Wa'alaikumussalam warohmatulloh wabarokatuh,

Kalo kita asumsikan pelaku Bom adalah muslim.

Maka tergantung pemahaman kita dalam menilai mereka berdua itu mujahidin
atau bukan.
Yang pasti ana tidak mau terburu-buru menilai sebelum ana selesai
menelitinya dalam timbangan Al Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman
Salafush shalih.

Untuk menjawab penasaran akhi Bango, mungkin bisa antum baca dari
simpatisan tukang bom di Indonesia yakni buku yang ditulis oleh Abdul
Aziz "Imam Samudra" dengan judul aku melawan teroris. Disana ada sedikit
dalil yang dia tulis karena keterbatasannya menulis di sel biasa dan sel
isolasi sebagai pembelaan dia dan hujjah atas perbuatannya.

Adapula yang baru terbit yaitu dari syaikh Safar Hawaly tentang latar
belakang jihad di masa kini yang di awali dengan masuknya orang-orang
najis ke Jazirah arab terutama Tanah Suci kita.

Juga kalo boleh dilengkapi bacaan antum dengan karya syaikh Hamud Oqla
dengan judul Al Qoulul Mukhtar fie hukmil 'isti'anati bil kuffari.
Syaikh Hamud Oqla salah seorang kibarul Ulama yang satu angkatan dengan
Syaikh Bin Baz cuman beda nasib sedang terpenjara oleh rezim Saudi.

Dan banyak lagi kitab-kitab seirama jika antum BERNIAT mencarinya maka
insya Allah akan ketemu dengan sendirinya.

Khoir, Dalam urusan tabayyun tidak adil jika kita menggunakan narasumber
satu pihak tanpa meneliti pihak yang lain yang dituduh.
Yang pasti sebagai peneliti yang baik yang pertama adalah haruslah
terlepas dari berbagai media yang menyatakan ini dan itu...itu kerjaan
teroris itu kerjaan yahudi atau dalil Islam cinta damai rahmatan lil
'alamin dan segala macam.

Yang kedua Kuncinya jujur dan tetap berpegang pada standar pemahaman
salafush sholih, periksalah mayoritas kibarul 'ulama pendahulu dan
'ulama dunia saat ini yang berbicara tentang jihad di zaman ini artinya
lihat pula para 'ulama yang terpenjara baik ditimur tengah maupun
khususnya di Indonesia dan yang lebih afdhol bertanyalah langsung kepada
mereka yang tertuduh dengan jujur tanpa emosional menimbang ujian mereka
sudah cukup berat.

Dan mungkin sebagai awal ini ada semacam muqodimah yang ana dapatkan
yaitu suatu artikel dari seseorang yang mungkin merupakan simpatisan
atau mungkin juga salah satu operator jihad di Indonesia juga ana ndak
tahu. 

Sekali lagi paling tidak dengar dulu hujjah mereka yang TERTUDUH sebelum
kita semua melakukan VONIS AKHIR terhadap mereka dengan asumsi jika
PELAKUNYA ORANG MUSLIM.

Sila dibaca dan menimbang dengan baik dan jujur sesuai dengan mizan Al
Qur'an dan Sunnah yang shahih (tapi ndak maksa!!!) dan dibawah
penjelasan ini ada beberapa situs untuk memahami JIHAD yang mereka
pahami dan ingat ini baru pengantar fikih jihad.

---------------------
http://gurobabersatu.blogspot.com/2005/07/bom-perspektif-islam.html
BOM, PERSPEKTIF ISLAM
Tuesday, July 12, 2005

Saat ini, masyarakat mulai mendiskusikan hukum pengeboman terhadap
properti, mobil dan tempat-tempat umum lainnya, dan kami mendengar
beberapa pendapat yang menarik bahwa pengeboman dan peledakan tersebut
bukan "jalan penyelesaian masalah" atau "kebangkitan".
Itu adalah pendapat yang sangat menarik, tapi tidak fair, ini adalah
sebuah penilaian (analisis) yang tidak adil dari para 'pengamat' Islam.
Peledakan-peledakan tersebut hanyalah sebuah ikhtiar, dan bukanlah jalan
hidup atau metode mencapai tujuan.
Oleh karena itu hukum dari ikhtiar tersebut akan sama dengan hukum dari
target dan tujuannya.

Pengeboman punya sebuah tujuan. Memiliki buah dan hasil serta dalil. Ini
berbeda dengan apa yang orang simpulkan tentang tujuan pengeboman. Ini
bukanlah persoalan benar salah ataupun fair tidak fair bagi seseorang
menerima bahwa hukumnya semata-mata berdasarkan upaya untuk
menyempurnakan tujuan.

Jika kita menghubungkan persoalan ini dengan setiap persoalan agama, ini
hanya akan menyebabkan kebingungan dan terjebak dalam diskusi yang
menghabiskan waktu dan tiada ujung pangkal.

Tidak ada keraguan lagi, bahwa akibat dari pengeboman pastilah ada
pembunuhan dan kerusakan, beberapa membunuh dengan haq dan sebagian
tidak. Sebagai contoh, membunuh seorang Muslim tanpa haq (diharamkan),
kecuali dengan alasan yang dibolehkan Islam, seperti ; merajam pezina
(muhson), membunuh orang murtad dan menghukum tindakan kriminal, dan
lain-lain.

Sedangkan bagi orang kafir, hidupnya tidak memiliki kesucian tanpa
memiliki perjanjian damai (dengan khalifah) baik sebagai musta'man
maupun dzimmi, meskipun aslinya (orang kafir) tidak memiliki kesucian.

Beberapa peledakan yang tidak didasarkan pada kebenaran (haq) tidak
menyebabkan apa-apa kecuali fasad dan kehancuran, akan tetapi peledakan
yang didasarkan pada kebenaran (haq) memiliki akibat besar bagi
'kebangkitan' dan penyelesaian masalah. Sebuah pengeboman bisa jadi
dipuji oleh Allah SWT atau sebaliknya, dilaknat Allah SWT.

Oleh karena itu, untuk mengeluarkan istilah dan argumen baru, mengatakan
bahwa itu karena korupsi, perpecahan, dan sebagainya hanya akan menambah
kebingungan masyarakat. Orang yang mendiskusikan isu ini harus
menggunakan ilmu dan menghindarkan kebingungan masyarakat yang mudah
tergelincir oleh perasaannya dan argumen yang menakjubkan.
Mereka (orang-orang yang menggelincirkan umat) menyebarkan kebusukan
mereka di tengah-tengah masyarakat, seperti menyebarkan ide-idenya ,
yaitu ; sekularisme, pluralisme, kasih dan damai untuk sesama, dan
sebagainya serta mempropagandakan seruan tersebut sehingga jiwa
masyarakat terperangkap olehnya.

Sebuah contoh dalam persoalan ini adalah seseorang yang berbicara dan
menyeru orang untuk melawan dakwah, menyatakan bahwa dakwah adalah
jembatan menuju Jahannam. Ketika seseorang menuduh mujahidin dan
mengutuk mereka sebagai teroris, fundamentalis dan esktrimis, maka
sebenarnya mereka sendirilah yang menyeru kepada pintu-pintu neraka
Jahannam (du'atun ila abwabi jahannam) sebagaimana yang tertera dalam
hadits mulia yang diriwayatkan oleh Hudzaifah Al Yaman. Lalu, dapatkah
orang-orang tersebut (dua'tun ila abwabi Jahannam) mendapatkan syafaat
dari Rasulullah SAW di hari Kiamat nanti ? Ingatlah
firman Allah SWT :

"Sesungguhnya syetan-syetan itu mengajak golongannya supaya menjadi
penghuni neraka yang menyala-nyala." (QS Faathir (35) : 6)

Sementara ada penyeru yang menyeru kepada kebenaran (haq) dan mereka
berada dalam jalan menuju surga, dan ada juga yang menyeru kepada
kemungkaran dan mereka berada di jalan menuju Jahannam. Pengebom itu
memiliki dua tipe tersebut. Kita harus tahu apa tujuan dan arah operasi
mereka? Siapa yang menjadi target dan siapa yang akan dibunuh? Apakah
tujuannya mencari ridha Allah SWT ? Apakah targetnya orang Islam atau
orang kafir? Apakah tujuannya membunuh kaum Muslimin atau berperang
melawan para agresor?

Ada banyak pintu menuju surga, salah satunya adalah babul Jihad (pintu
jihad). Orang-orang yang haq akan mendapatkan "Izzah" dan kehormatan
melawan musuh dengan penuh keyakinan bahwa Allah akan menjanjikan mereka
surga dan kemuliaan.

Orang-orang yang mengutuk penyerangan-penyerangan tersebut tidak pernah
berhenti berpikir, baik tentang tujuan pengeboman maupun targetnya.
Masyarakat (dilandasi perasaan dan rasio semata) mengutuk
pengeboman-pengeboman yang terjadi dan tidak pernah berpikir mengapa
tempat-tempat tersebut menjadi target pengeboman. Masyarakat bahkan
mulai bertanya, "Dapatkah kita menggunakan bom bunuh diri di Palestina
?"

Allah SWT memerintahkan kita untuk menakuti dan menggentarkan
orang-orang kafir, musuh Allah dan kaum Muslimin. Allah SWT berfirman :

"Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu
sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan
persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu..." (QS
Al-Anfal (8) : 60)

Tidak ada keraguan lagi, bahwa pengeboman terhadap orang-orang kafir di
negeri-negeri kaum Muslimin dan negeri-negeri kufur akan menggentarkan
mereka, menakuti mereka dan menjerakan mereka dari menyerang kita lagi.

Kita lihat dewasa ini bahwa tidak ada yang mengguncangkan musuh kecuali
penyerangan dan pengeboman dan kekerasan, untuk mencari ridha Allah. Di
Palestina, orang Yahudi merasa menderita dan seolah-olah berada di
neraka karena secara terus-menerus, setiap hari terjadi penyerangan dan
operasi. Akan tetapi mereka (Yahudi) tidak pernah merasa khawatir atau
ngeri karena demonstrasi yang dilakukan oleh kaum Muslimin di London,
atau di Jakarta .

Kalau kita melihat pria-pria pemberani di abad ini dan pahlawan-pahlawan
umat di abad ini, seperti : Abdullah Azzam, Khattab, Muhammad Al Shihri,
Ahmad Al Haznawi, Sa'id Al Ghaamidi, Syekh Abul Abbas Al Januubi, Syekh
Osama bin Laden, Khalid Ayyash dan masih banyak lagi, orang-orang ini
tidak pernah menjadi pahlawan besar, kecuali melalui pemahaman tentang
jihad.

Terlihat bahwa seseorang yang ingin menyebarkan ide bahwa pengeboman
bukan jalan untuk kebangkitan atau pendekatan rasional hanyalah mencoba
menyebarkan pandangannya untuk mengembangkan tarbiah dan pendidikan
untuk membangkitkan umat.

Memang, kenyataannya kita mengetahui pentingnya tarbiah dan pendidikan,
khususnya untuk memurnikan akidah dalam tubuh umat, untuk memurnikan
tauhid dan mengajarkan umat untuk menolak thagut, membangun mereka dalam
wala'' dan bara', akan tetapi tidak menyangkal seruan jihad dan
memerangi agresor, mempertahankan hidup, kekayaan (harta) dan kehormatan
kaum Muslimin dengan kehidupan dan tubuhnya. Ini tidak dapat dihentikan
(seruan untuk menghentikan agresi melawan kaum Muslimin).

Terlihat bahwa mereka ingin kita melawan agresi dengan diskusi penuh
kedamaian dan dengan selebaran-selebaran. Sangatlah aneh seseorang yang
berpikir demikian. Dapatkah mereka benar-benar meyakini apa yang mereka
katakan ? Atau tidakkah mereka mengerti kebodohan seruan mereka dan
tentang apa mereka menyeru kita ?

Bukanlah Allah yang menyeru kita kepada kebodohan-kebodohan, ini hanya
tentang kecenderungan dan kecintaan kita kepada dunia dan kebencian kita
kepada kematian, sebagaimana hadits Rasulullah SAW yang menggambarkan
kondisi umat Islam seperti buih di lautan. Sejarah menceritakan kepada
kita beberapa fenomena ketika kita melihat sejarah Bani Israel dan janji
kemenangan dan desakan setelah itu, agar mereka meninggalkan
kebiasaan-kebiasaan lama mereka. Kita mendapatkan kemiripan, ketika kita
tidak mau mengubah kondisi kita, 'kebiasaan-kebiasaan' buruk yang kita
lakukan.

Kejadian di masa lalu ketika kaum Tartar yang ingin menduduki
tanah-tanah kaum Muslimin selama bertahun-tahun. Meskipun demikian
orang-orang tidak bergerak untuk menarik urat saraf untuk melawan
mereka. Kejadian serupa terjadi di Al-Sham (tempat konferensi-konferensi
Islam dilaksanakan), ketika terjadi pendudukan oleh orang-orang kafir.
Pada waktu itu penguasa di sana mengirim banyak ulama dan memotivasi
mereka untuk berjihad, dan tentu saja hal ini tidak membantu kecuali
sedikit.

Apakah keanehan ini masih terjadi sekarang, jika masyarakat menjadi
penakut dan tidak merespons seruan jihad atau menyeru perang, kemudian
apa yang akan mereka lakukan jika 'tokoh-tokoh' mereka menanamkan pada
mereka kehinaan dan kekalahan ? Jika mereka menyiapkan kebangkitan
dengan slogan mereka tentang reformasi dan perdamaian ? Itulah mengapa
masyarakat mulai berkata "Ini bukan saatnya berperang, ini saatnya islah
dan reformasi."

Kita berdoa kepada Allah agar masyarakat mengerti bahwa jihad dan makna
jihad memiliki status hukum yang sama. Kita juga berharap agar
masyarakat mengerti bahwa mereka-mereka yang berjihad telah memutuskan
dan mengerti arti jihad, apakah itu bermanfaat atau tidak. Kita berdoa
kepada Allah SWT agar menjaga kita tetap teguh dalam Islam ini dan
memiliki 'keberanian' melawan kebatilan dan mencegah kita dari
kebingungan dan keraguan. Amin.

T A K B I I I I R.....!!!!!!!!! 

posted by Al-Ghuroba @ 9:39 PM

Beberapa Situs milik simpatisan atau mungkin milik pelaku jihad -Allahu
'alam- yang selamat antara lain:
http://www.abubaseer.bizland.com/
http://www.tawhed.ws/s?p=48
http://islammemo.cc
http://kavkazcenter.com/eng/
http://www.geocities.com/abuya_2005/almuhajirun
http://www.gurobabersatu.blogspot.com/
http://istimata.cjb.net/
http://pks-online.cjb.net/

Dan alamat lain yang tidak terdeteksi hingga dulu ada situs dengan
alamat: Tanahjihad.net tapi sudah tamat riwayatnya kena hacking.

Sila menikmati.

Barokallahu fiekum
Aboo Fahmee
Pecinta kedamaian dibawah naungan Islam
 

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of Bango Samparan
Sent: Monday, July 25, 2005 12:23 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [media-dakwah] Adik Al Ghozi

Assalaamu'alaikum wr. wb.

Mas Teguh, kalau dr. Azahari dan Noordin Muh. TOP itu termasuk
mujahiddin enggak sih? Masak ngebomnya di Ina yang sedang nggak perang?

Wassalaamu'alaikum wr. wb.
B. Samparan

--- "Teguh, Imanullah (PSU)" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Subhanallah walhamdulillah wallahuakbar, Ternyata Adik Al Ghozi
> 




                
____________________________________________________
Start your day with Yahoo! - make it your home page 
http://www.yahoo.com/r/hs 
 




Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links



 






Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke