muskitawati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> DS:
>Yang saya tanyakan siapa penciptanya, bukan pemiliknya. Bila masalah
>kepemilikan lalu seandainya anda sebagai pihak ketiga buta huruf dan
>anda tidak bisa membedakan mana BPKB asli, mana BPKB palsu lalu >gimana
membuktikannya ? Jangan katakan ke Polisi, karena ilustrasi ini
> adalah ilustrasi antara anda, agama Islam dan Hindu yg anda sebutkan
> sebelumnya dan tidak melibatkan pihak lain.
MM:
Jawaban saya sudah lengkap mencakup pemilik mobil yang membuktikan
dengan BPKB-nya, sedangkan Penciptanya membuktikan Hak Cipta miliknya
yang dilindungi UU yang berlaku.
Masalah BPKB aseli atau palsu atau Hak Cipta aseli atau palsu, tetap
saja ada aturan hukum untuk memastikannya, apalagi sudah ada sekolah
polisi, sekolah detektive, dan sudah ada sekolah hukum yang kesemuanya
melindungi hak2 seseorang sesuai dengan hukum yang berlaku. Tentu
enggak mungkin anda menghindari urusan polisi dan pengadilan dalam
menghadapi pemalsuan BPKB ataupun Hak Cipta.
DS :
Anda memang tidak bisa fokus dalam menjawab, pantas jawaban anda selalu
blunder...ha..ha..ha...
Pertama2x bilang Islam dan Hindu, lalu sekarang meluas dan melebar jadi
polisi, detektif, sekolah hukum etc.....hi..hi..hi...
Oke, baik saya coba tanggapi anda dengan ilustrasi di bawah tentang polisi,
detektif atau sekolah hukum.
MM :
Hal yang sama berlaku dalam agama Islam maupun agama Hindu, tak
mungkin menyangkal pengakuan agama Hindu tentang penciptaan yang
dilakukan Dewa Trimurti dengan bukti2 tulisan dalam AlQuran, karena
AlQuran sendiri sama sekali bukan bukti melainkan se-mata2 klaim
berupa kepercayaan yang tidak membuktikan apapun juga selain merupakan angan2
umatnya sendiri. Hal yang sama juga berlaku dalam agama Hindu, tak bisa
menyangkal kepercayaan umat Islam tentang Allah sang pencipta dengan
menggunakan ayat2 dalam kitab suci umat Hindu dimana kitab suci itu hanyalah
angan2 umatnya sendiri.
DS :
Pak, yang jadi masalah adalah bukan kitab umat Islam atau kitab umat Hindu,
tapi yg jadi masalah adalah umat atau manusianya yg diberi akal, apakah bisa
membuktikan yg mana yg benar dan mana yg salah. Seperti yg anda sebutkan
diatas ada detektif atau polisi, kita sebagai manusia ditugaskan menyelidiki.
Jadi bila ada ada kasus yg tidak terpecahkan, jangan salahkan kasusnya tapi
salahkan detektifnya/polisinya yg tidak becus dalam mengumpulkan dan
menganalisa data. Mereka semua (polisi, detektif, sekolah hukum, jaksa dll) di
ajarkan bagaimana caranya menyelidiki. Analoginya adalah sama seperti
peristiwa 'pembunuhan' (baca:penciptaan alam), tugas 'detektif / polisi'
(baca : umat manusia) adalah mencari 'pelaku' berdasarkan bukti2x yg ada.
Apakah karena anda tidak melihat 'pelaku peristiwa pembunuhan' lalu anda
berkesimpulan bahwa tidak ada 'pelakunya' (Tuhan) ? Bila ternyata 2 'detektif
/ polisi ' berkesimpulan bahwa 'pelakunya' adalah berbeda, apakah anda
lalu mengatakan tidak ada pelakunya ? Bila ternyata sudah ketemu 'pelakunya'
yg berbeda (Tuhannya Islam dan Hindu), lalu apakah anda tidak berusaha mencari
siapa 'pelaku' sebenarnya ? Apakah anda lebih suka mengatakan tidak ada
pelakunya ? Sampai sini paham ?
Jadi bila umat agama lain sudah menemukan Tuhannya, lalu jangan salahkan
orang lain tapi salahkan diri anda yg tidak becus dalam mencari dan
menganalisa data.
> DS:
> Sedangkan argumen anda "Karena kalo masalah hak penciptaan
> berkaitan dengan pasal2 lain dalam UU yang berhubungan dengan Hak
> Cipta (maaf buka Copyright), berarti anda tetap harus bisa menentukan
> penciptanya dahulu baru bisa memberikan Hak Cipta. Berarti masalah ini
> anda harus bisa menentukan siapa pencipta sebenarnya baru
> memberikan "Hak Cipta"
MM:
Anda benar, kenyataannya baik agama Islam dan agama Hindu keduanya
tidak pernah mendapatkan legitimasi hak cipta atas masing2 klaimnya
sehingga keduanya tidak bisa dibenarkan mengklaim hak cipta untuk
sesuatu yang tidak pernah diciptakannya itu. Hasil penelitian ilmu
pengetahuan memastikan siapakah yang berhak menerima "hak cipta" alam semesta
ini yang terbukti bukan Allah ataupun Trimurti, melainkan
berbagai proses yang komplex yang berlangsung milyardan tahun yang
tetap berlangsung hingga detik ini, dan hal ini menyangkal tulisan
AlQuran yang menyatakan allah menciptakan alam semesta dalam 6 hari
dan beristirahat dihari ketujuh.
DS:
Anda sangat salah, agama Islam dan Hindu mendapatkan legitimasi dari umatnya
masing2x.
Anda benar, alam semesta ini tercipta dengan berbagai proses yg komplex dlm
ribuan tahun, tapi apakah proses itu berjalan sendiri hingga kini ?
Apakah anda mau mengatakan bahwa alam semesta ini terjadi begitu saja tanpa
sengaja ? Bila anda mengatakan alam semesta terjadi begitu saja tanpa sengaja,
sama seperti mengatakan bahwa komponen2x pesawat yg belum terpasang dalam
gudang akan terpasang dengan sendirinya tanpa pelakunya sehingga menjadi jet
tempur...ha..ha..ha..
Apakah ketika anda melihat mobil berseliweran dijalan lalu anda mengatakan
bahwa mobil itu terjadi dengan sendirinya tanpa pelaku yg memproses
?...wak..kak..kak....sampai disini logika anda masih nyampai gak ?
>DS :
> Di Alquran di ajarkan cara untuk mengenal pencipta, ini yg tidak
diajarkan di kitab suci anda TIPITAKA, yg ketika di tanya siapa
penciptanya saja Si Buddha tidak tahu jawabannya.
>
MM:
Kalo kedua ajaran agama sama2 mengklaim hal yang sama tanpa satupun
dari keduanya mampu membuktikan klaimnya, maka tidak adil kalo kita
berpihak kepada salah satu dari klaim keduanya padahal keduanya sama2
tidak bisa membuktikannya, se-mata2 hanya iman kepercayaan yang
berguna untuk menipu perasaan dalam menciptakan angan2 masing2 umatnya.
DS :
Lalu kita percaya kepada siapa ? Apakah menurut anda agama Buddha paling
rasional ? Tunjukan ke-rasionalannya bila itu pendapat anda.
Disini saya mau coba berdiskusi dengan anda secara rasional dan realitas.
Jadi silahkan tunjukan agama mana yg paling rasional menurut anda.
Salam Metta...LLL...:)
---------------------------------
Ring'em or ping'em. Make PC-to-phone calls as low as 1ยข/min with Yahoo!
Messenger with Voice.
[Non-text portions of this message have been removed]
Quotes :
" Spirituality is essentially a journey within. You need no preparations, no
luggage to carry - nothing absolutely. What you need is just : LOVE ! And this
Love, can only come as an after effect of self-actualization, achieved though
the practice of meditative way of life."
- Anand Krishna -
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://asia.groups.yahoo.com/group/mayapadaprana/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://asia.docs.yahoo.com/info/terms