Subject: Kunci Sehat Pekerja Malam



 

      Saat ini, tidak sedikit profesi yang menuntut bekerja di luar jam kerja 
nine to five, seperti karyawan hotel, tenaga medis, pekerja pabrik, atau 
wartawan berita yang harus siap 24 jam. Ketika harus menjalani shift malam atau 
lembur kantor, para pekerja malam ini terpaksa menggunakan waktu tidur mereka 
untuk bekerja. Padahal, tidur malam itu bermanfaat untuk mengisi 'baterai' 
tubuh agar tetap fit dan bugar. 

      Lantas, bagaimana agar tubuh tetap sehat, meski terjaga di malam hari ?


      Masuk angin hingga lever

      Menurut dr. Retno Juwita Hanum dari Brawijaya Women and Children Hospital 
Jakarta Selatan, masa istirahat, terutama di malam hari, berfungsi mengumpulkan 
energi dan memberi kesempatan organ-organ tubuh berelaksasi. Kurangnya waktu 
tidur di malam hari, amat mungkin dialami bagi Anda yang bekerja atau lembur 
hingga larut malam (bahkan dini hari). Menurut dr. Wita, bila tidak 
menggantikan waktu istirahat, dampak buruk yang lebih cepat terasa adalah 
merosotnya daya tahan tubuh. Nah, jika kondisi tersebut dibarengi oleh paparan 
angin malam, masuk angin menjadi penyakit langganan para pekerja malam. 
Terlebih, saat stamina tubuh sedang tidak fit, menyebabkan rentan terkena 
penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus, misalnya influenza, cacar air, 
dan herpes.

      "Kesehatan paru-paru juga patut diperhatikan. Hawa dingin angin malam 
bisa menyebabkan infeksi gangguan sistem pernapasan, khususnya penderita alergi 
udara dingin, akan gampang terkena bronkitis dan asma," kata dr. Wita.

      Tampaknya, daftar penyakit yang bisa menyerang para pekerja malam masih 
panjang. Dokter Wita juga memaparkan, yang cukup parah, orang yang sering 
bekerja malam sangat rentan terkena penyakit lever alias hepatitis A. Hal ini 
disebabkan, orang yang aktif di malam hari, fungsi hatinya dipicu untuk bekerja 
lebih cepat sehingga detoksifikasi tubuh lebih tinggi. Akibatnya, kondisi tubuh 
mudah drop.


      Mengganti jam istirahat

      Sayangnya, deretan penyakit yang bisa menyerang pekerja malam justru 
tidak membuat mereka lebih memerhatikan asupan nutrisi yang masuk ke dalam 
tubuh. Yang membuat salah kaprah, umumnya para 'manusia malam' ini sering kali 
mengonsumsi kopi sebagai 'doping'. Bahkan, ada pula yang lebih suka ditemani 
rokok. Tujuannya, sih, agar tidak mengantuk dan menjaga stamina tetap fit. 
Bukan itu saja, jenis camilan yang mengandung lemak tinggi semacam biskuit 
serta kentang goreng malah menjadi santapan ringan saat bekerja.

      "Sebaiknya gantilah kopi dengan teh. Mulailah menyantap camilan sehat, 
seperti buah atau kue rendah gula. Ngemil juga bisa mengurangi risiko gastritis 
alias gangguan lambung. Rokok sebaiknya hindari saja, sebab ujung-ujungnya 
malah mengakibatkan penyakit yang lebih kompleks," saran dr. Wita.

      Menurut dr. Wita, bekerja di malam hari perlu makanan tambahan. Jaga 
keseimbangan asupan dengan variasi menu makanan. Kalau perlu, tambahkan 
konsumsi vitamin. Hal ini untuk menjaga agar daya tahan tubuh tidak turun. Bagi 
mereka yang sedang diet, sebaiknya ditunda dulu dietnya kalau harus 
sering-sering bekerja malam.

      Selain menjaga asupan nutrisi, yang 'wajib' diperhatikan adalah 
mendapatkan waktu istirahat yang cukup. Ketika jam biologis tubuh terpaksa 
harus dibalik, orang yang begadang otomatis harus mengganti jam istirahatnya di 
waktu yang lain. "Terutama bagi mereka yang setiap hari kerjanya di waktu 
malam, gunakan waktu pagi untuk tidur yang cukup. Meskipun memang harus diakui, 
tidur pagi kualitasnya tidak setara dengan tidur malam hari," sarannya. Bukan 
hanya masalah pengganti waktu tidur, kualitas tidur juga perlu diperhatikan. 
             
     

<<02.jpg>>

Kirim email ke