Ibu Lili,
Pemerintah mencanangkan PAUD (Pendidikan anak usia dini.. atau PADU ya.. pokoknya maksudnya pendidikan dini.hehehe) itu mulai playgroup (3th) di kecamatan-2 mulai diselenggarakan. Setelah kelompok bermain, lalu naik ke TK. Saya tidak tahu apakah masuk SD harus lulus TK, yang saya tahu.. anak bisa masuk SD jika dia sudah berumur 6 atau 7 tahun dan siap masuk SD. Kesiapan itu antara lain, sudah bisa bersosialisasi dgn sebaya, sudah mandiri dll. (ada SD yg ga mau terima kalo anak belum bisa baca.dll, sifatnya akademis). Biasanya bekal-2 untuk siap sekolah diperoleh di TK. Preschool (playgroup-TK) merupakan pusat tumbuh kembang.. anak tidak dinilai dgn angka, namun dengan parameter-2 tumbuh kembang. Disini juga dilihat apakah anak tumbuh "normal" (seperti kebanyakan) atau ada yang ketinggalan, atau mungkin ada yg melebihi standar kebanyakan. pentingnya apa, supaya ortu tahu.. jika anaknya ada masalah perkembangan, mungkin perlu penanganan lebih dll. Kalau saya browse, di negara-2 maju, bahkan playgroup dan TK-pun ada kurikulum yang disusun dengan seksama, utk bisa mengetahui tumbuh kembang anak dan memberikan stimulasi-2 agar mereka tumbuh dengan optimal (atau maksimal ?). Jadi jangan disederhanakan hanya sekedar mewarna, menggambar dan bernyanyi saja... (sekalipun tidak kurang sekolah yg prakteknya hanya tau ngajarin ngambar, mewarna dan menyanyi..). Jaman jebot, pendidikan dimulai resminya anak umur 6/7 yg ditandai dgn masuknya anak ke bangku SD (jaman dulu dites ya..apakah tangan kanan lewat atas kepala bisa menjangkau ujung kuping kiri...hehehe...lucu bener...). Soal mau sekolah di rumah (homeschool) atau sekolah diluar rumah... terserah ortu kali ya... mungkin ortu lain bisa share pengalamannya.. Saya punya teman yang membuka kelas kecil di rumahnya, sbg media bagi anaknya (umur dibawah 4th) untuk bersosialisasi bersama anak-2 lain. Tapi ibu ini serius sekali, jadi dia belajar dan browse cari bahan-2 dan knowledge dari internet.. dia pelajari benar. Jadi anak-2nya tdk masuk playgroup tapi langsung TK. Saya sendiri bukan penganut homeschooling, saya masih ikutan aturan biasa.. bahwa belajar secara resmi ya dengan jalan mengirimkan anak ke institusi pendidikan. saya tak punya kemampuan (dan keberanian) untuk yakin bisa memberikan sepenuhnya kebutuhan belajar anak di rumah. Sekalipun saya bermain dan belajar setiap hari bersama mereka, tentang aneka topik yg tidak mereka dapatkan disekolah. Demikian bu Lili, sharing saya. Salam Ines (ibu 2 anak; 9 th dan 4 th) _____ From: lili_mulyati [mailto:[EMAIL PROTECTED] Sent: Saturday, April 21, 2007 9:22 PM To: [email protected] Subject: [parentsguide] Playgroup & TK perlu nggak sich ? Anakku yang no.3 udah umur 2.5 . Tadinya aku pikir aku mau masukkin playgroup. Tapi setelah ku pikir-pikir lagi, mungkin sebaiknya dia home schooling aja. Toh cuma sekedar belajar warna, nyanyi dan sejenisnya. Apalagi playgroup yang bagus kan mahal. Kalo cuma playgroup biasa rasanya kok nggak rela. Apalagi setelah lihat contoh anak tetangga yang masuk playgroup dekat rumah, eh baru seminggu masuk, langsung stress.

