Terima kasih atas pencerahannya yang panjang lebar.
Namun sayang dalam pencerahan tersebut tidak sedikitpun menyinggung 
Piagam Madinah.
Padahal dalam posting saya intinya adalah membandingkan Pancasila 
dengan Piagam Madinah.
Saya kutipkan sekali lagi posting saya terdahulu:

Pancasila lebih tepat dibandingkan dengan Piagam Madinah.
Piagam Madinah merupakan konstitusi tertulis sebuah Negara Islam.
Dengan demikian, berdasarkan Pancasila dan UUD 45 sampai amandemen 
keempat, NKRI adalah Negara Islam.
(Dapat saja dikatakan sebagai Negara Islam ala Indonesia).

--- In [email protected], "Bagus-Taruno Legowo" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:

saya ingin nimbrung karena tertarik ngomongin Pancasila 
nih. setahu saya, Pancasila itu sampai saat ini masih 
menjadi Philosophy Grondslag, kata bung Karno. Apa itu 
Philoshopy Grondslag? Yakni sebuah dasar filsafat. Dasar 
filsafat tentang apa? Yah, tentang sebuah bangunan Negara 
yang hendak didirikan, yaitu Indonesia.
 
Indonesia sebagai suatu negara, dibangun dengan dasar 
filsafat apa dan bagaimana, gitu kira-kira pertanyaannya. 
Dan bung Karno dan semua para perumusnya sepakat dengan 
dasar filsafat yang kemudian dinamakan Pancasila itu. Lho, 
kenapa koq tidak Islam yang dipakai sebagai dasar filsafat 
untuk Indonesia karena mayoritas penduduknya muslim? 
Namanya berjuang bersama-sama (ada Islam, Kristen, 
Sosialis, Nasionalis, atau wakil-wakil etnik), dan di 
Indonesia sendiri di kalangan Islam sendiri juga tidak ada 
yang menjadi "satu-satunya" representasi Islam (seperti 
jaman Nabi dulu, yang menjadi representasi khan Nabi 
sendiri), sehingga karena kenyataan itu sendiri makanya 
Islam tidak dijadikan dasar filsafat negara yang akan 
didirikan.

Kalau ditanya, apakah Pancasila bisa menjawab semua hal 
kehidupan? ya, memang tidak bisa. Memang Pancasila itu 
manusia? Islam sendiri? "Katanya" memang bisa menjawab 
semuanya. saya tidak akan memperdebatkan bisanya Islam 
menjawab semua sisi kehidupan manusia, tapi khusus untuk 
masalah negara saya berbeda pendapat dengan kebanyakan 
aktivis Islam. Sekalipun saya juga aktivis Islam.

Islam tidak secara tegas memberikan pedoman tentang 
bagaimana bentuk negara, bagaimana mengatur negara, dan 
sebagainya. kalau puh toh ada, itu sangat-sangat bersifat 
moral dan pedoman-pedoman dasar saja. Dan untuk ini, 
banyak ulama juga berbeda pendapat. Yang kita peroleh hari 
ini, warisan berbagai model pemerintah (Islam) yang 
beraneka ragam. Dulu jaman Nabi gak ada masalah. Jaman 
khulafaur rasyidin, terpilihnya Abu Bakar, Umar, Usman, 
dan Ali tidak sama. Apalagi kemudian bentuk negara beralih 
menjadi kerajaan (yang turun-temurun) yang dimulai dari 
dinasti umayah, kemudian abasiah, fatimiah, utsmaniah, dan 
seterusnya. di jaman modern saat ini pun kita banyak 
melihat perbedaan-perbedaan dari negara-negara Islam. Arab 
Saudi kerajaan. Iran republik dibawah Imam. Mesir 
republik. Yaman kerajaan. Libia republik, tapi presidennya 
gak pernah ganti. Banglandesh & Pakistan republik. Brunei 
kerajaan. Dan seterusnya.

Pertanyaannya, mana dari sekian banyak negara-negara itu 
yang bisa dijadikan model bahwa itu adalah negara Islam? 
Saya pikir koq gak ada yang bisa dijadikan model. Tapi 
Islam memberikan pedoman bagaimana memimpin umat manusia 
(Islam) ketika seseorang menjadi pemimpin (apapun caranya 
atau modelnya).
 
Indonesia dengan Pancasilanya, justru merupakan terobosan 
kreatif dari bangsa Indonesia dalam mencari bentuk atau 
model bagaimana dan untuk apa Indoenesia harus didirikan 
di bumi nusantara, dimana aspirasi dan nilai-nilai dari 
berbagai komponen bangsa semuanya diakomodasi. Apapun, 
Pancasila merupakan kontribusi dari seluruh komponen 
bangsa tanpa terkecuali. ini prestasi luar biasa lho. dan 
Islam, sungguh memberikan kontribusi yang luar biasa dalam 
terumuskannya Pancasila itu. coba lihat berapa banyak 
istilah-istilah Islam ada di Pancasila, mulai dari adil, 
adab, hikmah, musyawarah, wakil, rakyat. Tapi bukan 
berarti dengan demikian NKRI adalah negara Islam.

Pancasila tidak identik dengan Islam. Karena Pancasila 
adalah hasil kreativitas olah nalar para pemimpin-pemimpin 
bangsa. Jadi Pancasila murni hasil rasionalitas orang 
Indonesia. Sementara Islam adalah kompilasi dari 
ajaran-ajaran Allah melalui Nabi Muhammad SAW. Bahwa 
Pancasila bersumber pada suatu agama (Islam misalnya) bisa 
dijawab iya. Atau agama selain Islam (Kristen, Budha, 
Hindu, atau yang lain) bisa juga dijawab iya. Tidak ada 
masalah.

Persoalan kita dengan Pancasila adalah bahwa Pancasila ini 
belum didukung dengan kerangka ilmiah yang kokoh. Kita 
selalu dihadapkan dengan case-case yang kemudian baru kita 
carikan jawabnya ke Pancasila.

Bandingkan dengan Liberalisme-kapitalisme (yang bersumber 
pada Adam Smith), Sosialisme-komunisme (yang bersumber 
pada Karl Marx), dimana ideologi-ideologi ini didukung 
dengan teori-teori ilmiah yang kokoh. Sekalipun saat ini 
sudah banyak yang usang, tapi untuk kurun waktu yang 
panjang, puluhan hingga ratusan tahun, teori-teori mereka 
diakui kebenarannya.

Sementara Pancasila, belum memiliki dukungan ilmiah itu. 
Kita belum tahu bagaimana cara berpikir Pancasila untuk 
menjawab semua masalah yang kita hadapi bersama. Apakah 
ini suatu kesalahan? Ya gak juga. Kita sebagai bangsa 
masih terhitung masih muda, sementara masalah, ancaman dan 
tantangan begitu banyak.

dan ini adalah tantangan kita sebagai 
bangsa............tapi saya yakin, kita sebagai bangsa 
sudah on the track. dan ini akan dijaga oleh Allah 
sendiri. kalau ada menyimpang, pasti kita akan 
"diingatkan" agar kita kembali ke jalan yang dikehendaki 
oleh Allah. Saya yakin sekali, Indonesia dengan 
Pancasila-nya, adalah negara yang dilahirkan oleh Allah 
untuk menjadi negara besar di dunia.

Salaam,
Bagus TL
 
On Thu, 15 Jun 2006 14:09:30 -0000
"lisaktong" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Pancasila lebih tepat dibandingkan dengan Piagam Madinah.
Piagam Madinah merupakan konstitusi tertulis sebuah Negara Islam.
Dengan demkian, berdasarkan Pancasila dan UUD 45 sampai amandemen 
keempat, NKRI adalah Negara Islam.
Realisasi sebagai Negara Islam lahir UU Perkawinan No 1 tahun 1974, 
UU Sisdiknas, Perbankan dan Ekonomi Islam, dan seterusnya termasuk 
yang masih perlu diperjuangkan dengan cara-cara elegant.
 
Banyak tonggak sejarah Pancasila, yaitu 1 Juni, 22 Juni, 5 Juli, 18 
Agustus, 1 Oktober, silahkan pilih yang mana.
Simulasi Pancasila juga ada sebagai Helm (AR Fachrudin) dan Rumah 
(Komunitas UI), silahkan pilih yang mana.






Quotes : 
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no 
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this 
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though 
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna - 

 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://asia.docs.yahoo.com/info/terms
 



Kirim email ke