terima kasih bang Ari dan miliser yang lain atas komentarnya :) sebenarnya pertanyaan saya itu hanya bentuk 'ke-terusikan' saya terhadap kejadian yang saya ceritakan di awal email tsb.
saya hanya membayangkan gmana seandainya ada keluarga sederhana yang ingin menyumbang Rrp.5.000 dari segala kekurangan mereka, namun harus berpikir sekian kali (baca: memberanikan diri) sebelum membawanya kedepan untuk dibacakan oleh si ketua jemaat, karena sebelum-sebelum mereka selalu dibacakan sumbangan yang *paling sedikit* yaitu Rp.100.000 ada yang berkomentar bahwa itu tergantung lokasi (kebiasaan/kultur) jemaat tersebut. tapi klo begitu mungkin bisa saya lanjut dengan pertanyaan selanjutnya, di jemaat tersebut, apabila pengumuman donasi tidak diumumkan nominalnya secara langsung namun hanya dicatat namanya dan diketahui jumlahnya oleh bendahara jemaat (dan/atau pihak yang berkepentingan) dan tetap didoakan di depan jemaat, apakah akan mempengaruhi total jumlah sumbangan yang masuk? :) ataukah mungkin itu hanya 'pintar2nya' ketua jemaat/pendeta untuk membaca 'kultur' di jemaat tersebut agar bisa meraih tujuan dengan cepat dan mudah? maaf, newbie banyak bertanya :) rgrds, jamz 2010/8/24 harris budi <[email protected]> > > > Waduh...kayaknya sudah langsung selesai topik ini. Soalnya, jawabannya > sudah diborong sama bro Ari nih. Jawabannya pun Mantappp ...hehehehehehe... > > --- Pada *Rab, 25/8/10, Ari Palgunadi <[email protected]>* menulis: > > > Dari: Ari Palgunadi <[email protected]> > Judul: Re: [PemudaAdvent] diskusi santai: apa pendapat anda bila > Kepada: [email protected] > Tanggal: Rabu, 25 Agustus, 2010, 11:51 AM > > > > > Bro James, > > Menanggapi email Anda, berikut ini jawaban saya atas pertanyaan2 yang Anda > ajukan: > 1. apakah jemaat anda juga mengumumkan secara langsung (di depan umum) > nama2 penyumbang dan besarnya nilai sumbangan? > *Jawab:* > Di jemaat kami selama ini belum pernah mengumumkan nama-nama penyumbang di > mimbar, apalagi dengan menyebut nominal yang diberikan satu per satu juga > belum pernah. > > 2. jika tidak, apakah ada cara lain? > *Jawab:* > Untuk proyek2 gereja yang membutuhkan bantuan sumbangan biasanya dari > bendahara memberikan informasi hasil perolehan sumbangan di *Papan > Pengumuman* gereja beserta daftar para penyumbangnya. Pun demikian ada > juga para penyumbang yang tidak berkenan namanya ditulis, maka bendahara > akan menuliskan dengan "NO NAME". > > 3. apa pendapat anda tentang kejadian ini? (hal positif dan hal negatif) > *Jawab:* > *Positif*; ada keterbukaan / transaparansi sehingga semua jemaat > mengetahui secara detail mengenai jumlah sumbangan dan detail sumber dana > dari hasil pengumpulan sumbangan tersebut. Seluruh jemaat juga bisa turut > mendoakan nama-nama pemberi sumbangan karena sudah disebutkan dengan jelas. > Dengan menyebut nominal yang diberikan juga bisa menjadi sarana untuk "kros > cek" akan nominal yang diberikan oleh masing-masing penyumbang. > * > * > *Negatif*; adanya kemungkinan akan timbulnya sikap apatisis, skeptis, > kebanggaan / kesombongan diri manakala nominal setiap penyumbang disebutkan > di mimbar baik bagi diri para penyumbang maupun pada anggota jemaat secara > umum. > > 4. bagaimana praktek yang baik dan benar? > Jawab: > IMHO, sebaiknya laporan hasil pengumpulan sumbangan di mimbar hanya > disebutkan total nominal yang terkumpul, bisa juga dengan rincian kebutuhan > dananya sehingga bisa diketahui kekurangan dana yang diperlukan seandainya > hasil pengumpulan dana belum mencukupi. Sedangkan untuk daftar secara detail > bisa dibuat laporan dalam bentuk cetak di pasang di papan pengumuman, itupun > sifatnya adalah sebagai bentuk laporan pertanggung jawaban bendahara bukan > sebagai alat untuk menunjukkan siapa yang memberi dan siapa yang tidak > memberi. Dan bendahara juga perlu menghargai penyumbang yang tidak ingin > namanya tercantum dalam daftar penyumbang sehingga bisa digantikan dengan > "no name". > > Bagi saya pribadi nasehat Firman Tuhan begitu jelas dalam hal memberikan > bantuan: > *-Matius 6:3-* > [TB] Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu > apa yang diperbuat tangan kananmu. > [BIS] Tetapi kalian, kalau kalian memberi sedekah, berikanlah dengan > diam-diam, sehingga tidak ada yang tahu. > [FAYH[ Apabila kalian berbuat baik terhadap orang, lakukanlah dengan > diam-diam. Janganlah tangan kiri diberitahu mengenai apa yang sedang > dilakukan oleh tangan kanan. > > Mungkin ayat diatas bisa menjadi bahan perenungan bagi kita masing-masing. > Tuhan memberkati. > > > Salam,__________________ > Ari Palgunadi > Jemaat Yosodipuro - SOLO > http://yosodipuro.gmahk.org > http://www.gmahk.org > ===================== > > Pada 23 Agustus 2010 15.54, James Maramis > <[email protected]<http://mc/[email protected]> > > menulis: > > > > Dear temans, > > Mohon maaf bila ini pernah dibahas sebelumnya. > > Setujukah anda bila pemberi sumbangan diumumkan namanya di depan gereja? > > Saya pernah bergereja disuatu jemaat dan dalam jam promosi pembangunan > gereja ketua jemaat mengundang semua yang hadir untuk turut berpartisipasi > dengan memberikan sumbangan. > Pundi2 persembahan tidak dijalankan oleh diakon tetapi diantar sendiri ke > depan meja dan sebelum didoakan uang2 tsb dihitung langsung oleh sang ketua > dan diumumkan nilainya. "Sdr. Prikitiw memberikan sumbangan pembangunan > sebesar 50rb. Keluarga MerahPutih memberikan sumbangan sebesar 100rb..... > (dan seterusnya)". Saya sendiri yang kebetulan baru pertama kali hadir di > jemaat itu lumayan kaget dengan cara tersebut. Selama ini pola yang saya > tahu yaitu melalui amplop2 yang diberikan kepada individu/keluarga2 untuk > kemudian dikumpulkan di jam promosi pembangunan. > > Pertanyaan saya, > - apakah jemaat anda juga mengumumkan secara langsung (di depan umum) nama2 > penyumbang dan besarnya nilai sumbangan? > - jika tidak, apakah ada cara lain? > - apa pendapat anda tentang kejadian ini? (hal positif dan hal negatif) > - bagaimana praktek yang baik dan benar? > > di per monggo komentar, tanggapan, dan ide2nya :) > > rgrds, > jamz > > > > >

