Salam, Pendapat masing2 agama mengenai Tuha/Allah/God/Yahve dsb berlainan dan semuanya mengatakan dia yang benar. Padahal semuanya tidak lucu dan tidak ada gunanya memperdebatkannya bagi orang yang waras fikirannya. Wasalam, Wal Suparmo --- Pada Sen, 8/3/10, H. M. Nur Abdurahman <[email protected]> menulis:
Dari: H. M. Nur Abdurahman <[email protected]> Judul: Re: [Mayapada Prana] Tuhan itu hasil ciptaan Otak? Kepada: [email protected] Tanggal: Senin, 8 Maret, 2010, 5:23 AM ----- Original Message ----- From: MANG UCUP To: maya ; Zaman Sent: Monday, March 08, 2010 00:28 Subject: [Mayapada Prana] Tuhan itu hasil ciptaan Otak? Pertanyaan: “Apakah Tuhan yang menciptakan Otak ataukah Otak yang menciptakan Tuhan?” Filsuf Perancis Rene Descrates (1596 -1650) yang mendapatkan julukan sebagai Penemu Fisalfat Modern berpendapat: “Aku berpikir, maka aku ada”, dalam bahasa Latin “Cogito ergo sum” atau dalam bahasa Perncis “Je pense donc je suis”. Berdasarkan kesimpulan tersebut saya juga bisa menyatakan: “Tuhan itu ada, karena aku berpikir, bahwa Tuhan itu ada”. Memang pikiran itu hanyalah salah satu aktivitas dari fisik otak, tetapi cobalah renungkan arti dari kalimat ini: “Aku menetapkan PIKIRANKU untuk membeli sepeda” (I made up my MIND to buy a bike). Orang tidak akan berkata: “Aku menetapkan OTAKKU untuk membeli sebuah sepeda” (I made up my BRAIN to buy a bike). Jadi kesimpulannya pikiran inilah yang mengendalikan otak (mind over matter) atau secara tidak langsung terbuktikan, bahwa Tuhan itu sebenarnya adalah hasil ciptaan dari pikiran kita. Bahkan menurut Dean Hamer (Kepala Struktur Gen di U.S. National Cancer Institute) dalam bukunya “The God Gene” menyatakan, bahwa ia telah berhasil menemukan Tuhan di dalam gen manusia atau ranah Tuhan atau saklar Tuhan yang ada di dalam otak manusia. Jadi ini sesuai dengan apa yang ditulis oleh Maththew Alper dalam bukunya “The God Part of the Brain” jadi kita tidak perlu mencari Tuhan di surga, karena Tuhan itu sebenarnya hanya bersemayan dan berada di dalam otak kita saja. Pendapat Hamer ini juga didukung oleh Robert Thurman profesor studi agama Buddha yang berpendapat bahwa penemuan itu memperkuat salah satu konsep Buddha yang populer, bahwa manusia itu mewarisi gen spiritualitas dari inkarnasi kita yang terdahulu. Menurut Alper dalam bukunya “The God Part of the Brain”, bahwa manusia itu secara halus telah disetel atau digiring sedemikian rupa untuk berpaling pada suatu realitas spiritual dan untuk mempercayai kuasa-kuasa yang melampaui keterbatasan dari realita fisik kita. Hal ini bisa terjadi karena instink yang diwariskan secara genetika. Misalnya karena adanya perasaan takut mati sehingga secara alami menimbulkan sebuah insting bagi keyakinan religius dalam diri manusia perdana. Untuk mengatasi rasa gelisah dan takut mati inilah otak besar kita mencari jalan keluar bagaimana caranya agar mampu mempertahankan kehidupan setelah kematian. Dari situlah awal timbulnya pikiran manusia untuk menciptakan Sang Tuhan. Disamping itu, karena adanya rasa takut inilah juga yang telah menimbulkan kepercayaan dalam seperangkat mekanisme di dalam otak manusia, sehingga kita yakin dan tanggap akan adanya doa kesembuhan, sehingga akhirnya menimbulkan plasebo efek bagi sang pasien. Mungkin sudah tiba saatnya dimana para ahli memperdalam dan mempelajari mengenai disiplin ilmu anyar – suatu teologi genetika (Genotheology) yang baru untuk mencari jawaban-jawaban dari pertanyaan tersebut diatas. Majalah Time dalam edisi Jumat Agung (8 April 1966) memuat artikel dengan judul “Is God Dead?” dimana mereka memprediksikan, bahwa agama akhirnya akan mati dibunuh oleh Sains. Bagaimana pendapat Anda? ############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### ######### ######### ######### ### HMNA: Manusia mencipta tuhan di dalam benaknya. Itulah dia yang disebut ila-h(un). Itulah yang dinafikan (ditolak) dalam laa ila-ha, pada hakekatnya tidak ada itu ila-hun hasil ciptaan manusia dalam benaknya, yang Ada adalah Yang mencipta manusia dan alam semesta, Dia punya Proper Name adalah Allah. Sebab sewaktu manusia belum ada di permukaan bumi ini, ila-hun itu juga tidak ada, karena itu adalah hasil ciptaan manusia dalam benaknya. Jadi ma'na laa ila-ha illaLla-h, adalah tidak ada ilah (=sesembahan) hasil ciptaan manusia dalam benaknya, Yang Ada adalah Allah. Itulah Syahadat pertama ummat Islam. Sedangkan syahadat kedua adalah Muhammadan RasuwluLlah, artinya Muhammad Utusan Allah. Lengkapnya Syahadat ummat Islam: Asyhadu an laa ila-ha illaLla-h, wa asyhadu anna Muhammadan RasuwluLlah. Allah adalah proper name, nombre propio, nama asli, nama diri, maka tidak untuk diterjemahkan. Nama asli ALLAH ini mengandung keunikan, uniqueness, el ùnico, satu-satunya, the One and Only One. Karena Allah adalah proper name tidak dijabarkan dari akar kata dalam bentuk fi'il (verb) atau isim (noun). Beda hal nya dengan kata ila-h(un) yang dijabarkan dari akar kata Alif-Lam-Ha = ila-h(un) dalam bentuk singular, a-lihat(un) dalam bentuk plural), berbentuk isim = "sesembahan" hasil imajinasi manusia, yaitu berhala, atau manusia yang dipertuhankan seperti Jesus dalam theologi Trinitas. Jika kita menyebut Tuhan = God, maka kata god, singular = tuhan, bisa dijamakkan, menjadi gods /dewa2, yang ini maskulin / male gendernya. Sedang kalau digenderkan feminin/female, menjadi goddess/dewi2. Jadi kata God ini lebih bisa membiaskan kejamakan dan juga jenis kelamin. Sedangkan Allah, Yang Proper Name, tidak terikat pada ilmu nahwu (grammar), tidak dijabarkan dari akar kata tiga huruf, tidak kejamakan, tidak laki-laki (der), tidak perempuan (die), tidak banci / onzijdig (das). ############ ######### ######### ######### ######### ######### ######### ######### ######### ######### ######### ######### Mang Ucup Email: mang.ucup<at>gmail.com Homepage: www.mangucup. org __________________________________________________________ Coba Yahoo! Messenger 10 Beta yang baru. Kini dengan update real-time, panggilan video, dan banyak lagi! Kunjungi http://id.messenger.yahoo.com/

