Moms, Kebetulan saya sedang menulis tentang masalah ini. Tapi blm selesai. Insya Allah setelah selesai akan saya email ke milist.
Intinya PG akan menjadi perlu bagi anak yang kurang stimulasi yang menunjang aspek-2 perkembangannya di rumah. Namun, perlu diperhatikan bahwa, sesuai namanya, maka PG yang baik adalah yang memberi stimulus positif dalam bentuk bermain. Dan PG akan menjadi bermanfaat jika si anak sudah siap untuk "sekolah" dan memang ada keinginan dari si anak. Sama sekali bukan paksaan dari orang tua. Ada beberapa poin yang bisa dijadikan tanda kesiapan anak untuk sekolah dan "ujian" bagi si anak untuk mengetahui apa memang ada keinginan dari dirinya untuk sekolah. Untuk TK, soal kesiapan dan paksaan sama dengan PG. TK memiliki nilai lebih karena seharusnya TK menjadi tempat pembelajaran bagi anak untuk transisi dari suasana rumah ke bentuk sekolah yang lebih resmi, lebih kaku dan lebih memungkinkan ia bersosialisai dan mengembangkan kemampuannya dalam situasi belajar mengajar. Namun, seperti juga namanya, TK yang baik adalah yang menyiapkan anak dengan suasana dan proses yang masih diliputi suasana bermain dengan sedikit muatan untuk lebih "resmi, kaku", dst. Jika masing-masing di atas sudah ok, maka saatnya orang tua "hunting" PG atau TK yang sesuai. PG / TK yang memenuhi persyaratan. Beberapa yang terutama harus diperhatikan adalah materi pembelajaran, suasana pembelajaran, kualifikasi guru, fasilitas dan suasana sekolah (kebersihan, sinar matahari, tersedianya permainan, dst). Jangan ragu untuk minta kejelasan soal kurikulum dll. Sekolah yang baik dengan senang hati akan menginformasikannya. (rinciannya sedang saya kerjakan di tulisan saya nih.hehe) Selanjutnya, anak pun perlu persiapan untuk masuk sekolah. Mulai dari pembicaraan bahwa nanti ia akan masuk sekolah, bla3x, sampai mengikuti kelas percobaan di sekolah yang dituju. Semoga info ini sedikit membantu para orang tua mengenai perlu tidaknya KB dan TK. Regards Dian http://tulisandian.blogspot.com/

