.  Apakah tidak senang 
rasanya kalo kita bisa membahagiakan orang lain tanpa perlu kita 
banyak berkorban keluar duit ????  Wah, saya sangat terharu, setiap 
ke Indonesia, saya selalu menangis dihati saya.  Disini, saya 
bersikap professional, menceritakan apa yang saya lakukan, apa yang 
saya pikirkan, dan apa yang harus saya katakan.  Tentunya disini 
bukanlah tempat kita berbasa basi dengan mengatakan "ya" untuk hal 
yang ingin kita katakan "tidak".  Oleh karena itu, disini saya 
menegaskan "saya tidak percaya Allah, Muhammad, dll", tetapi hal ini 
tidak akan saya katakan dimuka umum untuk melukai perasaan orang2 
yang saya kasihi seperti ayah bunda saya.  Meskipun ayah bunda saya 
pernah saya katakan terang2an bahwa semua itu kebohongan orang2 Arab, 
mereka marah sekali waktu itu, namun akhirnya melihat betapa saya ini 
memang bukan bermaksud jahat, bukan ingin menodai apa yang mereka 
percaya, mereka tidak lagi marah kepada saya, mereka tahu saya tidak 
percaya Allah dan Islam, namun mereka selalu mendoakan saya, 
menganggap saya Islam, tidak pernah orang tua saya menganggap diri 
saya kafir kepada siapapun juga.  Semua sumbangan maupun pemberian 
saya diterima dengan doa syukur mereka......  apakah tidak bahagia 
kalo anda diposisi saya ????  Dihargai, dimuliakan, didoakan dan 
dijamu tanpa perlu modal selain cuma ongkos kirim buku2 yang tidak 
seberapa dibandingkan makanan enak hidup mewah di-elu2kan kayak raja 
di Indonesia ??????????  Silahhak anda ikut merasakan kebanggaan dan 
kebahagiaan saya ini.

Agama memang merupakan bagian basa basi dalam kehidupan sosial di 
Indonesia, tentu berbeda dengan di Amerika.  Oleh karena itu, saya 
ingin menyampaikan kepada saudara2ku, bahwa tidak ada satupun 
scientist yang percaya agama atau Tuhan, namun mereka selalu hidup 
diantara umat beragama yang percaya Tuhan, mereka dihargai dan di-
elu2kan sebagai umat mereka, namun siapa yang bisa tahu kalo 
kenyataannya mereka adalah seperti juga saya, tidak percaya begituan 
seperti yang anda semuanya percaya.  Kita sebagai scientist hidup 
dalam masyarakat untuk membantu mereka bukan menambah penderitaan 
mereka hanya karena saya mengaku tidak percaya apa yang mereka 
percaya.  Lalu kenapa disini saya harus berjujur mengemukakan apa 
yang sebenarnya pendirian saya, se-mata2 untuk menyadarkan semua umat 
beragama untuk menghindarkan diri membuat petaka kepada yang lainnya 
seperti membomb club, membakar gereja/mesjid, menjarah toko dan 
rumah2, bahkan membunuh dan memperkosa amoy2.  Apakah hal itu tidak 
menyedihkan anda????  Semua kebiadaban ini dilakukan karena mereka 
merasa mendapat pahala dari apa yang mereka percaya.  Demikianlah, 
tulisan2 saya bukan untuk menyakitkan anda semua yang percaya karena 
sayapun merupakan bagian dari apa yang anda percaya, tugas saya 
membahagiakan siapun bukan menciptakan petaka.  Untuk menghindarkan 
petaka akibat agama, maka perlu saya tunjukkan bagaimana seharusnya 
anda memahami agama anda dizaman sekarang ini.

Ny. Muslim binti Muskitawati.

















> muskitawati <[EMAIL PROTECTED]> a écrit :
>   <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Ibu, ibu......Percaya Rukun Islam dan Rukun Iman nda Bu? Jangan 
> seenaknya
> > ngaku2 Islam kalo ngga percaya dua rukun itu.
> > 
> > 
> 
> 
> JAWABAN NY. MUSLIM BINTI MUSKITAWATI
> 
> Camkanlah baik2 tulisan atau pernyataan saya dibawah ini:
> 
> Saya tak percaya kelima rukun Islam,
> Saya tak percaya AlQuran dari Allah,
> 
> Bahkan, saya tak percaya AlQuran merupakan ajaran Muhammad dari 
Allah,
> Jelasnya, ajaran AlQuran sudah ada jauh sebelum Muhammad sendiri 
> dilahirkan, sehingga tak mungkin ajaran AlQuran diturunkan Allah 
> melalui Muhammad !!!!!
> 
> Saya juga tak percaya adanya Allah, bahkan saya mampu membuktikan 
> Allah itu hanyalah jiplakan dari dewa2 agama Hindu yang diadopsi 
> orang2 Arab dizaman dulu yang kemudian digabung dengan filosofi 
> agama2 Yahudi yang kemudian diberi label sebagai agama Islam.
> 
> Saya tidak percaya Agama Islam,
> Saya juga tidak percaya Agama2 Kristen, Hindu, Buddha, dll.
> 
> Saya bukan Atheist, karena seorang Atheist sangat anti-agama, saya 
> tidak anti-agama !!!
> 
> Saya bukan kafir, karena orang kafir dalam Islam memusuhi umat 
Islam, 
> sedangkan saya sama sekali sebaliknya, membantu, memberi sumbangan, 
> dan banyak sekali kerja saya dalam mengembangkan pendidikan dunia 
> Islam di Indonesia karena saya dilahirkan oleh nenek moyang pendiri 
> pesantren di Indonesia.
> 
> Saya tidak mengaku, dan tidak perlu mengaku sebagai beragama Islam, 
> bahkan tidak pernah mengaku beragama Islam, justru umat Islam 
sajalah 
> yang selalu menganggap saya ini beragama Islam termasuk orang tua 
> saya.  Hal ini tidak perlu diherankan, karena sebagai orang Amerika 
> yang berpenghasilan kelas menengah, setiap sumbangan yang saya 
> berikan kepada mesjid ataupun yayasan2 Islam di Indonesia, maka 
saya 
> dapat discount atau keringanan pajak di Amerika ini.  Demikian 
banyak 
> organisasi dan umat Islam diseluruh dunia mengharapkan bantuan 
saya, 
> sehingga mereka selalu menganggapnya saya adalah umat Islam, saya 
> adalah bagian dari kehidupan mereka, saya adalah pembela mereka.  
Dan 
> hal ini tidak perlu anda herankan, karena memang saya berasal dari 
> mereka, lahir, besar dan dididik dari lingkungan mereka yang 
> kesemuanya serba Islam.  Wajarlah kalo saya dianggap Islam, 
meskipun 
> saya terang2an untuk mengakui dengan tingginya pengetahuan Islam 
> saya, maka saya sadar bahwa Islam hanyalah kepercayaan yang bukan 
> kenyataan, dan kepercayaan artinya tidaklah lebih daripada angan2.
> 
> Sekali lagi, jangan mencaci maki saya hanya karena saya berterus 
> terang mengakui bahwa Saya tidak percaya Islam !!!!!
> 
> Bisakah anda bayangkan, Dr.Abdus Salam adalah seorang Islam 
Ahmadiah 
> yang memenangkan hadiah Nobel untuk Physika Atom, dan beliau sangat 
> dibanggakan oleh umat Islam di Indonesia, padahal MUI dan 
Pemerintah 
> RI sudah menyatakan bahwa Islam Ahmadiah bukanlah agama Islam, 
bahkan 
> membakari mesjid2 Ahmadiah, dan menjarahi rumah2 umat Ahmadiah.  
> Apakah beliau beragama Islam ?????
> 
> Jadi masalah saya ini Islam ataupun bukan Islam, legitimasinya 
berada 
> dalam lingkungan saya sendiri bukan dari pengakuan saya.  Artinya, 
> MESKIPUN SAYA MENYATAKAN SAYA BUKAN ISLAM, KALO LINGKUNGAN SAYA 
> MENGKLAIM DIRI SAYA SEBAGAI UMAT ISLAM, MAKA SAYA INI DINAMAKAN 
> BERAGAMA ISLAM.  Dan hal yang sama bisa anda lihat dalam contoh 
> Dr.Abdus Salam diatas.
> 
> Pengetahuan saya mengenai study Islam jelas, jauh lebih tinggi 
diatas 
> anda semua yang berada di Indonesia, hal ini bukan kesombongan, 
> karena memang kenyataan fasilitas buku2 yang paling lengkap 
mengenai 
> Islam hanya ada di Amerika, bahkan dari Amerika saya bisa mengakses 
> semua perpustakaan Islam yang ada dimuka bumi ini, saya berhak 
> mengorder buku2, peninggalan arkeologis, ataupun fotocopy semua 
> peninggalan2 masa lalu Islam disemua museum2 diseluruh dunia secara 
> gratis karena saya adalah anggauta asosiasi scientist Amerika !!!!!
> 
> Makin tinggi pengetahuan saya mengenai agama Islam tidak bisa 
> diartikan bahwa saya makin percaya Islam, karena kenyataannya, 
> demikian tingginya pengetahuan saya mengenai Islam, justru makin 
> banyak penemuan2 saya mengenai kebohongan2 ajaran agama Islam itu 
> sendiri.
> 
> Eugen Rosenstock-Huessy, seorang pemikir genius Kristen Amerika, 
> seorang Filosopher Kristen Amerika, dan merupakan bapak Agama 
Kristen 
> Amerika yang paling dikagumi, dibanggakan, dan dijadikan teladan 
> agama Kristen disemua pendidikan agama Kristen di Amerika.  Dialah 
> yang juga beranggapan bahwa SEORANG KRISTEN TIDAK PERLU PERCAYA 
> YESUS, TIDAK PERLU PERCAYA BIBLE, DAN TIDAK PERLU BERAGAMA 
KRISTEN.  
> BAHKAN DIA BILANG, AGAMA KRISTEN TIDAK PERLU DIANGGAP AGAMA, NAMUN 
> TETAP SAJA ANDA BERHAK MENYATAKAN DIRI SEBAGAI UMAT KRISTEN.  
> Silahkan anda mempelajari pemikirannya yang begitu rumit yang 
> berhasil menciptakan pemikiran2 Kristen di Amerika ini melalui 
> bukunya yang paling sederhana dan gampang anda mengerti:
> 
> I am Impure Thinker, ISBN 0-912-14856-X
> 
> Beliau bukanlah kelompok Kristen tertentu, melainkan beliau memang 
> seorang pemikir, filosofer Kristen, yang diakui diseluruh Amerika 
> bahkan dunia, yang menjadikan umat Kristen menjadi lebih maju dari 
> umat Katolik, bahkan paling maju diantara semua umat beragama, 
> meskipun tidak bisa kita menutup mata bahwa juga banyak aliran2 
> Kristen yang masih tertinggal dibelakang terikat dengan masa 
lalunya 
> yang masih sangat2 biadab !!!!!!  Silahkan saja anda cari sendiri 
di 
> Google mengenai pemikiran2nya tentang Agama umumnya dan agama 
Kristen 
> khususnya.  Dia bisa disamakan atau dibandingkan dengan sang Buddha 
> Gautama, bahkan lebih tinggi dari sang Buddha sendiri.  Dalam semua 
> study perbandingan agama2 disemua universitas2 di Amerika ini, nama 
> beliau tidak pernah terlupakan.
> 
> Dengan membaca pemikiran2 beliau mengenai agama Kristen, mungkin 
anda 
> lebih paham dengan pernyataan saya, kenapa saya sebagai umat Islam 
> sama sekali tidak percaya Islam, bahkan tidak perlu percaya Islam.  
> Karena kepercayaan itu sendiri hanyalah pengetahuan yang sangat 
> terbatas dalam penyembahan yang dititik beratkan hanya dari sudut 
> pandang keuntungan kelompok umatnya saja dalam mendominasi 
khayalan2 
> kehidupan disorga setelah kematian, sedangkan ilmu pengetahuan 
agama 
> jauh lebih luas dari sekedar penyembahannya, melainkan juga 
termasuk 
> realitas2 yang berlawanan dari apa yang dipercayanya.
> 
> OLEH KARENA ITU, SANGAT TIDAK MASUK AKAL, SEORANG LULUSAN IAIN BISA 
> MEMPUNYAI PENGETAHUAN TENTANG AGAMA ISLAM LEBIH DALAM DARIPADA 
> LULUSAN DOKTOR STUDY ISLAM DI AMERIKA YANG SAMA SEKALI TIDAK 
PERCAYA 
> ISLAM.
> 
> Dengan lulus IAIN, anda hanya lebih kuat kepercayaannya kepada 
Islam 
> namun lebih rendah pengetahuannya tentang agama Islamnya itu 
sendiri 
> secara keseluruhannya.  Dalam study Islam di Amerika, lulusannya 
> tidak ditekankan kepercayaannya, melainkan pengetahuannya.  Karena 
> study Islam di Amerika, mempelajari semua aspek agama Islam yang 
> bukan hanya dari sudut kebaikan ajaran Islam, tetapi juga dari 
> keburukan2 ajaran Islam itu sendiri yang dibandingkan dengan 
ajaran2 
> agama lainnya.  Padahal IAIN, sama sekali tidak mempelajari 
> keburukan2 ajaran Islamnya, karena sejak masuk setiap murid sudah 
> harus yakin bahwa ajaran Islam itu sangat baik meskipun 
kenyataan2nya 
> lebih banyak yang buruk2nya.
> 
> CUKUP JELAS, SAYA ADALAH UMAT ISLAM YANG TIDAK PERCAYA ISLAM, TIDAK 
> PERCAYA ALQURAN, TIDAK PERCAYA MUHAMMAD, BAHKAN TIDAK PERCAYA 
ALLAH.  
> NAMUN SAYA BUKAN KAFIR, SAYA BUKAN ATHEIST, DAN SAYA TETAP TERMASUK 
> DALAM KATEGORI UMAT ISLAM DALAM PANDANGAN UMAT ISLAM SENDIRI, 
MAUPUN 
> DALAM PANDANGAN MEREKA YANG BUKAN ISLAM.
> 
> Semoga pernyataan saya ini bisa jelas, tegas, dan jangan tanya ber-
> ulang2, dan saya persilahkan pernyataan ini disebar luaskan untuk 
> memahami pandangan tentang KEHIDUPAN BERAGAMA YANG SEBENARNYA YANG 
> TIDAK SEMATA2 MEMPERCAYAI AGAMANYA SAJA MELAINKAN PENGABDIAN KEPADA 
> KEMANUSIAAN KESELURUHANNYA TANPA MEMBEDAKAN AGAMANYA.  UMAT AGAMA 
> HANYALAH PEMBAGIAN KELOMPOK DALAM PENEKANAN PENDISTIBUSIAN VARIASI2 
> KEBAHAGIAAN.  UMAT AGAMA BUKANLAH MEM-BEDA2KAN KELOMPOK UNTUK CUMA 
> MEMBERIKAN KEBAHAGIAAN HANYA KEPADA KELOMPOKNYA SENDIRI, DAN 
> MENGHUKUM ATAU MENYEBARKAN BENCANA KEPADA KELOMPOK YANG BUKAN 
> AGAMANYA.
> 
> Ny. Muslim binti Muskitawati.
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Quotes : 
> "This is my simple religion. There is no need for temples; no need 
for  complicated philosophy. Our own brain, our own heart is our 
temple; the philosophy is kindness"
> - Dalai Lama - 
> 
> 
> 
> 
> 
>   
> ---------------------------------
>   Yahoo! Groups Links
>     
>    To visit your group on the web, go to:
> http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
>     
>    To unsubscribe from this group, send an email to:
> [EMAIL PROTECTED]
>     
>    Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of 
Service. 
> 
> 
> 
>               
> ---------------------------------
>  Nouveau : téléphonez moins cher avec Yahoo! Messenger ! Découvez 
les tarifs exceptionnels pour appeler la France et 
l'international.Téléchargez la version beta.
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>







Quotes : 
"This is my simple religion. There is no need for temples; no need for  
complicated philosophy. Our own brain, our own heart is our temple; the 
philosophy is kindness"
 - Dalai Lama - 


 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 


Kirim email ke