Mbah2,

numpang sharing perjalanan saja..

 

Kejawen tdk akan pernah menjadi agama, dan itu memang sama sekali tidak
perlu. Kejawen bukan agama melainkan jalan spiritual khas manusia jawa.
Kejawen sangat lentur beradaptasi dan berkembang. Dasar kejawen adalah alam,
berawal dari animisme dan dinamisme, yg di wilayah timur kemudian dikenal
sebagai tantra dan di barat (Mesir) dikenal dg Majusi. Dinamikanya sangat
mirip antara tantra dan majusi, yg pada tingkat awal mendorong perkembangan
ilmu kanuragan, kekebalan dan klenik. Pada level atas setelah mencapai
kesadaran memasuki tahapan spiritualitas. Sekalipun dalam tahap
spiritualitas kanuragan ditinggalkan tetapi kanuragan sendiri menjadi dasar
utk menapaki spiritualitas. Hal ini juga digambarkan dlm Injil pd kisah para
murid Yesus yg mampu membuat berbagai mujizat, menangkap penglihatan (lidah
api, burung merpati, langit terkuak). 

 

Dinamika spiritualitas memang sulit dipahami dg mengandalkan otak karena itu
spiritualitas tdk mengajarkan pemahaman dg otak/pikiran yg terbatas, tetapi
sebaliknya, kepasrahan, mau mendengar (entah berapa kali Yesus mengingatkan
"barang siapa bertelinga hendaknya mendengar"), dan utk itu diperlukan mau
menelanjagi diri, membuka topeng2 kepalsuan, kemunafikan, polos di hadapan
Tuhan yg diwujudkan dlm kepolosan dan keluguan di hadapan sesama manusia.
Maka Yesus setiap kali menyembuhkan mengingatkan hal ini dg berkata, "jangan
berbuat dosa lagi". Penyakit datang dari ulah manusia yg berdosa. Penyakit
hanyalah cambuk, penthung, tongkat gembala. Ketika sakit manusia terpaksa
membaringkan diri, tak berdaya, lemah, gak bisa apa-apa. Hal ini memaksa
orang utk pasrah menerima kebaikan orang lain. uluran tangan orang lain.
mendengar orang lain.. melihat. mengamati. 

 

Maka Yesus sesungguhnya sama sekali tidak mendirikan suatu agama apapun,
melainkan jalan spiritual.jalan yg harus dilakoni..nglakoni urip.di bawah
tutunan tongkat gembala.Kidung Agung banyak menggambarkan ttg "penelanjangan
diri" dan menggunakan ekspresi2 yg berbau porno. tetapi itulah gambaran
hubungan suci.. tanpa dosa.tanpa topeng..yg dalam spiritualitas jawa
digambarkan dg lingga-yoni..dan kepolosan dengan ngracut busananing
kamanungsan (melepas baju kemanusiaan) untuk mencapai kesadaran sejati bahwa
manusia bukan makluk raga tetapi makluk roh.makluk spiritual.yg tidak pernah
mati.yg bersatu.manunggal dg Gusti-nya. inilah rahasia gnosisme.yg justru
asli dikembangkan oleh para murid langsung Yesus .tanpa bentuk institusi
atau kelembagaan yg kaku.yg sampai saat ini sulit dipahami dg kacamata
dogmatis.karena mengandalkan otak..olah pikiran.ora bakal nyandak (gak bakal
nyampai)..sebab semua harus dialami.dilakoni.sebab semua rahasia itu dibukak
melalui pengalaman hidup..kitab basah menurut kejawen..dan kitab suci adalah
kitab kering.yang memandu untuk memahami pengalaman hidup setiap manusia
yang masing-masing unik.yg tentu saja sulit utk dilembagakan.karena setiap
pribadi adalah istimewa.unik.menapaki jalan dan pilihan hidup
masing-masing.. Semua jalan yg dipilih apapun pilihanannya adalah jalan
spiritual..hanya saja kalo ada jalan yg lebih mudah mengapa milih nglakoni
urip yang sulit..

 

Nuwun,

 

Dhemit Sonthul

 

 

Kirim email ke