Waduh...kayaknya sudah langsung selesai topik ini. Soalnya, jawabannya sudah 
diborong sama bro Ari nih. Jawabannya pun Mantappp ...hehehehehehe...

--- Pada Rab, 25/8/10, Ari Palgunadi <[email protected]> menulis:

Dari: Ari Palgunadi <[email protected]>
Judul: Re: [PemudaAdvent] diskusi santai: apa pendapat anda bila
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 25 Agustus, 2010, 11:51 AM







 



  


    
      
      
      Bro James,

Menanggapi email Anda, berikut ini jawaban saya atas pertanyaan2 yang Anda 
ajukan:1. apakah jemaat anda juga mengumumkan secara langsung (di depan umum) 
nama2 penyumbang dan besarnya nilai sumbangan?
Jawab:Di jemaat kami selama ini belum pernah mengumumkan nama-nama penyumbang 
di mimbar, apalagi dengan menyebut nominal yang diberikan satu per satu juga 
belum pernah.
2. jika tidak, apakah ada cara lain?
Jawab:Untuk proyek2 gereja yang membutuhkan bantuan sumbangan biasanya dari 
bendahara memberikan informasi hasil perolehan sumbangan di Papan Pengumuman 
gereja beserta daftar para penyumbangnya. Pun demikian ada juga para penyumbang 
yang tidak berkenan namanya ditulis, maka bendahara akan menuliskan dengan "NO 
NAME".

3. apa pendapat anda tentang kejadian ini? (hal positif dan hal 
negatif)Jawab:Positif; ada keterbukaan / transaparansi sehingga semua jemaat 
mengetahui secara detail mengenai jumlah sumbangan dan detail sumber dana dari 
hasil pengumpulan sumbangan tersebut. Seluruh jemaat juga bisa turut mendoakan 
nama-nama pemberi sumbangan karena sudah disebutkan dengan jelas. Dengan 
menyebut nominal yang diberikan juga bisa menjadi sarana untuk "kros cek" akan 
nominal yang diberikan oleh masing-masing penyumbang.

Negatif; adanya kemungkinan akan timbulnya sikap apatisis, skeptis, kebanggaan 
/ kesombongan diri manakala nominal setiap penyumbang disebutkan di mimbar baik 
bagi diri para penyumbang maupun pada anggota jemaat secara umum. 

4. bagaimana praktek yang baik dan benar?Jawab:
IMHO, sebaiknya laporan hasil pengumpulan sumbangan di mimbar hanya disebutkan 
total nominal yang terkumpul, bisa juga dengan rincian kebutuhan dananya 
sehingga bisa diketahui kekurangan dana yang diperlukan seandainya hasil 
pengumpulan dana belum mencukupi. Sedangkan untuk daftar secara detail bisa 
dibuat laporan dalam bentuk cetak di pasang di papan pengumuman, itupun 
sifatnya adalah sebagai bentuk laporan pertanggung jawaban bendahara bukan 
sebagai alat untuk menunjukkan siapa yang memberi dan siapa yang tidak memberi. 
Dan bendahara juga perlu menghargai penyumbang yang tidak ingin namanya 
tercantum dalam daftar penyumbang sehingga bisa digantikan dengan "no name".

Bagi saya pribadi nasehat Firman Tuhan begitu jelas dalam hal memberikan 
bantuan:-Matius 6:3-[TB] Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah 
diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu.
[BIS] Tetapi kalian, kalau kalian memberi sedekah, berikanlah dengan diam-diam, 
sehingga tidak ada yang tahu.[FAYH[ Apabila kalian berbuat baik terhadap orang, 
lakukanlah dengan diam-diam. Janganlah tangan kiri diberitahu mengenai apa yang 
sedang dilakukan oleh tangan kanan.

Mungkin ayat diatas bisa menjadi bahan perenungan bagi kita masing-masing.Tuhan 
memberkati.

Salam,__________________Ari Palgunadi
Jemaat Yosodipuro - 
SOLOhttp://yosodipuro.gmahk.orghttp://www.gmahk.org=====================

Pada 23 Agustus 2010 15.54, James Maramis <[email protected]> menulis:
















 



  


    
      
      
      Dear temans,

Mohon maaf bila ini pernah dibahas sebelumnya.

Setujukah anda bila pemberi sumbangan diumumkan namanya di depan gereja?

Saya pernah bergereja disuatu jemaat dan dalam jam promosi pembangunan gereja 
ketua jemaat mengundang semua yang hadir untuk turut berpartisipasi dengan 
memberikan sumbangan.



Pundi2 persembahan tidak dijalankan oleh diakon tetapi diantar sendiri ke depan 
meja dan sebelum didoakan uang2 tsb dihitung langsung oleh sang ketua dan 
diumumkan nilainya. "Sdr. Prikitiw memberikan sumbangan pembangunan sebesar 
50rb. Keluarga MerahPutih memberikan sumbangan sebesar 100rb..... (dan 
seterusnya)". Saya sendiri yang kebetulan baru pertama kali hadir di jemaat itu 
lumayan kaget dengan cara tersebut. Selama ini pola yang saya tahu yaitu 
melalui amplop2 yang diberikan kepada individu/keluarga2 untuk kemudian 
dikumpulkan di jam promosi pembangunan.



 
Pertanyaan saya,
- apakah jemaat anda juga mengumumkan secara langsung (di depan umum) nama2 
penyumbang dan besarnya nilai sumbangan?
- jika tidak, apakah ada cara lain?
- apa pendapat anda tentang kejadian ini? (hal positif dan hal negatif)



- bagaimana praktek yang baik dan benar?

di per monggo komentar, tanggapan, dan ide2nya :)

rgrds,
jamz






  










    
     

    
    


 



  





Kirim email ke