Astaghfirullohal'adziim,

Saudaraku, mohon cek-dan recek dahulu sebelum menyebarkan hal-hal yang
bisa menimbulkan fitnah.

Perbedaan seharusnya disikapi dengan arief, apakah sudah ada yang
bertanya kepada Ulama NU, Jombang khususnya ?
Jika dicermati, nama-nama yang dicantumkan, ada beberapa yang sudah
meninggal, bahkanmeninggalnya sebelum kemerdekaan, jadi ????
Opo tumon, orang sudah almarhum kok berfatwa, silahkan dicek dulu...
Mudah-mudahkan Alloh mengampuni kesalahan kita, amiin...

wassalam,
dodi

--- In [email protected], Anto Sulistianto <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Wah, fatwa ini udah berumur 4 tahun yaa? diputuskan 1
> Ramadhan 1423 H. Trus, fatwa NU Jombang ini diterima
> nggak oleh seluruh warga NU  ?
> 
> Wassalam,
> Anto
> 
> --- handri yanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> >   Assalamu'alaykum warohmatullohi wabarokatuhu.
> >    
> >   Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami
> > memuji-Nya, meminta pertolongan dan
> > ampunan kepada-Nya. Kami berlindung kepada Allah
> > dari kejahatan jiwa-jiwa kami
> > dan kejelekan amalan-amalan kami. Barangsiapa yang
> > diberi petunjuk oleh Allah,
> > maka tidak akan ada yang menyesatkannya. Dan
> > barangsiapa disesatkan oleh Allah,
> > maka tidak akan ada yang memberi petunjuk kepadanya.
> > 
> > Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan
> > yang berhak untuk disembah
> > kecuali hanya Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya.
> > Dan aku bersaksi bahwa
> > Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya.
> >    
> >   Alhamdulillahirobbil aalamiin, berikut ini
> > informasi dari saudara kita dari Jombang mengenai
> > fatwa ulama NU di Jombang. Semoga Allah Subhanahu wa
> > Ta'ala senantiasa memberikan taufiq dan hidayahnya
> > serta meneguhkan hati kaum muslimin agar senantiasa
> > berpegang teguh kepada Al Qur'an dan Sunnah yang
> > shahih.
> >    
> >   Wallahu musta'an
> >   Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh,
> >  
> >
> ==============================================================
> >   
> > 
> >    
> >   From: "Harlan C. Jaya"
> > <[EMAIL PROTECTED]>
> > Subject: FW: FATWA ULAMA NU JOMBANG
> > Date: Fri, 15 Sep 2006 09:24:35 +0700
> >       
> > FATWA ULAMA JOMBANG
> > DALAM BERBAGAI IBADAH/AMALAN 
> > 
> > 
> > BEBERAPA FATWA ULAMA NU JOMBANG
> > Bismillahirrohmanirrohim
> > Kami Ulama dari Nahdatul Ulama Jombang, Jawa Timur
> > setelah bermusyawarah dalam masalah peribadatan umat
> > Islam yang selama ini dianggap Ibadah, amalan YANG
> > TIDAK SESUAI dengan syariat Islam, setelah mengkaji
> > ulang beberapa kali dan mengkaji hadits-hadits,
> > pendapat para imam, telah mengambil keputusan untuk
> > menghimbau, sekali lagi sifatnya menghimbau kepada
> > kaum muslimin di seluruh Indonesia khususnya kaum
> > Nahdiyin agar merubah secara bertahap amalan yang
> > selama ini kurang sesuai dengan syariat Islam, agar
> > mengikuti fatwa kami sebagai berikut :
> > 
> > DALAM SHOLAT
> > 1.   Agar meninggalkan kebiasaan membaca "Usholli…"
> > dengan suara keras, karena niat itu pekerjaan hati
> > cukup dalam hati saja.
> > 2.   Ba'da sholat, imam tidak perlu membaca wirid,
> > Zikir, dengan bersuara, cukup dalam hati dan imam
> > ba'da sholat tidak perlu memimpin DO'A BERSAMA
> > dengan jama'ah. Imam dan jama'ah berdo'alah
> > sendiri-sendiri dalam hati.
> > 3.   Jama'ah ba'da sholat tidak perlu mencium tangan
> > imam, cukup bersalaman saja  ( Catatan : bersalaman
> > setelah sholat pun harus sedikit demi sedikit
> > ditinggalkan karena tidak ada dalilnya, kaum
> > muslimin seharusnya mengamalkan sunnah dengan  
> > mengucapkan salam dan bersalaman sesama muslim pada
> > saat bertemu satu dengan yang lainnya )  
> > 4.   Dalam sholat subuh imam tidak perlu membaca
> > do'a Qunut, kecuali kalau ada sesuatu yang berbahaya
> > terhadap kehidupan Umat Islam secara keseluruhan.
> > 5.   Do'a Qunut boleh dibaca setiap sholat bila ada
> > keperluan yang bersifat darurat tidak hanya dalam
> > sholat subuh.
> > 6.   Sholat Rawatib/Sholat Sunnat Qobliah/Ba'diah
> > adalah sebagai berikut Qobla Subuh, Qobla dan Ba'da
> > Dzuhur, Ashar tidak ada rawatib, Ba'da Magribh dan
> > Ba'da Isya.
> > 
> > DALAM SHOLAT JUM'AT
> > 1.   Sebelum khotib naik mimbar tidak ada Adzan dan
> > tidak ada qobla' jum'at.
> > 2.   Ketika khotib duduk diantara dua khutbah tidak
> > ada bacaan sholawat.
> > 3.   Ba'ada sholat jum'at imam tidak mempunyai
> > kewajiban untuk memimpin do'a untuk makmum dengan
> > suara kuat. Silahkan imam dan jama'ah berdzikir,
> > wirid dan do'a masing-masing.
> > 4.   Dalam sholat jum'at tongkat yang selama ini
> > dipakai khotib bukan merupakan saran ibadah. Hanya
> > kebiasaan dari khalifah Utsman, sekarang dapat
> > ditinggalkan.
> > 5.   sebelum khotib naik mimbar tidak perlu
> > pengantar dan tidak perlu membaca hadits Muhammad
> > SAW tentang jangan berkata-kata ketika khotib sedang
> > khutbah, tapi sampaikanlah bersamaan dengan laporan
> > petugas masjid tentang laporan keuangan. Petugas
> > khotib dan imam hal ini sebagai perangkat laporan
> > administrasi masjid, bukan proses ibadah sholat
> > jum'at.
> > 
> > DALAM SHOLAT TARAWIH/WITIR/TAHAJUD
> > 1.   Dalam bulan ramadhan diwajibkan shaum dan
> > dimalam hari disunnatkan sholat tarawih, witir. Yang
> > selama ini masih ada yang berbeda pendapat karena
> > itu perlu diketahui himbauan ini.
> > 2.   Sholat Tarawih dilakukan Nabi Muhammad SAW
> > sebanyak 8 raka'at dan 3 raka'at witir. Dapat
> > dilakukan dengan cara 4-4-3.
> > 3.   Tidak disunnatkan membaca do'a bersama-sama
> > antara raka'at.
> > 4.   Tidak dibenarkan antar jama'ah membaca sholawat
> > nabi bersahut-sahutan.
> > 5.   Sebelum Ramadhan tidak perlu sholat Tasbih,
> > Sholat Nisfu Sya'ban, sedekah ruah. Karena hadits
> > tentang kedua sholat tersebut dho'if, lemah dan
> > berbau pada hadits maudhu (palsu). Karena terputus
> > perawinya dan sholat ini tidak pernah dilakukan oleh
> > Nabi Muhammad SAW juga 4 sahabat.
> > 6.   Pada sholat witir dibulan Ramadhan tidak perlu
> > ada Qunut  ( Catatan : adapun qunut witir merupakan
> > sunnah yang tidak dibatasi kapan hari mulainya pada
> > bulan Ramadhan. Qunut witir dilakukan sebelum ruku )
> >  .
> > 
> > DALAM UPACARA TA'ZIAH
> > 1.   Keluarga yang mendapat musibah kematian, wajib
> > bagi umat Islam untuk ta'ziah, selama tiga hari
> > berturut-turut.
> > 2.   Kebiasaan selama ini yang melakukan hari ke-7,
> > hari ke-40, hari ke-100 supaya ditinggalkan. Karena
> > ini tidak ada contoh dari Nabi Muhammad SAW dan
> > tidak ada tuntunannya. Upacara itu berasal dari
> > ajaran agama Hindu dan Budha, menjadi upacara
> > drikerajaan Hiyang dari daratan Tiongkok yang dibawa
> > oleh orang Hindu ke tanah Melayu tempo dulu.
> > 3.   Dalam ta'ziah usahakan tidak ada makan-makan,
> > cukup air putih sekedar obat dahaga.
> > 4.   Acara dalam ta'ziah, baca surat al-Baqoroh ayat
> > 152 sampai 160, kemudian adakan tabligh yang
> > mengandung isi kesabaran dalam menerima musibah,
> > tutup dengan do'a untuk sang almarhum, tinggalkan
> > kebiasaan baca surat Yasin bersama-sama, tahlil dan
> > kirim Fadhilah. Semua itu ternyata hukumnya bid'ah.
> > 
> > DALAM UPACARA PENGUBURAN
> > 1.   Tinggalkan kebiasaan dalam  sholat jenazah
> > dengan mengajak jama'ah untuk mengucapkan kalimat
> > bahwa "jenazah ini orang baik, khoir, khoir". Hal
> > ini tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW dan
> > tidak ada Hadits sebagai pembimbing.
> > 2.   Tinggalkan kebiasaan ketika mengangkat jenazah
> > turun naik tiga kali sambil dibacakan surat
> > Alfatihah.
> > 3.   Tinggalkan kebiasaan selama ini adanya
> > bimbingan kepada mayat yang sudah dalam kubur yang
> > disebut dengan TALQIN.
> > 4.   Tinggalkan kebiasaan membangun kuburan dengan
> > bangunan mewah.
> > 5.   Tinggalkan kebiasaan selama ini membaca kitab
> > suci al-Qur'an (Surat Yasin) diatas kuburan, kalau
> > ziarah kekuburan bersihkan kemudian berdo'a.
> > 
> > Demikianlah beberapa Fatwa yang kami simpulkan,
> > karena masalah yang kami kemukakan diatas, sangat
> > banyak dipertanyakan dari berbagai dan terutama dari
> > keluarga besar Nahdiyin. Fatwa ini datang dari
> > berbagai Ulama NU yang berkumpul di Jombang dalam
> > suatu pengajian, sehingga oleh KH Mustafa Djalil
> > dikumpulkan beberapa Ulama untuk membahas berbagai
> > masalah sehari-hari yang menjadi selang sengketa
> > dikalangan umat Islam, khusunya kalangan Nahdiyin,
> > untuk menjadi pegangan sehingga dapat diadakan bahan
> > pertimbangan dan jangan melakukan perubahan dengan
> > cara yang kurang bijaksana, khawatir akan
> > menimbulkan gejolak. Lakukan sosialisasi Fatwa ini
> > dengan diskusi dengan jiwa kebersamaan untuk menuju
> > kepada ibadah dan peramalan yang benar menurut
> > syariat Islam. Kepada saudara-saudara yang menerima
> > Fatwa ini, agar memperbanyak Fatwa ini dan
> > disampaikan secara beranting ke sumua umat Islam
> > agar segera tersosialisasi dengan cepat.
> > 
> > Semoga Allah SWT menuntun kita kejalan yang lurus
> > 
> > Jombang, 1 Ramadhan 1423 H
> > 1.   KH. Mustafa Djalil
> > 2.   KH. Abdullah Siddiq
> > 3.   KH Mahfudz Siddiq
> > 4.   KH Abdullah Hasyim
> > 5.   KH Hasyim Basdan
> > 6.   KH A. Ridwan Hambal
> > 7.   KH Faturachman Sujono
> > 8.   KH Cholil Anshor
> > 9.   KH Tantowi Djauhari
> > 
> > Notulis pertemuan
> > 
> === message truncated ===
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
> http://mail.yahoo.com
>










Ajaklah teman dan saudara anda bergabung ke milis Media Dakwah.
Kirim email ke: [EMAIL PROTECTED] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/media-dakwah/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


Kirim email ke