mau duduk di belakang atau di pagernya,, itu salah satu bentuk kecil dukungan 
gw buat para "pejuang" yg bawa nama indonesia untuk menukir sejarah di bidang 
sepakbola
" mending nonton di rumah" itu jg kl nonton... ga janji dehhhhhhh

========================================
Regards,
Yan'in
PT. LG ELectronics Indonesia
Display Division - Material System Unit
Office    : +62 21  8989-115
Fax       :  +62 21  8980588
========================================

  ----- Original Message ----- 
  From: WARSONO 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, July 30, 2007 4:15 PM
  Subject: Re: [mxrider] OoT :: CATATAN DARI SENAYAN... (18 JULI 2007)



  Walah beli ticket yg 15.000 aja.........plng juga duduk barisan plng belakang 
mendingan nonton di TV
    ----- Original Message ----- 
    From: Janssen 
    To: [email protected] 
    Sent: 2007-07-23 Monday 8:26 PM
    Subject: Re: [mxrider] OoT :: CATATAN DARI SENAYAN... (18 JULI 2007)



    seumur-umur baru kali itu gw nonton bola langsung dr stadion GBK, gw 
bela2in mesen tiket jauh2 hari buat nonton tuh pertandingan,
    emang secara kertas kita kalah tp gw masi ada harapan walau secuil  bahwa 
indonesia bakal menang, INDONESIA bagi gw ga kalak dalam pertandingan itu, 
karena untuk ukuran korea harusnya bisa bikin gol lbh dr 1 untuk indonesia, 
karena semangat juang pemain merah putih dan keberuntungan bagi gw yg blm 
berpihak.
    Emang kesel waktu besoknya di kantor di ledekin tp mereka diem waktu gw 
bilang bahwa "gw tinggal dan hidup di indonesia dan ini hanya sebagian kecil 
sumbangsih gw buat dukung "pejuang" kita dari pada lo semua yg bisanya cuma 
ngejek"

    HIDUP INDONESIA.... HIDUP MERAH PUTIH....


    ========================================
    Regards,
    Yan'in
    PT. LG ELectronics Indonesia
    Display Division - Material System Unit
    Office    : +62 21  8989-302
    Fax       :  +62 21  8980588
    ========================================

      ----- Original Message ----- 
      From: ◄..ŁцÇk¥..► 
      To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL 
PROTECTED] 
      Cc: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] ; [EMAIL PROTECTED] ; 
[EMAIL PROTECTED] 
      Sent: Tuesday, July 24, 2007 2:30 AM
      Subject: [mxrider] OoT :: CATATAN DARI SENAYAN... (18 JULI 2007)



      right or wrong, it's my country!!
      = God Bless Indonesia =


      CATATAN DARI SENAYAN... (18 JULI 2007) 

      Ketika tahu saya akan datang ke GBK untuk menonton pertandingan Indonesia 
vs Korea, seorang rekan di kantor bilang "mau kecewa kok bayar". Saya hanya 
tersenyum. Saya tahu akan sulit sekali kita akan menang. 

      Ada yang bertanya: kenapa tetap ke stadion? 

      Jawab saya: Karena saya tahu mereka tetap berjuang dengan semua yang 
mereka miliki. Mereka gigih menutupi kekurangan teknis dan fisik dengan 
semangat membara dan jiwa patriotisme. Supporter terus mendukung mereka dengan 
membahana, karena kami ?supporter Indonesia- tak lagi melihat ada yang layak 
didukung dalam keseharian yang lain. 

      Tanya: Tidakkah olah raga yang lain begitu juga? 

      Jawab: Mungkin. Tapi kebetulan saya tak tahu, apakah ada yang bisa 
mengumpulkan 88 ribu manusia Indonesia di dalam stadion dan 30 ribu lainnya di 
luar stadion bernyanyi lagu Indonesia Raya dengan hikmat dan haru. Mereka 
datang dari Lampung, Makassar, Solo, Surabaya, Malang, Bandung dengan ikhlas. 
Antri berhari-hari demi menunjukkan bahwa di Indonesia masih ada yang bisa 
diabanggakan. 

      Beberapa teman mencela timnas Indonesia dan mencoba menunjukkan bahwa 
dukungan saya akan sia-sia. Baiklah. Tapi bukankah memilih bersatu mendukung 
perjuangan adalah lebih baik daripada terdiam dan mencela kesalahan orang lain? 

      Pertandingan kemarin adalah sebuah kombinasi antara harapan dan ironi. 
Ada harapan untuk memperoleh kemenangan dan mengukir sejarah, tapi harapan itu 
sendiri diam-d iam sebenarnya tak bisa mutlak di hati kita. Dalam pertandingan 
sepakbola supporter di stadion adalah orang yang siap kecewa dan pemain siap 
untuk dicaci. Sepakbola adalah permainan, kemenangan dan kekalahan adalah 
sesuatu yang melekat. Kami sadar akan hal itu. Pada setiap pertandingan ada 
risiko kekalahan. Setiap dukungan ada risiko kepedihan. Sebab ada yang 
tersingkir di sana . 

      Akhirnya, saya hanya sedih, tapi tak kecewa. Timnas Indonesia bukanlah 
tim mega bintang seperti Brasil atau Italia. Tak akan mengejutkan bila nanti 
kita kalah, atau kita melihat sesuatu yang tak beres di sana. Setidaknya dalam 
kompetisi, PSSI adalah salah satu contoh yang sering terjadi di Indonesia: 
'mismanagement'. 

      Seandainya PSSI diisi para profesional sepakbola, bukan politisi yang 
mencari suara, bukan pengusaha yang cuma cari nama, atau golongan tua yang 
umumnya dahsyat dalam semangat tapi lembek dalam organisasi kerja, hasilnya 
pasti akan lain. 

      Untunglah, masih ada supporter Indonesia yang "benar". Mereka bernyanyi 
sepanjang pertandingan, memuji pemain meski kalah, karena mereka menilai pemain 
dari perjuangan yang diberikan, bukan sekedar hasil akhir.

      Saya tak ingat kapan saya merasa bangga menyanyikan Indonesia Raya dengan 
sungguh-sungguh. Tapi kemarin, paduan suara 88 ribu supporter Indonesia membuat 
buku kuduk saya berdiri, kibaran bendera merah putih membuat air mata saya 
mengalir pelan. 

      Air mata haru kembali memaksa keluar, ketika menit-menit akhir 
pertandingan, dimulai oleh ribuan penonton dari belakang gawang Markus Harrison 
menyanyikan lagu Indonesia Raya meski dengan suara parau, kombinasi kelelahan 
dan kesedihan. Lagu tersebut memang mampu memompa semangat pemain, tapi apa 
daya, tenaga yang benar-benar habis terkuras dan kualitas teknik yang di baw ah 
lawan membuat semangat dan perjuangan mereka tak membawa hasil maksimal. 

      Sebagai supporter yang kalah, saya ingin menghibur diri: ternyata ada 
kemenangan lain dalam Piala Asia kali ini. Yang juga menang adalah sebuah rasa 
kebangsaan yang bernama 'Indonesia '. 

      Secara kasat mata, ternyata seluruh supporter datang dan bersatu tanpa 
ada sentimen SARA apapun. Bersatu, bernyanyi, dan berteriak membahana 
Indonesia! Indonesia! Indonesia! Tak ada pekik kesukuan, etnis, atau simbol 
agama apapun. Di sebelah saya berkulit terang, bermata sipit, gadis-gadis ABG 
cantik keturunan Tionghoa dengan bangga memakai kaus bertulis "Indonesia " 
besar di dadanya, sang pria dengan bangga mengalungkan bendera merah putih di 
lehernya, menjadi bak Superman. Di sektor sebelah saya bule-bule berkaus merah 
putih, dengan jelas teriak-teriak dan ikut bernyanyi, "Yo ayo, Ayo Indonesia... 
Kuingin, Engkau Harus Menang.... " 

      Tak ada anarki, semua bernyanyi, bahkan ketika kekalahan terjadi. Lagu 
wajib "Yo ayo, Ayo Indonesia... Kuingin, Engkau Harus Menang.... " masih 
membahana meski dengan kepala tertunduk dan wajah sedih. Kami pulang dengan 
langkah pelan. 

      Maka haruskah saya terus merasa sedih? Saya pandangi kaus putih 
bertuliskan Indonesia di dada saya. Tiba-tiba saya tergerak untuk mencium 
lambang Garuda Indonesia di sebelah kiri, "Karena Gue Cinta Indonesia".... 


      "Catatan dari seorang teman" 


--------------------------------------------------------------------------
      Be a better Globetrotter. Get better travel answers from someone who 
knows.
      Yahoo! Answers - Check it out. 



   

Kirim email ke