On Fri, 23 Jan 2004, adi wrote:
> > >
> > > Seandainya dosen-dosen terus memutuskan tidak mengajar, dan memilih
> > > pekerjaan lain hanya gara-gara gaji gimana ya
> > >
> >
> > Hidup itu adalah pilihan... apakah seorang ingin jadi dosen, pengusaha,
> > pegawai negeri dll, tapi yang pasti, kita harus mempunyai tanggung jawab
> > terhadap pilihan yang kita pilih. Tidak ada alasan untuk seseorang
> > mengesampingkan tanggung jawab yang diembannya, baik itu tanggung jawab
> > profesi, moral maupun sosial.
>
> ha ha memang susah kalo masih mhs, kita dulu juga berpikir simpel,
> guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa, tapi hidupnya suka terhina,
> masa ada guru yang jadi ojek, alasanya untuk biaya hidup, kasian juga
> ya
> salut sama oemar bakri
Saya ingat satu film ketika saya masih SD (artinya sebelum tahun 80). Film
itu dapat banyak penghargaan, yg main "Mang Udel". Ceritanya tentang guru
yang jujur dan mengabdi (pokoknya guru yg ideal lah). Suatu saat dia
mendapat kemalangan dan harus mengeluarkan duit yg besar. Dia meminta
bantuan sana sini, tidak ada yg memberi dan akhirnya menjual kertas milik
sekolah (tentu saja ini salah).
Seingat saya akhirnya dia dipecat dari pekerjaan guru (atau dipenjara saya
lupa).
Nah kurang lebih seperti itulah nasib guru/dosen di Indonesia (dosen
mungkin lebih baik). Diharapkan ideal tapi jarang dibantu oleh
masyarakatnya.
IMW
NB : walau saya sudah menonton dan film itu berkesan, tapi tidak membuat
saya kapok utk jadi guru/dosen
* Gunadarma Mailing List -----------------------------------------------
* Archives : http://milis-archives.gunadarma.ac.id
* Langganan : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Berhenti : Kirim Email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
* Administrator: [EMAIL PROTECTED]