Kamis, 05 Juni 2008
Mayoritas Penghuni Panti Asuhan Bukan Yatim Piatu

Pengelola panti asuhan belum memiliki standar pengasuhan yang baik.

*JAKARTA *-- Hasil penelitian Departemen Sosial, Save The Children, dan
Unicef menemukan 94 persen penghuni panti asuhan ternyata bukan anak-anak
yang tidak memiliki orang tua, melainkan anak yang berasal dari keluarga
ekonomi lemah.

"Sedangkan jumlah anak yang tidak memiliki orang tua sama sekali hanya 6
persen," ujar Ketua Penelitian Save The Children Tata Sudrajat di Jakarta
kemarin.

Menurut Ketua Tim Peneliti Save The Children Kanya Eka Santi, kebanyakan
penghuni panti asuhan bertujuan agar bisa mendapatkan akses pendidikan yang
memadai. Kondisi itu tidak mereka dapatkan ketika masih berada di dalam
keluarga. "Padahal panti asuhan tak hanya menyediakan akses bagi pendidikan
formal, tapi juga harus ada pola pengasuhan yang baik," ujar Kanya.

Dalam penelitian Save The Children yang dilakukan terhadap 37 panti asuhan
di enam provinsi di Indonesia itu, dijumpai enam temuan yang mewakili
keadaan panti asuhan di Indonesia.

Temuan itu adalah kurangnya metode pengasuhan, fungsi panti asuhan yang
tidak sesuai peruntukan, dan tidak adanya perlindungan hukum bagi anak panti
asuhan. Selain itu, anak-anak tidak pernah diikutsertakan dalam pengambilan
keputusan, dan tidak tersedia kebutuhan fisik serta personal yang memadai
bagi anak panti asuhan.

Menurut Tata, dari hasil penelitian juga terungkap bahwa pengelola panti
asuhan di Indonesia belum memiliki standar pola pengasuhan yang baik.
Terutama masalah perlindungan hukum bagi anak yang rentan menerima tindak
kekerasan.

Padahal, dia melanjutkan, masing-masing panti asuhan di Indonesia pasti
memiliki peraturan yang ketat terhadap anak panti asuhan yang melakukan
pelanggaran. "Tapi tidak ada perlindungan hukum bagi mereka ketika menjalani
hukuman itu," ujarnya.

Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah berjanji akan membawa hasil penelitian ini
ke DPR guna menindaklanjuti pembuatan standar kualitas pengasuhan bagi
anak-anak di panti asuhan. Sebab, menurut dia, tidak adanya pola pengasuhan
yang baik lagi-lagi karena terbentur masalah biaya. "Dari hasil penelitian
ini mudah-mudahan DPR bisa mengalokasikan dana bagi pembinaan panti asuhan,"
ujarnya.

Jumlah panti asuhan pada 1998 hanya sekitar 1.600 buah, yang mengasuh
sebanyak 91.051 anak. Dalam sepuluh tahun terakhir, jumlahnya melonjak tajam
menjadi 8.000 panti asuhan dengan jumlah anak asuh 1,4 juta anak.

Pada 2007, Departemen Sosial menyediakan bantuan kepada 4.000 panti asuhan
dengan target 130 ribu anak melalui program subsidi pemerintah untuk
tambahan biaya makan bagi panti sosial. *CHETA NILAWATI*

**

*Sumber : Tempo*


-- 
**********************************
Memberitakan Informasi terupdate untuk Rekan Milist
************************************

Kirim email ke