DL - Tampaknya sejarah memang membuat bingung, misalnya kalimat di bawah ini "........ benarkah Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun? Prof Mr Gertrudes Johan Resink (1911-1997) membantah pernyataan tersebut." Saya sendiri berpendapat, Belanda hanya menjajah Indonesia selama 3,5 tahun saja, yaitu periode 17 Agustus 1945 sampai 27 Desember 1949. Sebelum 17 Agustus 1945 belum ada negara bernama Republik Indonesia, baru ada Hindia-Belanda saja. Juga Belanda hanyalah negeri segede upil, jadi mana mungkin menjajah Hindia-Belanda yang akbar? Pasti banyak kolaboratir Inlanders yang membantu penjajahan Belanda, karenanya lebih tepat disebut penjajahan orang Hindia-Belanda terhadap orang Hindia-Belanda sendiri, bukan begitu? :-).
SUARA PEMBARUAN DAILY -------------------------------------------------------------------------------- Sejarah yang Bikin Bingung Judul buku: Seabad Kontroversi Sejarah Penulis: Asvi Warman Adam Penerbit: Ombak Cetakan: Maret 2007 Tebal: ix + 180 halaman Beberapa saat setelah Orde Baru berakhir bermunculan gugatan masyarakat terhadap sejarah (versi pemerintah). Buku-buku baru diluncurkan. Sejarah pun jadi polemik. Buku ini menawarkan tipologi kontroversi sejarah Indonesia yang disebabkan oleh fakta (dan interpretasi) yang tidak tepat, tidak lengkap, dan tidak jelas. Contoh kategori pertama, benarkah Indonesia dijajah Belanda selama 350 tahun? Prof Mr Gertrudes Johan Resink (1911-1997) membantah pernyataan tersebut. Termasuk dalam kategori pertama adalah sejarah yang berhubungan dengan mantan Presiden Soeharto. Selama ini PKI ditulis menyatu dengan Gerakan 30 September (G30S), seakan partai tersebut dalang tunggal dari percobaan kudeta 1965. Padahal versi lain tentang adanya keterlibatan militer, Sukarno, Soeharto, bahkan unsur asing (CIA dan lain-lain). Malah belakangan muncul versi baru yang melihat peristiwa dari 30 September 1965 sampai 11 Maret 1966 sebagai suatu kesatuan dan disebut "kudeta merangkak". Kategori kedua antara lain menyangkut Budi Utomo yang kelahirannya 20 Mei 1908 diperingati Hari Kebangkitan Nasional. Terdapat kritik terhadap organisasi ini yang dinilai bersifat kedaerahan (Jawa). Kategori ketiga adalah hal-hal yang tidak jelas dalam sejarah Indonesia. Contohnya mengenai naskah asli surat Supersemar, Peristiwa Malari (11 Januari) 1974. Buku ini bisa dijadikan salah satu pegangan bagi guru dn siswa serta masyarakat yang selama Orde Baru telah menjadi korban rekayasa sejarah rezim penguasa. Selama ini publik menjadi bingung karena begitu banyak peristiwa yang kabur atau dikaburkan. [R-8] -------------------------------------------------------------------------------- Last modified: 22/3/07
25buku2t.gif
Description: GIF image
