> Jawabnya mudah "karena memang kebanyakan seperti
> itu" (maaf kalau terasa
> kasar dan agak nggak enak.   Coba sekarang anda
> iseng, lakukan survei
> kecil-kecilan 8-).   Kepada rekan-rekan sekitar anda

> Pengalaman saya mengajar menunjukkan itu koq 8-) 
> Tapi bukan berarti
> mahasiswa itu "pada dasarnya malas", tetapi kondisi,
> nilai masyarakat dan
> situasi yang mendorong ke arah sana.    (Zaman yg
> inginnya serba instant,
> serba di"suapin", lha dari SD sampai SMA dididik
> untuk disuapin, masak di
> kuliahan "ujug-ujug" bisa nggak disuapin).
> Pengalaman saya dalam mengajar biasanya tidak lebih
> dari 20% mereka yg
> mengerjakan "assignment" dg baik..he.he. yg lainnya
> "liat kiri liat
> kanan", begitu juga waktu masuk di kelas...

tugas dosen kan salah satunya memotivasi mahasiswa
untuk mau belajar.
cuma ada sedikit dosen aja yang bisa itu. laen nya
kalo ngasih kuliah kesannya monoton. mangkanya
kesempatan buat ngobrol n buat ngantuk tuh lebih
banyak. intonasi suara ngaruh lo pak 
  
> Kalau PTN dengan mudah melakukan jurus "potong
> mahasiswa" yang malas
> langsung "out".  Apalagi karena masuknya "pun" udah
> disaring ketat.
> Pendekatan seperti ini sebetulnya "melanggar
> kebebasan akademi" mahasiswa
> (he.h kalau meminjam istilah UU pendidikan di
> Jerman).  Yaitu hak
> seseorang untuk bersekolah.. (lha dia mau sekolah
> koq dikeluarin...)
> Nah justru itu yg menjadi "tantangan" bagi sang
> dosen adalah bagaimana dg
> situasi yang 80% tak "mendengarkan" itu bisa
> berubah, minimal jadi 50% aja

setuju... harusnya yang disaring ketat itu calon
dosenya bukan mahasiswanya. la wong kita belajar
karena kita belum bisa kok. 

> (udah bagus itu).  Saya sendiri selalu berpendapat,
> tidak ada "mahasiswa
> yang malas atau bodoh".  Yang ada adalah mereka yang
> "rela" jadi korban
> keadaan he.he.he.he.h.he (misal temen-temen bilang
> ngapain belajar,
> ikut-ikutan nggak belajar...dll)

gue nggak rela belajar di kampus yang monoton. lagian
QBasic, cobol dkk masih aja dipelajari, mendingan kan
dari kelas 1 sampe kelas tua belajarnya bahasa c aja
jadikan kita jago. walau pun cuma satu (ato 2 sama
bahasa rakitan lah) bahasa pemrograman aja tapi kan
kita jago.....
kebanyakan elmu tuh. masak semua bahasa pemrograman
dipelajari..... tapi gue yakin tidak ada satupun yang
dikuasai bener-bener.
 
> Oh ya dalam "nominalnya" kalau 20% dari mahasiswa GD
> itu jumlahnya saja
> udah lumayan besar lho.... 8-)  Sayangyna yang 20%
> itu seringkali
> "tertimbun kesannya" oleh yang 80%.  Sehingga dosen
> juga menilai mahasiswa
> seperti yang "80%" itu..

tapi biasanya yang 80% (yang males masuk) itu jago
diluaran lho. ipk mungkin kecil tapi kemampuan gue
nggak mau ngeraguin mereka tuh. 
> Kampus sendiri menyadari bahwa dosen itu "SEBAIKNYA"
> hadir (makanya ada
> mekanisme dosen pengganti, absen dosen dlsb).  
> Tetapi seperti yang saya
> ungkapkan mekanisme kebijakan di kampus, itu semakin
> ingin ideal maka
> semakin tidak bisa strict (dalam bentuk Uni ideal,
> maka dosen itu tidak
> bisa "diperintah oleh REKTOR").

mahasiswa juga sebaik-nya kuliah asal silabus, materi
kuliahnya di perbaiki dululah. 
 
> Mungkin kalau anda sendiri pernah ikut RAPIM pernah
> merasakan bagimana
> sekolah itu juga mendengarkan "suara-suara complain
> ini".  Dan bagaimana
> usaha yang dilakukan GD untuk mengatasi hal ini.
> 
> Jadi bukan berarti kampus tidak menyadari masalah
> seperti "dosen tidak
> hadir", "praktikum kurang alat", "mahasiswa
> berantem", dll dsb.
> 
> > sampai saya berkesimpulan sendiri (dr kacamata
> saya), kalo keterpurukan
> > informasi yg terjadi di Kampus krn Organisasi yg
> ada sekarang, tidak atau
> > kurang sesuai dng ekspektasi, dan ini bakalan
> effect juga ke sisi-sisi lain
> > spt, Penyedian Informasi, internal promotion, 
> rewards system... bla..bla
> 
> Soal informasi saya jadi inging bertanya... berapa
> persen dari mahasiswa
> yang akses Internet (bukannya underestimate). 
> Mudah-mudahan sekarang
> sudah membaik, tetapi jangankan di Internet
> (ngarepin mahasiswa ngeliat
> site kayaknya hanya berhasil di mahasiswa "plus"
> yang memang udah rajin).
> Kalau kita bicara yg anggota milis ini ya jelas 100%
> yang baca site. Tapi
> kalau seluruh mahasiswa Gunadarma (Saya butuh angka,
> bukan kira-kira....
> ada yg mau survei... untuk memperkuat bahwa
> perkiraan saya ini salah
> ?????, artinya memang sudah banyak mahasiswa GD yang
> memakai Internet
> secara aktif dan membutuhkan informasi di site ?).

biasanya yang aktif di internet itu. ya orang yang
bebas biaya access yang kaya kita2. mangkanya kalo mau
ngerubah sistem pendidikan ke yang serba internet
apakah mau kampus nyediain fasilitas semacam itu.
setau saya laboraturium kampus tertutup untuk
penelitian mahasiswanya. kita boleh masuk ke sana asal
ada jadwal praktikum doang. orang2 kayak gue yang
enggak punya komputer sendiri dirumah. kayaknya boro2
ngembangin system, yang ada aja susah untuk
dipelajarinya.

 
> Saya ingat dulu GD masih sering mengirim surat
> kepada mahasiswa yang
> "nyaris dropout" 8-) ini khan suatu bukti juga bahwa
> ada usaha dari Uni

kayak-nya nyindir nih. no commant ah
> untuk memberikan informasi ini.  Tapi kembali lagi
> kepada efektifitas
> media, yang digunakan.  Untuk mahasiswa seingat saya
> yg tergolong efektif
> di GD adalah memasang spanduk (walau low tech, ini
> lebih efektif daripada
> di Web Site).
> 
> Nah jadi berbagai media "pengumuman" itu telah
> ditempuh.. termasuk "salah
> satunya "Internet (mungkin sekarang gara-gara
> Internet lagi top, maka
> karena nggak ada di Internet, maka dianggap
> kurang..he.h.eh.e)
> 
> > Maaf loh, saya bukan coba untuk menjelekkan atau
> sejenisnya , cuma pengen
> > coba bersikap kritis aje,... dan melihat dr sisi
> lain (mhs yg selalu
> > dipojokkan.. hihihi), tolong P' Dosen jangan benci
> saya, krn waktu di kampus
>  ~~~~~~~
> Karena mahasiswa sukanya duduk dipojok... 8-), soal
> kritis, boleh donk Uni
> atau dosen yg kritis terhadap sikap mahasiswa
> juga...
> 
> Oh ya "mencoba" lain dari arus seringkali sulit.  Di
> arus yang rame-rame
> complain Uni, tapi mencoba "memberi pandangan lain"
> akan sangat sulit
> sekali, karena dianggap menentang arus.  Akan lebih
> mudah kalau ikut arus
> juga 8-)

> Oh ya kritis tidak harus berarti "melawan" 8-)

kalo kita ngelawan arus, dan kita nggak kuat
ngelawan-nya bisa-bisa kita malah keseret arus kan.
tapi kalo kita ngikutin arus sewaktu-waktu kita nyampe
juga kesebrang ato paling tidak kita tau posisi kita
sudah seberapa jauh.  
> IMW"Zaman mahasiswa saya tergolongnya "biangnya
> mahasiswa bandel"

w

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Make a great connection at Yahoo! Personals.
http://personals.yahoo.com

* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives     : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan    : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti     : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke