Terimaksih atas infonya, mungkin ada dari milis tercinta yang menambahkan atau
yang mungkin terlibat dalam penyusunan Permenkeu tersebut sehingga sepertinya
terjadi "kecelakaan" sehingga mengakibatkan penurunan Tipe Kanwil.
Kalo dilihat dimilis ini udah sering DJPBN membuat "Kecelakaan FataL" misalanya:
1. Lepasnya Dit PSUN dan Dit DLN menjadi DJPSUN Karena menurut Ibu menteri
telalu berat beban DJPBN dan berpisahnya Direktorat BMKN yang bergabung dengan
DJKN.akibatnya hilangnya Seksi Kekayaan Negara dari PPKN
2. Penurunan 7 Type Kanwil yang nota bene semua Pejabat menjadi Eselon Type B
berarti mengurangi Pendapatan masing2 pejabat
3. Wacana dikantor pusat dari pak budisan penggabungan PPP dan Direktorat Dana
Investasi yang Notabene baru berusia seumur jagung
Mungkin perlu masukan dari milis lagi nih
Rizki Anugrah <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Info dari pejabat KP DJPBN, yang sempat berkunjung ke
Kanwil Pekanbaru, bahwa Permenkeu 134/PMK.1/2006 masih
akan dikaji ulang, karena saat usulan tersebut disampaikan
kepada Setjen belum dibahas secara komprehensif mendalam.
Seperti turunnya tipe pada 7 Kanwil, yang akan berdampak
pada turunnya eselon pada beberapa pejabat yang terdapat
pada Kanwil tsb. Memang sangat disayangkan oleh beliau,
organisasi sebesar Ditjen Perbendaharaan masih dikotomi
oleh adanya perbedaan tipe, secara pribadi beliau malah
menginginkan semua KPPN tipe B ditingkatkan menjadi KPPN
tipe A. Caranya dengan menggabungkan dua KPPN Tipe B yang
jaraknya berdekatan, dan membuat kantor cabang seperti
yang terdapat pada KPPN Khusus Banda Aceh yang terdapat
cabang di Nias dan di Meulaboh.
Akibat adanya penurunan tipe pada beberapa Kanwil, mungkin
tugas pembinaan yang dahulu ada di bidang PPKN akan
menjadi sangat ganjal bila dilihat dari sisi psikologis,
apabila Kanwil tipe B membina KPPN tipe A, sebagai contoh
misalnya Kabid Pembinaan Perbendaharaan yang bereselon III
B membina Kepala KPPN yang bereselom III A. Secara tupoksi
memang tidak ada masalah karena tim yang membina merupakan
kepanjangan tangan Kanwil, tapi kalau dilihat dari
senioritas dan sisi psikologis seorang jabatan yang lebih
rendah tentunya akan segan membina kepada jabatan yang
lebih tinggi.
Kiranya harus menjadi perhatian teman2 di Kantor Pusat,
agar dalam menyusun organisasi kedepan lebih seatle dan
tidak berubah terus, seperti aplikasi yang kita miliki
saat ini juga tidak carut marut dan tentunya TKT yang kita
harapkan menjadi kenyataan. Amin
On Thu, 15 Feb 2007 16:32:55 -0800 (PST)
yohan gaol <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Gimana Dong tanggapan dari teman-teman OTL dan Sekditjen
>DJPB ikut nimbrung dong dimilis tercinta biar rame
>Kok ngak ada jawaban sih
>
>
>Lookman Firdaus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>Belum waktunya? Ada kepentingan politis disini?
>Apa menunggu SK eleson IV dearah keluar dulu? Apa
>susahnya seh mengupload KMK tsb kalo tidak ada
>kepentingan apa2??
>
> Irfan Suryawardana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Bukannya off the record.... tapi belum pas waktunya
>dikeluarkan.
> Memang seperti saya tulis kemarin, ada perubahan di
>instansi vertikal,
> terutama kanwil sesuai dengan SK Esl. III kemarin...
>jadi sabar aja deh.
>
> ---------------------------------------
> |Lukman Firdaus, SKom |
> |Departemen Keuangan R.I. |
> |Direktorat Jenderal Perbendaharaan |
> |Kanwil XXIV P a l u |
> |Jl. Tanjung Dako No. 11 |
> |Palu 94112 |
> |Telp 0451-422924 |
> ---------------------------------------
>
> ---------------------------------
> Never miss an email again!
> Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives.
>Check it out.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
> ---------------------------------
> Need Mail bonding?
> Go to the Yahoo! Mail Q&A for great tips from Yahoo!
>Answers users.
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
[Non-text portions of this message have been removed]