Assalamu'alaikum wr. wb.
Saya kira semua gagasan teman2 di bawah ini sangat bagus. Cuma di tataran
kita apa bisa mempengaruhi keputusan di pertamina maupun di lembaga2 negara
tersebut?? Yang bisa kita lakukan adalah menyalurkan ide2 tersebut melalui
organisasi2 atau partai2 Islam yang menurut kita masih menjunjung tinggi moral.
Terus terang saja saya masih menganggap PKS adalah partai yang masih menjunjung
tinggi moral (sorry bukan kampanye ya!!). Saya setuju bahwa secara umum moral
dan disiplin dari bangsa kita masih rendah makanya korupsi terjadi di hampir
semua lembaga negara, dan saya kira untuk mengubah budaya suatu bangsa tidak
bisa dilakukan hanya dalam hitungan hari, minggu, bulan, tahun. Jadi marilah
kita jadikan gerakan moral ini menjadi gerakan nasional dimulai dari kita
sendiri, dari hal2 yang kecil dan dari sekarang juga. Kita mulai dengan memberi
contoh perbuatan2 maupun disiplin yang baik kepada orang2 sekitar kita keluarga
(kakak/adik/ayah/ibu/suami/istri/anak....dst), tetangga
kita, teman2 sekolah, kantor, ...dst...dst. Insya Allah hasilnya akan
kelihatan nanti mungkin 1 tahun, 10 tahun atau 100 tahun lagi. Contoh jangan
biarkan anak2/adik2 kita mencontek di sekolah hal ini mendidik mereka untuk
menjunjung tinggi kejujuran, menanamkan mereka untuk disiplin belajar dll.
Dan jangan lupa marilah kita junjung tinggi Ukhuwah Islamiah!!
Wassalam
Ketut Junaedi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaykum wr wb.
Ana setuju dengan pak Cahyo, kayaknya Pertamina harus di reformasi dan
revolusi total dulu, ana punya usul untuk para Management Pertamina atau
Meneg BUMN mungkin seluruh management pertamina dan karyawannya di
ikutsertakan dalam Training ESQ (Emotional Spiritual Quetion), training
ini terbukti sukses untuk mendongkrak kinerja dan kesadaran karyawan dan
management untuk memahami siapa yang menciptakan dan Berkuasa di Dunia
ini....dan bagaimana seharusnya kita sebagai manusia mengisi kehidupan
dan bersyukur.....Insya Allah Perusahaan kami sudah
melaksanakannya....dan hasilnya Alhamdulillah baik....
(terlampir paparan tentang ESQ)
Wassalamu'alaykum wr wb.
Ketut
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of cahyo nugroho
Sent: Friday, June 16, 2006 11:12 AM
To: tuty cornaningsih; A Nizami; media dakwah
Subject: Re: [media-dakwah] Ketika Ormas Islam Mendukung Yahudi
Assalamualaikum wr.wb.
Saudara2 seislam yang saya hormati,
Mengenai blok Cepu dan Exxon, saya pun pada awalnya sangat tidak
menyukai keputusan pemerintah memberikan blok Cepu pada Exxon. Tetapi,
setelah saya datang ke daerah Cepu, Bojonegoro, Blora dan sekitarnya,
saya melihat kenyataan yang cukup miris.
Di sebuah lapangan minyak namanya Kawengan, dekat dengan blok Cepu, di
operatori oleh Pertamina, dengan produksi minyak 3000 barel per hari,
terdapat kenyataan yang menyedihkan. Apa yang menyedihkan?
1. Baru pertama kali saya melihat bahwa ada lokasi pengeboran minyak,
dimana safety/keselamatan sangat2 kurang diperhatikan. dapat dilihat
dari lokasi sumur yang sangat dekat dengan perumahan penduduk dan
penduduk lokal yang bekerja sebagai buruh kasar tidak menggunakan
peralatan2 keselamatan.
2. Jalan menuju sumur2 tersebut sangat buruk. Aspalnya sudah banyak
bolong dimana-mana.
3. Beberapa sumur sudah dikelola secara swadaya dengan KUD setempat
juga penambang2 lokal, dan tiap barelnya hanya dihargai 5 dolar...!!!
Bandingkan dengan harga minyak per barel saat ini, berkisar antara 70-75
dolar.
4. Pertamina tidak bisa melakukan optimalisasi pada sumur2 tua.
Padahal jika di optimalisasi, produksinya masih bisa didongkrak lebih
dari 3000 barel.
5. Penduduk di sekitar pengeboran, hidupnya sangat mengenaskan. Di
bawah tanah mereka terdapat ribuan barel minyak, tapi rumah2 mereka
masih terbuat dari kayu dan masih terlihat kumuh.
Kesimpulan yang saya dapatkan adalah:
1. Pertamina memang butuh untuk di revolusi total, baru lah BUMN
tersebut bisa bersaing dengan perusahaan minyak lainnya dan kita percaya
bahwa BUMN tersebut bersih dari tikus2 korupsi.
2. Tetap tidak menyetujui Exxon yang ditunjuk sebagai operator di blok
Cepu, karena Pertamina tetap membutuhkan pembelajaran untuk mengambil
resiko. Tentunya hal ini setelah Pertamina di revolusi total.
3. Kita sebagai umat Islam, tidak bisa hanya mengucapkan "bangkitlah
wahai umat" atau "yahudi telah menyerang atau mengambil kekayaan alam
Indonesia", tapi ayo kita berdakwah dengan tidak mengesampingkan ilmu
dan teknologi sebagai sarana beribadah kepada Allah. Bagaimana mungkin
bisa memenangkan sebuah peperangan, jika umat Islam masih belum bisa
memproduksi senjatanya sendiri dan masih impor senjata pada musuh2
Islam?
Mengapa dipisah2kan antar kewajiban beribadah dan berdakwah, dengan
belajar, riset dan menggali teknologi. Zaman keemasan Islam, tidak hanya
dikenal karena akhlaknya yang mulia, tapi juga hasil2 penelitiannya yang
mengguncang dunia. Angka nol, Aljabar, Kedokteran, Kimia, semua pada
awalnya dari seorang muslim. Setau saya, satu2nya kitab suci yang ada
suruhan untuk membaca, hanyalah Al Quran al Karim.
Semoga kita, esok hari bisa berdakwah mengenai ritual ibadah, juga
mendorong umat untuk giat melakukan belajar, penelitian/riset, menuntut
ilmu dan membuat terobosan baru dalam teknologi. Sehingga, tidak perlu
lagi bergantung pada teknologi yang dibuat oleh Yahudi dan Nasrani.
Wallahualam bishowab,
Mohon maaf bagi yang kurang berkenan,
Cahyo Nugroho
tuty cornaningsih <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Rekan2,
Jadi apa nih upaya kita??? selain minyak kita juga mendukung bisnis
yahudi/barat. Kita belanja juga ke Carrefour, Giant, memakai celana
Levi's, minum Coca-cola, minum Susu Nestle dll yang nota bene kepunyaan
para yahudi/barat. Siapa nih yang mau mempelopori muslim Indonesia punya
produk sendiri?
Wassalam
A Nizami wrote:
www.nizami.org
Ketika Ormas Islam Mendukung Yahudi
"Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi
orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena
Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah
sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum,
mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku
adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan
bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan." [Al Maa-idah:8]
Dengan diserahkannya blok Cepu ke Exxon, berarti kita
menyerahkan kekayaan alam kita ke Yahudi. Kenapa?
Karena Exxon adalah satu dari "The Seven Sisters" (7
perusahaan minyak yang menguasai dunia) yang didirikan
oleh konglomerat Yahudi, Rockefeller. Keluarga
Rockefeller memiliki Exxon-Mobil, Standard Oil, Amoco,
Esso, Arco, Conoco, Socal, BP, dan Chevron (asalnya
dari satu perusahaan: Standard Oil kemudian dipecah
jadi beberapa perusahaan karena adanya UU Anti-Trust
di AS -
http://anoca.org/rockefeller/part/standard_oil_company.html).
Dengan potensi minyak 300 ribu barrel per hari dan
harga minyak US$ 70 per barrel, Indonesia bisa
mendapat Rp 70 trilyun lebih per tahun hanya dari
Cepu. Pada tahun 1972 saja, Exxon dan kelompoknya
memiliki aset US$ 49 milyar lebih dan penjualan US$ 49
milyar lebih.
Tapi karena pemimpin kita dan juga anggota DPR
(termasuk dari partai Islam) kurang amanah, akhirnya
kekayaan alam yang ada diserahkan ke Yahudi.
Menyerahkan blok Cepu ke Exxon (yg bisa menghasilkan
rp 70 trilyun lebih per tahun) sama dengan menyumbang
uang ke pihak Musuh. Kita tahu Exxon adalah milik
keluarga Rockefeller, yahudi Amerika. Uangnya (dari
pajak dsb) mengalir ke tentara2 AS yang akhirnya
digunakan membantai saudara muslim kita di Iraq,
Afghanistan, dsb. Belum lagi untuk memblokade dan
menakut2i saudara kita di Palestina dan juga mendanai
JIL di sini.
Jika kita kaji siroh Nabi, tidak pernah Nabi
menyerahkan kekayaan alam kepada musuhnya atau pihak
yang membunuh orang Islam. Bahkan Nabi mengancam bakar
kebun kurma (kekayaan alam) orang2 Yahudi yang
memusuhi mereka.
Sebesar apa pun manfaat menyetujui penyerahan Cepu ke
Exxon, lebih besar lagi mudharatnya dan bertentangan
dgn sunnah Nabi.
http://www.modernhistoryproject.org/mhp/ArticleDisplay.php?Article=Final
Warn08-4
The Yom Kippur War and the Arab Oil Embargo of 1973
These seven companies announced their alliance with
the statement: "We have formed a very exclusive
club... And we are now united. We are making history."
Remember, in 1914, Congress referred to [the
Rockefeller controlled] Standard Oil as "the invisible
government." The oil companies are powerful, and their
power was never more apparent than it was during the
manufactured "oil crisis" of 1973.
On October 6, 1973, as synagogues in Israel observed
Yom Kippur, the Jewish Day of Atonement, Syrian
MiG-21's attacked a group of Israeli jets. Egypt,
Syria, Jordan, and eight other Arab nations had
mobilized against Israel. Egypt attacked the Sinai
Peninsula with 4,000 tanks, knocking out many Israeli
tanks; while Syria attacked the Golan Heights with
1,200. New Soviet-made SAM-6 missiles plucked Israeli
planes out of the sky with ease.
Lihat bagaimana 7 sisters itu bersatu di bawah kontrol
keluarga Rockefeller sebagai negara tak terlihat yang
menguasai dunia dan menghancurkan negara2 Arab?
>From "tabir57"
Gagalkan Hak Angket, Anggota DPR Dituduh Transaksi
Politik
Nurfajri Budi Nugroho - detikcom
Jakarta - Fraksi PKS dan Fraksi PPP DPR dituding telah
melakukan transaksi politik dengan menarik dukungannya
terhadap usulan hak angket Blok Cepu. Isu suap Rp 5
miliar pun semakin kuat terdengar.
Hasto Ditantang Beberkan Suap Rp 5 M Angket Cepu
Isu Suap Blok Cepu Diduga Dilakukan Anggota DPR
BK Siap Investigasi Suap Hak Angket Blok Cepu
DPR Kayak Orba Gagalkan Hak Angket Blok Cepu
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/05/tgl/
31/time/155837/idnews/606319/idkanal/10
http://anoca.org/rockefeller/part/standard_oil_company.html
Standard Oil Company
Standard Oil was an oil refining company founded by
John D. Rockefeller and partners in 1863 . Borrowing
heavily to expand his business, he drew five big
refineries including the business concern of Henry
Morrison Flagler into one firm, Rockefeller, Andrew&
Flagler. By 1868 he headed the world's largest oil
refinery.
On January 10 , 1870 he formed theStandard Oil Company
of Ohio and started his strategy of buying up the
competition and consolidating all oil-refiningunder
one company. By 1878 Standard Oil held about 90% of
the refining capacity in the U.S.In 1881 the company
was reorganised as the Standard Oil Trust. The three
main menof "Standard Oil" were Henry H. Rogers ,
William Rockefeller , and, the most important, John D.
Rockefeller .
This attracted attention from antitrust authorities in
the 1890s , the Ohio Attorney General filed and won an
antitrust suit in 1892 and thecompany was broken up
after the United States Supreme Court declared the
company to be an "unreasonable" monopoly under the
Sherman Antitrust Act on May 15 , 1911 . However, the
owners remained in charge of the smaller companies
which made up four of the Seven Sisters .
Standard Oil was not a well-loved company. Through a
series of dubious business practices it either subdued
competitors orengaged in illegal transportation deals
with the railroad companies to ensure itcould undercut
its competitors' prices. Standard Oil, formed well
before the discovery of Spindletop and a demand for
oil other than for heat and light, was well placed to
control the growth of the oilbusiness. It did this by
ensuring it owned and controlled all aspects of the
trade.
During a massive strike by employees of the
Rockefeller-owned ColoradoFuel and Iron Company , what
was referred to as the LudlowMassacre occurred on
April 20 , 1914 . Thestate militia fired on a tent
city inhabited by workers and their families, causing
numerous deaths and a public relations disaster. John
D. Rockefeller Jr. was forced to takeaction to bolster
his public image to avert large-scale market losses.
[1]
Perhaps the most infamous action of Standard Oil was
its involvement with IGFarben . The two organisations
worked together to build a plant for the manufacture
of synthetic rubber in Nazi Germany, using slave
labour from Auschwitz .
The following quotation (from journalist Thomas Lawson
's 1905 book, Frenzied Finance) perhapsepitomises the
company as perceived by the public.
"Standard Oil" has from its birth to present writing
been responsible for more hell than any other trust or
financialthing since the world began. Because of it
the people have sustained incalculable losses and have
suffered untoldmiseries.
There were eight distinct groups of individuals and
corporations which made up the big "Standard Oil":
The Standard Oil, seller of oil to the people, which
was made up of many sub-corporations either by actual
ownership or byownership of their stock or bonds;
Henry H. Rogers , William Rockefeller, and John
D.Rockefeller,active heads, and included with them
their sons;
A large group of active captains and first
lieutenants, men who conducted the affairs of the
different corporations orsections of corporations in
which some or all of the "Standard Oil" were
interested;
A large group of captains retired from active service
in the Standard Oil army;
The estates of deceased members of the wonderful
"Standard Oil" family, which were still largely
controlled by some or all ofthe prominent "Standard
Oil" men;
"Standard Oil" banks and banking institutions, and the
system of national banks, trust companies, and
insurance companies, ofwhich "Standard Oil" had, by
ownership and otherwise, practically absolute control;
The "Standard Oil" army of followers, capitalists, and
workers in all parts of the world;
The countless hordes of politicians, statesmen,
lawmakers and enforcers -- political structure -- and
judges andlawyers.
Successors
Successor companies to Standard Oil include:
Standard Oil of Ohio - or Sohio now part of BP
Standard Oil of Indiana - or Stanolind , renamed Amoco
- now part of BP
Standard Oil of New York - or Socony and merged with
Vacuum - renamed Mobil , now part of ExxonMobil
Standard Oil of New Jersey - or Esso (S.O.) - renamed
Exxon , now part of ExxonMobil
Standard Oil of California - or Socal -renamed
Chevron, now part of ChevronTexaco
Atlantic and Richfield - merged to form Atlantic
Richfield or Arco - now part of BP - Atlantic
operations spun off and boughtby Sunoco
StandardOil of Kentucky - or Kyso was acquired by
Standard Oil of California - now part of ChevronTexaco
ContinentalOil Company - or Conoco is now known as
ConocoPhillips
Other Standard Oils:
Standard Oil ofIowa - pre 1911 - became Standard Oil
of California
Standard Oil of Minnesota - pre 1911 - bought by
Standard Oil of Indiana
StandardOil of Illinois - pre 1911 - bought by
Standard Oil of Indiana
Standard Oilof Kansas - refining only, eventually
bought by Indiana Standard
StandardOil of Missouri - pre 1911 - dissolved
StandardOil of Nebraska - eventually bought by Indiana
Standard
Standard Oil of Louisiana - always owned by Standard
Oil of New Jersey (Esso)
Standard Oilof Brazil - always owned by Standard Oil
of New Jersey (now Esso)
Standard Oil of Colorado - a scam to cash in onthe
Standard Oil brand in the 1930s
Standard Oil of Connecticut - A fuel oil marketer in
Connecticut not related to the Rockefellercompanies
http://www.green-trust.org/7sisters/ch9stress.htm
World's 12 largest manufacturing corporations ranked
by assets in 1972
Rank Company Assets($000) Sales ($000) Rank
1* Exxon 21,558,257 20,309,753 2
2* Royal Dutch/Shell 20,066,802 14,060,307 4
3 General Motors 18,273,382 30,435,231 1
4* Texaco 2,032,174 8,692,991 10
5 Ford 11,634,000 20,194,400 3
6 IBM 10,792,402 9,532,593 7
7* Gulf 9,324,000 6,243,000 12
8* Mobil 9,216,713 9,166,332 8
9 Nippon Steel 8,622,916 5,364,332 17
10 ITT 8,617,897 8,556,826 11
11* BP 8,161,413 5,711,555 15
12* Socal 8,084,193 5,829,487 14
===
Dampak Pornografi: 1 di antara 3 wanita AS diperkosa. Tiap tahun 2,3
juta wanita hamil di luar nikah di Indonesia (Dr. Boyke). Berantas
pornografi dukung RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi - www.nizami.org
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam? Yahoo! Mail has the best spam protection around
http://mail.yahoo.com
Send instant messages to your online friends
http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
---------------------------------
Do you Yahoo!?
Next-gen email? Have it all with the all-new Yahoo! Mail Beta.
[Non-text portions of this message have been removed]
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
[Non-text portions of this message have been removed]
Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Yahoo! Groups gets a make over. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/mDk17A/lOaOAA/i1hLAA/TXWolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED]
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/