Bro James,

Menanggapi email Anda, berikut ini jawaban saya atas pertanyaan2 yang Anda
ajukan:
1. apakah jemaat anda juga mengumumkan secara langsung (di depan umum) nama2
penyumbang dan besarnya nilai sumbangan?
*Jawab:*
Di jemaat kami selama ini belum pernah mengumumkan nama-nama penyumbang di
mimbar, apalagi dengan menyebut nominal yang diberikan satu per satu juga
belum pernah.

2. jika tidak, apakah ada cara lain?
*Jawab:*
Untuk proyek2 gereja yang membutuhkan bantuan sumbangan biasanya dari
bendahara memberikan informasi hasil perolehan sumbangan di *Papan
Pengumuman* gereja beserta daftar para penyumbangnya. Pun demikian ada juga
para penyumbang yang tidak berkenan namanya ditulis, maka bendahara akan
menuliskan dengan "NO NAME".

3. apa pendapat anda tentang kejadian ini? (hal positif dan hal negatif)
*Jawab:*
*Positif*; ada keterbukaan / transaparansi sehingga semua jemaat mengetahui
secara detail mengenai jumlah sumbangan dan detail sumber dana dari hasil
pengumpulan sumbangan tersebut. Seluruh jemaat juga bisa turut mendoakan
nama-nama pemberi sumbangan karena sudah disebutkan dengan jelas. Dengan
menyebut nominal yang diberikan juga bisa menjadi sarana untuk "kros cek"
akan nominal yang diberikan oleh masing-masing penyumbang.
*
*
*Negatif*; adanya kemungkinan akan timbulnya sikap apatisis, skeptis,
kebanggaan / kesombongan diri manakala nominal setiap penyumbang disebutkan
di mimbar baik bagi diri para penyumbang maupun pada anggota jemaat secara
umum.

4. bagaimana praktek yang baik dan benar?
Jawab:
IMHO, sebaiknya laporan hasil pengumpulan sumbangan di mimbar hanya
disebutkan total nominal yang terkumpul, bisa juga dengan rincian kebutuhan
dananya sehingga bisa diketahui kekurangan dana yang diperlukan seandainya
hasil pengumpulan dana belum mencukupi. Sedangkan untuk daftar secara detail
bisa dibuat laporan dalam bentuk cetak di pasang di papan pengumuman, itupun
sifatnya adalah sebagai bentuk laporan pertanggung jawaban bendahara bukan
sebagai alat untuk menunjukkan siapa yang memberi dan siapa yang tidak
memberi. Dan bendahara juga perlu menghargai penyumbang yang tidak ingin
namanya tercantum dalam daftar penyumbang sehingga bisa digantikan dengan
"no name".

Bagi saya pribadi nasehat Firman Tuhan begitu jelas dalam hal memberikan
bantuan:
*-Matius 6:3-*
[TB] Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu
apa yang diperbuat tangan kananmu.
[BIS] Tetapi kalian, kalau kalian memberi sedekah, berikanlah dengan
diam-diam, sehingga tidak ada yang tahu.
[FAYH[ Apabila kalian berbuat baik terhadap orang, lakukanlah dengan
diam-diam. Janganlah tangan kiri diberitahu mengenai apa yang sedang
dilakukan oleh tangan kanan.

Mungkin ayat diatas bisa menjadi bahan perenungan bagi kita masing-masing.
Tuhan memberkati.


Salam,__________________
Ari Palgunadi
Jemaat Yosodipuro - SOLO
http://yosodipuro.gmahk.org
http://www.gmahk.org
=====================

Pada 23 Agustus 2010 15.54, James Maramis <[email protected]> menulis:

>
>
> Dear temans,
>
> Mohon maaf bila ini pernah dibahas sebelumnya.
>
> Setujukah anda bila pemberi sumbangan diumumkan namanya di depan gereja?
>
> Saya pernah bergereja disuatu jemaat dan dalam jam promosi pembangunan
> gereja ketua jemaat mengundang semua yang hadir untuk turut berpartisipasi
> dengan memberikan sumbangan.
> Pundi2 persembahan tidak dijalankan oleh diakon tetapi diantar sendiri ke
> depan meja dan sebelum didoakan uang2 tsb dihitung langsung oleh sang ketua
> dan diumumkan nilainya. "Sdr. Prikitiw memberikan sumbangan pembangunan
> sebesar 50rb. Keluarga MerahPutih memberikan sumbangan sebesar 100rb.....
> (dan seterusnya)". Saya sendiri yang kebetulan baru pertama kali hadir di
> jemaat itu lumayan kaget dengan cara tersebut. Selama ini pola yang saya
> tahu yaitu melalui amplop2 yang diberikan kepada individu/keluarga2 untuk
> kemudian dikumpulkan di jam promosi pembangunan.
>
> Pertanyaan saya,
> - apakah jemaat anda juga mengumumkan secara langsung (di depan umum) nama2
> penyumbang dan besarnya nilai sumbangan?
> - jika tidak, apakah ada cara lain?
> - apa pendapat anda tentang kejadian ini? (hal positif dan hal negatif)
> - bagaimana praktek yang baik dan benar?
>
> di per monggo komentar, tanggapan, dan ide2nya :)
>
> rgrds,
> jamz
>

Kirim email ke