Subhanallah walhamdulillah wallahuakbar, Ternyata Adik Al Ghozi
Jakara-- Raut sedih terlihat pada wajah Rukanah. Meski demikian,
perempuan tua berkerudung itu tampak tegar. derasnya hujan tak
menyurutkan niatnya mendatangi Mabes Polri kemarin.
Bagaimana tidak, dia adalah ibu kandung Fathurrahman al Ghozi, lelaki
yang tertembak mati petugas kepolisian Filipina karena didakwa sebagai
salah satu anggota jaringan teroris internasional tahun 2004 lalu.
Kini, Rukanah, kembali menghadapi persoalan rumit. pasalnya, adik
kandung Ghozi, Ahmad Rofik juga terlibat kasus terorisme. tuduhan cukup
berat, yaitu menyembunyikan gembong teroris, Dr. Azahari. sejak 30 Juni
lalu, bersama 14 tersangka lainnya, Ahmad Rofik telah ditahan polisi.
Dengan menggunakan sebuah kijang Panther biru bernopol AE 2929 DB,
Rukanah bersama tiga orang anaknya, seorang menantu, serta seorang cucu,
tiba di Bareskrim Mabes Polri tepat pukul 16.30. Dia didampingi TPM
Wirawan Adnan.
Menurut sumber, pertemuan antara ibu dan anak itu berjalan haru.
"Ahmad mengenakan baju kaos biru, celana jins gelap, serta tangan
diborgol. saat memasuki ruangan, borgol dilepas," jelasnya. meski tak
ada tangis, pelukan erat, ciuman, dan saling rangkul antara saudara,
ibu kandung dan ipar berlangsung selama 20 menit. "Yo opo to Le, kok
koyo ngene, ono opo Le (Bagaimana ceritanya Nak, kok bisa seperti ini.
Ada apa)," terang sumber itu meniru ucapan Rukanah, pada anaknya Ahmad
Rofik, yang saat itu memeluk dan mengusap rambutnya.
Menurut sumber lain, saat diperiksa Ahmad Rofik memang mengakui pernah
bertemu dengan Dr. Azahari. "Ahmad mengaku bertemu Azahari di dalam
sebuah masjid di daerah Madiun. saat itu, Ahmad mengaku tidak tahu,
kalau itu adalah Dr. Azahari. Karena perilaku Azahari dinilai baik, dia
malah berteman dan akrab," terang sumber itu.
Bahkan, Ahmad pernah sepuluh kali membonceng Azahari menggunakan motor
di daerah Madiun. "Dia baru tahu kalau itu adalah Dr. Azahari yang
dicari polisi. Karena hubungan pertemanan, Ahmad tak tega melaporkan
Azahari ke polisi." terangnya.
Dalam pertemuan tersebut, selain suasana haru, Ahmad dibekali pakaian
ganti, dan beberapa menu masakan kampung. "Yah saya pasrah saja pada
Yang Mahakuasa. Kita datang dari-Nya, dan akan berpulang kepada-Nya,"
terang Rukanah sedih. Rukanah hanya ingin berdoa agar keluarganya dapat
diampuni oleh Yang Kuasa. "Saya hanya dapat berdoa," tambahnya.
(Sumber: Harian Seputar Indonesia, 13 Juli 2005, hal. 10.)
Allahu Akbar...!!! Semoga Allah menolong para Mujahidin yang berada di
Jalan-Nya.
Allaahumma Adz-Dzib Amirika Wa-Hulafaa-ihim
Ya Allah siksalah Amerika dan antek-anteknya)
Allahumman shuril Mujaahidiina Fii Filisthiina Wa Fii Iraaqi Wa Fii
Fathaanii Wa Fii Indonesia Wa Fii Kulli Makaanin Wa-zamaanin
(Ya Allah tolonglah para Mujaahidiin di Palestina, dan di Iraq dan
Pattani dan di Indonesia dan di seluruh tempat dan waktu)
Allaahumma Munzilal Kitaabi Wa-Mujriyas-Sahaabi Wa-Haazimal Ahzaabi
Ihzimhum Wan-shurnaa Alayhim
(Yaa Allah yang menurunkan Al-Kitab dan memperjalankan awan, dan
Penghancur pasukan sekutu, hancurkanlah mereka, dan tolonglah kami atas
mereka)
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/