Mengenal Ciri2 Allah Dalam Islam !!!
                                          
Sejak masih bayi, aku sudah didakwahkan bahwa Islam lahir sejak sebelum nabi 
Muhammad sendiri dilahirkan.

Nabi Isa juga diyakini umat Islam sebagai pembawa Syariah Islam. Dan umat Islam 
beserta Qurannya mengakui kitab Taurat, bible, dan kitab sebelumnya.

Namun menurut para ulama katanya kitab2 suci ini belakangan sudah diselewengkan 
sehingga akhirnya Allah perlu meluruskan ajarannya dengan mengutus Muhammad 
sebagai nabi untuk menyampaikan wahyu2nya itu.

Kalo MUI bisa mempercayai bahwa nabi Muhammad diutus Allah untuk memperbaiki 
dan meluruskan isi kitab2 seperti Taurat dan Bible, lalu kenapa enggak bisa 
menerima kalo Ghulam Ahmad juga diutus Allah untuk memperbaiki dan meluruskan 
kitab2 sebelumnya seperti Taurat, Bible dan Quran itu sendiri ????

Segelintir aliran Islam mau memonompoli ide2 alirannya sendiri dan menolak ide2 
dari aliran Islam lainnya.  Berbagai argument mereka cekoki kepada umatnya 
tetapi gagal mengatasi argument dari aliran2 Islam lainnya.  Untuk bisa 
memaksakan kepercayaan alirannya, maka digunakan kekuasaan seperti skb tiga 
menteri untuk melarang aliran Ahmadiah.

Hukum Allah pada essensinya adalah perubahan, artinya semua hal selalu berubah 
tidak pernah ada yang statis.  Pohon yang dulunya kecil, sekarang jadi besar.  
Pulo yang dulunya besar sekarang jadi kecil.  Gunung2 yang dulunya tinggi, 
sekarang mungkin sudah tenggelam.

Demikianlah, perubahan merupakan ciri2 dari alam semesta yang menjadi simbol 
sebagai hukum ilahi itu sendiri.

Oleh karena itu, Quran yang tidak bisa berubah dari dulu hingga sekarang 
bukanlah ciri dari ilahi, sehingga hal ini menjadi bukti nyata bahwa Quran sama 
sekali bukan wahyu Allah.  Karena seharusnya, Wahyu Allah itu sendiri selalu 
berubah dan merupakan eksistensi dari perubahan.

Dari wahyu Allah yang disampaikan kepada nabi Muhammad sekalipun sudah bisa 
dibuktikan bahwa Wahyu Allah itu selalu berubah, mulanya umat Islam diwahyukan 
untuk shalat menghadap ke Jerusalem, belakangan wahyunya berobah sehingga 
shalatnya diharuskan menghadap Kabah di Mekah.

Jadi perubahan Wahyu turunnya juga berbeda waktunya, dan nabi Muhammad hanyalah 
manusia biasa yang bisa salah dan tidak boleh disembah.  Artinya, wahyu yang 
diturunkan itu memang melalui manusia biasa, dan Muhammad itu sama seperti 
Ghulam Ahmad yaitu sama2 manusia biasa yang menerima wahyu tentunya tidak perlu 
sama isinya.

Jadi kalo Allah bisa merubah dan mengganti wahyu menghadap ke Jerusalem menjadi 
menghadap ke Mekah, lalu kenapa tidak mungkin kalo Allah juga mengganti 
utusannya dari Muhammad kepada Ghulam Ahmad???

Kemungkinan tetap merupakan kemungkinan yang mungkin, dan satu hal yang tidak 
mungkin hanyalah dalam hal sengaja menciptakan bencana, yaitu tidak mungkin 
Allah menghalalkan umatnya untuk menjarah, membantai, dan membakar umat jemaah 
Islam Ahmadiah.

Apalagi menuduh ajaran Islam Ahmadiah menodai dan menista ajaran Islam mereka 
yang bukan aliran Ahmadiah. Padahal justru sebaliknya, ajaran Islam Ahmadiah 
inilah yang telah dinodai dan dinista oleh mereka yang menolak berubahnya wahyu 
ilahi.

Ny. Muslim binti Muskitawati.




Kirim email ke