Nah betul khan, dipotong-potong lagi. posting saya sebelum ini, yang mencoba mematahkan argumentasi anda tentang Kitab Suci membuktikan sendiri bahwa Allah Tidak Ada, dengan memberikan gambaran tentang perjalanan manusia mencari Tuhan dan membuktikan tesis anda itu salah, anda jawab dengan apa itu hati nurani?
dijawab tentang hal hati nurani? dituduh muter-muter. lho, yang muter-muter itu siapa? saya memang sengaja memberikan perspektif ketuhanan dari sudut hati nurani manusia, yang sebenarnya tidak bisa terbantahkan oleh manusia sendiri. setiap kali dilawan, ya bisa. tapi rasa sakit akan menerpa dirinya. itu saja. saya tidak perlu menyanggah tesis anda bahwa Kitab Sucin membuktikan sendiri bahwa Allah memang tidak ada. Karena, semua orang tahu, bahwa pernyataan tesis anda itu banyak mengandung kelemahan. kalau kitab suci membuktikan Allah tidak ada, lha Kitab Suci itu yang bikin siapa? Kalau yang bikin Allah, masak Allah membuktikan sendiri bahwa Dirinya Tidak Ada? Yang bener aja. Atau kalau Kitab Suci yang bikin BUKAN Allah, lha untuk apa dirinya SENDIRI susah-susah membuktikan Allah Tidak Ada. Apa perlunya membuktikan Allah Tidak Ada, melalui tulisan lagi. Khan aneh, dan jelas sekali kalau argumentasi anda itu justru kebolak-balik! Makanya, saya tidak terlalu tertarik mengomentari topik dan argumentasi anda yang anda posting, sebab jelas-jelas lemah sekali logika yang anda bawa itu. Nah, tulisan saya itu, njelentrehno, daripada kita berdebat tentang teks-teks Kitab Suci, anda saya ajak masuk untuk bersama-sama merasakan kehadiran Allah dalam hati nurani kita itu. Oke, salaam ....... Bagus TL On Wed, 14 Jun 2006 03:03:40 -0000 "Hafsah Salim" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [email protected], "Bagus-Taruno >Legowo" <[EMAIL PROTECTED]> > wrote: >> >> sebelumnya saya minta apabila anda membalas ini, jangan >> dipotong pada paragraf yang hendak anda >> komentari........baca semuanya, dan komentari semuanya >> .........oke. >> > > > Yang saya komentari hanyalah bagian yang penting, yang >tidak penting > tak perlu saya komentari karena para pembaca bisa >melihat sendiri > kesalahannya tanpa membaca komentar saya. Biasanya yang >saya > komentari adalah bagian2 yang menyesatkan pembaca >misalnya memutar > balik topik permasalahannya--yang harusnya dibicarakan >"utara" tapi > yang dibicarakan justru "selatan". Misalnya, saya >membicarakan > Amerika menumpas teroris bukan memusuhi Islam, tapi >ditanggapi sebagai > Amerika memusuhi Islam bukan menumpas terorist, kemudian >saya dituduh > men-jelek2an Islam karena menganggap ajaran islam itu >ajaran teror, > padahal yang menyebut Islam terorist itu khan >sipembicara itu sendiri > dimana Amerika yang menyatakan memerangi terorist >dibalik dengan kata > bahwa Amerika memerangi Islam. Otomatis khan mengakui >kalo Islam itu > adalah terorist padahal bukan saya lah yang menyatakan >seperti itu > pada mulanya. Saya cuma mengikuti istilah yang anda >sendiri gunakan > bahwa Amerika memerangi Islam, padahal yang ditangkap >dan ditembah > Amerika bukan Islam melainkan terorist. > > > >> so, repotlah kalau anda memang orangnya guoblok banget. >> hati nurani saja kagak tahu.........? ya memang benar >> kalau begitu, anda itu memang hatinya "gelap" banget. >>anak >> SD aja tahu, seorang scientist (?) dan pendidik (?) >> seperti anda gak ngerti apa itu hati nurani? payah >> ........... >> > > > Enggak apa2 kalo mencaci saya goblok, tak perlu saya >sanggahpun semua > pembaca tahu, semua sekolah Islam di Indonesia tak ada >yang satupun > masuk nominasi untuk dianggap murid yang enggak goblok. > Dan semua > negara Islam didunia ini tak satupun yang bisa dianggap >enggak goblok. > Cukup khan.... aku kira semua pembaca tanpa aku >komentari juga dalam > hatinya tidak akan memandang tulisan2ku sebagai tulisan2 >goblok. > Karena kelebihan itulah, tulisan2 ku selalu dibaca semua >orang baik > itu Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan animisme. Yang >patut anda > perhatikan adalah, tulisan2ku itu netral tidak berpihak >kepada agama > manapun juga, yang salah langsung aku komentari, kalo >yang baik2nya > sih silahkan saja ke mesjid atau gereja enggak perlu >baca tulisan2ku, > karena tulisan sejenis dengan yang aku tulis ini langka, >dilarang MUI, > dilarang pemerintah, karena membuat masyarakat jadi >berpikiran kritis > yang sangat berbahaya bagi penguasa negara maupun >penguasa agama. > > > > > >> aneh juga ya, di negara yang konon demokratis dan >>terbuka >> seperti Amerika, dimana berkembang wacana Emotional >> Intelegence-nya Daniel Goleman, dan Spiritual >>Quotient-nya >> Dannah Zohar dan Ian Marshal begitu luas, ada warganya >> (apalagi seorang scientist) yang sama sekali gak ngerti >> apa itu hati nurani? warga negara Amerika gadungan kali >> ya.............??????? >> > > > Sorry jangan muter2 mempropagandakan pengetahuan anda >tentang yang > lain2nya, kita khan enggak diskusikan hal2 itu, jadi >saya tak akan > komentari. Diskusi itu adalah adu argumentasi yang >disusun menurut > logika yang rasional bukan disusun sesuai pemenuhan hati >nurani. > Silahkan tunjukin buku tentang logika yang mengandung >hati nurani ??? > > Sorry, tulsan anda lainnya tak akan saya komentari >karena enggak ada > kaitannya dengan topik diskusi. Diskusi itu bukan >mencerca masalah > pribadi, sehingga kalo anda mau mencerca pribadi >silahkan saja, saya > tidak bisa meladeninya karena saya tidak punya hati >nurani untuk > berdiskusi dengan anda untuk masalah pribadi. Saya >tidak perduli > dengan pribadi anda, saya hanya berpatokan apa yang anda >tulis yang > ternyata tak ada kaitan dengan topiknya dan muter2 >kearah topik lainnya. > > Ny. Muslim binti Muskitawati. > > > > > > ======================================================================================== TELKOM Group Peduli Jogja, ketik PEDULI, kirim SMS ke 5000 Dengan mengirim SMS berisi PEDULI ke nomor 5000, Anda telah menyumbang sebanyak Rp. 5.000,- per SMS bagi korban bencana gempa bumi di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Dana 100% akan disumbangkan TELKOM dan TELKOMSEL atas nama pelanggan ke Palang Merah Indonesia setiap minggu selama 1 bulan, mulai 30 Mei s/d 30 Juni 2006. Pengumpulan dan distribusi dana akan diaudit oleh auditor independen dan disaksikan oleh notaris. Bantuan via SMS ini dapat diikuti oleh pelanggan Flexi, kartuHalo, simPATI, dan Kartu As. Khusus untuk pelanggan Flexi, Anda juga dapat menyumbang dengan nilai sumbangan lebih besar dengan mengetik 10000 atau 25000 atau 50000 kirim ke 5000. Informasi lebih lanjut, klik www.telkomflexi.com. ======================================================================================== Quotes : " Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though the practice of meditative way of life." - Anand Krishna - Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/ <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://asia.docs.yahoo.com/info/terms

