Pak Agus, secara pribadi, saya masih memantau pergerakan ekonomi untuk menentukan harga wajar dari banyak saham yang harus dikaji ulang. dengan penurunan angka pertumbuhan, demand dan juga nilai tukar IDR, tentu saja saya dan pasti semua fundamentalist setuju bahwa WALAUPUN harga sekarang secara NOMINAL sudah murah, tapi belum tentu valuasinya undervalued. secara teknikal pasti juga sudah murah...tapi seberapa murah.
misalnya, PER yang menurun bukan berarti bahwa harga saham undervalued, tapi bisa juga karena earning emiten juga berkurang. contoh saja ASII, dimana pernah diatas 28,000, sekarang ini 10,000/ share. tentu saja murah, tapi bagaimana dengan asumsi bahwa tahun depan (2009) demand mobil berkurang 20%, pasti revenue ASII juga menurun 20-30%. jadi bukannya irrasional, tapi saya rasa kaum fundamentalist lebih wait and see terlebih dahulu. tidak mudah untuk menentukan harga wajar, apalagi laporan Q3 juga belum semuanya kelar. semoga dapat menjawab dan mewakili salam investasi, Jere Jefferson Agus Partono wrote: > > Saya merindukan kehadiran para fundamentalist di milis OB kita ini yang > dulu begitu getol dan memberi perhitungan harga wajar suatu saham yang > cukup komprehensif. Seperti Kang Ocoy, Pak Eka Suwandana, Pak IAN, dll. > Bagaimana penilaian mereka thd harga saham2 sekarang ini? > > Apakah para fundamentalist itu ikut2an bersikap irrasional terseret > arus psikologi pasar? > > Salam, > Agus > >

