Beberapa biggest oil co di dunia seperti British Petroleum, Exxon Mobil 
memproyeksikan titik berat sumber energi primer atau raw material berbagai 
produk petrochem dunia untuk 5~7 dekade ke depan adalah Coal (via 
coal-to-liquid, coal-to-gas process etc) sebelum dunia mampu beralih bertahap 
ke penggunaan teknologi gas seperti hidrogen dan sejenis.

Coal untuk PLT, salah satu teknologi PLT berbasis coal  IGCC - Integrated Gas 
Combined Cycle memiliki tingkat efisiensi pembangkitan listrik yang tinggi saat 
ini. 

Coal untuk produce petrochem starting material (C1, syn-gas) masih memiliki 
kelemahan produk samping CO2 dalam tingkat sangat tinggi, biasanya CO2 produk 
samping ini di injeksi kembali ke dalam bumi = cost. Teknologi ini adalah 
solusi dalam dekade mendatang jika oil.price melonjak tinggi (i.e. $200~ ). 
Secara ekonomis, saat ini sudah memasuki area layak implementasi, karena 
berbagai aspek teknologi nya makin murah.

Salam,


Slasher McGorok <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                               
guys... coal tetap punya prospek cerah sebagai alternative feedstock... dengan 
proses gasifikasi (sebenernya ini teknologi kuno) menghasilkan syngas yang bisa 
digunakan untuk produksi hydrocarbon C1 dan derivatives -nya, jadi tidak hanya 
dibakar langsung di PLTA... tempat saya kerja dulu, 2 tahun belakangan ini lagi 
nggarap multi billion $ coal-to-liquid project di China pedalaman... 
  
 lagi pula teknology scrubbing untuk NOx dan SOx juga terus berkembang kok


 
 
---------------------------------
 To: [email protected]
From: [EMAIL PROTECTED]
Date: Tue, 6 May 2008 18:09:40 -0700
Subject: Re: [obrolan-bandar] DAMPAK KENAIKAN BBM 100% tahun 2005 pada TLKM, 
BUMI, INCO

     
Iya Pak, Jepang 25% on nuke, 51% on oil, some parts on natural gas, only 
small-portion on coal (smelter, industrial boiler etc), 2~3% on renewable 
energy .... dan struktur energi ini tidak akan berubah sampai 2025. Coal 
dianggap kotor karena kandungan sulfur tinggi sedang regulasi emisi sulfur 
sangat ketat di Jepang (Europe too), secara teknologi untuk buat Coal PLT yang 
ramah lingkungan bisa, tapi ide ini tidak terlalu didukung saat ini, ndak tahu 
kalau mereka bisa sepakat mengurangi nuke.



James Arifin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:    Nggak juga, ketergantungan Jepang 
tuh di energi nuklir bukan coal terus PLTA, dsb, coal sudah makin ditinggal 
sama Jepang karena Kyoto Protocol


 On 5/6/08, Adam Rajsha <[EMAIL PROTECTED]> wrote:       
 tahun 2005 harga comodity coal masih rendah & belum booming.
  
 saat ini harga coal terus naik, merupakan energi yg paling dicari untuk 
pembangkit listrik menggatikan minyak bumi yg harganya sudah tidak lagi 
ekonomis lagi untuk industri pembangkit listrik tsb.
  
 jepang adalah salah satu negara yg mempunyai tigkat ketergantungan tinggi 
terhadap coal sebagai alternatif energi pembangkit listriknya dimasa depan.
  
 salam,
 AR

 
 















       
---------------------------------
Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile.  Try it now.

Kirim email ke