Jadi pingin ikut nimbrung sedikit. 

 

Banyak orang bilang, faktor yg menentukan keberhasilan adalah
keberuntungan. Saya setuju, tapi perlu diidentifikasi apa yg menjadi
faktor yg menentukan keberuntungan itu. Menurut saya keberuntungan
dipengaruhi oleh skill, integritas, keberanian/kerja keras plus satu
variable lain berjudul hak prerogratif Tuhan. 

 

Sebaiknya jangan menyesali masa lalu. Identifikasi kondisi sekarang
seperti apa, terus berusaha cari penyelesaian terbaiknya (termasuk  'jln
keluar', kalo terpaksa hehehe). Lihat umur. Kalo umur masih di bawah 27,
boleh berfikir untuk cari alternatif di luar. Tapi kalo umur >30,
sebaiknya bertahan, nerusin S1, terus cari bea siswa buat S2 atau S3.  

 

Saya pernah ngisi kolom di majalah anggaran, akibatnya dipanggil sama
Sekditjen krn dianggap kurang ajar. Krn saya merasa kurang sreg dgn
kondisi di DJA, akhir thn '98 saya keluar untuk mulai dari nol lagi di
dunia swasta. Astra, Allianz, Bristol Myers Squibb/Mead Johnson,
Oriflame, dan mulai akhir '05 gabung dgn Sony BMG. Alhamdulillah, skrg
bisa sering ketemu artis, dugem gratis, nonton konser pun jd bagian dr
pekerjaan. Bahkan Insya Allah sekitar Juni ini, saya akan resmi jd
producer/composer/manager sebuah band. Doain bisa release Juni ini, nama
band-nya ELANG.

 

Apa yg disampaikan Pak Hari benar, manajemen SDM di DJPBN sudah
mengalami kemajuan. Tapi ambil parameter pembandingnya jgn sekedar 'masa
lalu' (ntar ada lagu dgn judul ini nanti di album band saya, saya
singkat dgn 'ML').  Lihat juga dunia sekitar, supaya kemajuan itu
sifatnya lebih progresif. Kalo memang punya alasan kuat (penyakit dll),
mata & telinga rekan2 di kepegawaian pusat selayaknya lebih terbuka.
Bersikap lebih adil dan hindari rasa balas dendam akan menjadi salah
satu unsur ibadah dlm menjalani ritual perkerjaan, karena di situlah
Tuhan memberi kesempatan bagi kita untuk ikut membahagiakan orang lain. 

 

Best rgrds

Hadi

 

Note:

Buat sedikit bocoran, 3 lagu akan di-bold di track list album ELANG
yaitu JAM-LELAKI-ML. Sengaja dibuat agak unik sbg bagian dr
self-marketing. Saya ingin buat idiom baru 'ML' untuk menyebut masa
lalu.

 

JAM (JANGAN AKHIRI MIMPIKU)

 

sendiri ini 

adalah akhir sepi
kutunggu hadirmu 

lewat sebait mimpi

 

saat larik senja

menggurat kelabu malam

kujemput indahmu

lepas rindu tak pernah padam


hanya mimpi ini
yang kini kunikmati
hanya mimpi ini

temani saat sepi

meski hadirmu maya
ku takkan membuka mata
karena dalam mimpiku
kau menjelma nyata

reff

anggunmu terlalu indah dimataku 

pesonamu adalah asaku tak tersentuh

jangan pernah akhiri mimpiku
bila tiada kudapatkan cintamu

 


LELAKI


 

sandarkan sedihmu

tumpahkan lelahmu
kakiku kan tegar berdiri

 

kutegakkan bahuku

kurengkuh tubuhmu

pelukku kan damaikan hati


reff

aku adalah lelakimu

kujelang siangku

menjalani hidupku

 

aku lelaki sejatimu

kujemput malammu

lepaskan hasrat rindu


chorus

layaknya hadir mentari
tak selalu cerah menyinari
bersamamu mengisi hari

kujadikan kau seorang permaisuri

 

ML (MASA LALU)

 

kuingin, abadikan kenangan

karena ku s'lalu menyayangimu

 

kuingin, nikmati bayangan

karena, dirimu tak lagi disisiku

 

reff

ku kais sisa masa lalu

namun gerimis 

tiada datang basuh lukaku

 

detik detik berlalu

namun tanpamu 

waktuku dingin membeku

 

kau pergi 

saat ku tak ingin sendiri

dan tak ingin terbunuh sepi

 

chorus

tetaplah jadi telaga dahaga

karena di pelukmu

kutemukan dermaga cintaku

 

 

 

Re: stapala Fwd: numpang curhat lagi
<http://groups.yahoo.com/group/perbendaharaan-list/message/2918;_ylc=X3o
DMTJxYnZ1M3FxBF9TAzk3MzU5NzE1BGdycElkAzE1NTM5NjAEZ3Jwc3BJZAMxNzA1MDQzNDY
0BG1zZ0lkAzI5MTgEc2VjA2Rtc2cEc2xrA3Ztc2cEc3RpbWUDMTE3NDk5ODk3MQ--> 

Posted by: "Hari Ribowo" [EMAIL PROTECTED]
<mailto:[EMAIL PROTECTED]
ang%20curhat%20lagi>   hari_ribowo
<http://profiles.yahoo.com/hari_ribowo> 

Tue Mar 27, 2007 2:36 am (PST) 

Kalo boleh nimbrung.. 
saya ingin sampaikan pandangan pribadi sebagai orang yang sudah jauh
lebih tua.. 

memang dimana mana, di instansi manapun, mutasi selalu membawa masalah,
jangankan mutasi.. pindah rumah aja yang masih se kota pun.. 
pasti selalu diikuti dengan berbagai macam masalah 

nah kalo mutasi keluar kota, dan harus pisah dengan orang tua, itu lazim
ya, 
karena disaat kita berangkat dewasa 
tentu mereka maklum dan mahfum. bahkan kadangkala malah bangga
karena salah satu cita cita mereka menyekolahkan anak nya 
adalah mengharap agar anak anaknya kelak bisa mandiri.. 
tidak selalu nggelendoti orang tua.
dan bagi sang anak, tentunya membantu orang tua kan bisa saja dilakukan
dari jauh. 

kalo soal pisah dengan istri/suami.. 
nah ini lho yang saya rasa perlu di cermati lebih dalam 
istri dan suami kita harus di beri tahu.. agar mereka juga maklum dengan
status kita 
kita sendiri waktu masuk di departemen keuangan kan sudah maklum soal
ini.. 
bahkan kita sudah tanda tangan surat perjanjian bersedia di tempatkan di
mana saja. 

apakah sudah berbeda ya.. (kalo saya salah, mohon di koreksi)
apakah sudah beda semangat tempo dulu dengan semangat saat ini.. 
tapi koq rasanya tidak berbeda.. 
karena salah seorang yang menanggapi bilang tidak peduli ditempatkan di
ACEH
mudah2an semua teman teman yang lain juga sependapat.. 

dulu karena saya masih muda dan belum menikah, 
mumpung masih bujangan, belum ada tanggungan keluarga
saya malah tantang kasubag kepegawaian.. 
saya minta di tempatkan di tempat yang paling jauh.."kalo bisa di IRIAN
Pak".. 
namun tokh akhirnya hanya ditempatkan di ambon.
tapi ingat .. saat itu ambon bukan ibukota propinsi.. 
hanya ada satu kali penerbangan dari jakarta ke ambon dalam seminggu
Bandara Pattimura, masih sama dengan stasiun purwakarta
ruang tunggu nya masih kayu, belum ada gedung tembok batu seperti saat
ini 
angkat koper sendiri dari pesawat ke luar bandara 
dan cari angkot untuk bisa sampai ke terminal kapal laut 
dari situ kita naik perahu sampe POKA yang ada diseberang teluk Ambon. 

dari ambon saya pindah kembali ke jkt karena melanjutkan kuliah.. 
saya pun pernah alami depresi seperti anda sekalian.. 
mungkin karena hidup di jakarta ya.. di ibukota ini banyak sekali
godaan.. 
lihat kanan kiri.. teman satu SMA, sudah pada jadi semua.. 
lihat adik adik yang kerja di swasta sudah lebih mapan.
itu semua menggoda saya untuk lari keluar dari departemen keuangan. 
ya.. saya pernah alami.. coba lamar sana sini.. gagal.. 
dan akhirnya saya yakin... seyakin yakin nya
bahwa departemen keuangan adalah tempat saya berkarier. 
bakat dan talenta masing masing orang itu berbeda beda
seorang teman saya satu SMA 
dulu kami sama sama bersaing mendapatkan nilai tertinggi di kelas 
kalo boleh di bilang.. kami ini berimbang, tapi itu dalam kelas.. 
dalam kenyataan nya dia lebih pandai bergaul.. maka dia berhasil di
swasta
kalau saya ikuti dia pindah ke swasta.. tidak mungkin akan berhasil
seperti dia. 

sama juga mungkin di zaman sekarang, 
banyak pegawai muda yang tergoda .. 
akan kehidupan dan kebiasaan hidup di kota besar.. 
sehingga.. menjadi lebih mudah mengeluh bila di tempatkan di kota kecil
menjadi lebih tidak tahan banting karena tidak semua sarana ada. 
sehingga mengungkapkan berbagai alasan 
untuk minta ditempatkan dekat dengan orang tua, yang kebetulan hidup di
ibukota propinsi 
atau menjadi tidak berani mengajak keluarga ke tempat tugas
dan sebaliknya juga tak mau pisah dengan keluarga, 
hanya berangan angan kerja di ibukota propinsi.. 
dan menjadi lebih cepat terpancing ikut teman keluar dari departemen
keuangan. 

satu hal mengenai penempatan (mutasi), yang saya ingin sampaikan.. 
sebetulnya ditempatkan di mana saja itu sudah suratan kita. 
dan camkan, Allah SWT selalu ingat kepada kita umat nya.. 
anggaplah penempatan ini adalah yg terbaik yang ALLAH pilihkan untuk
kita. 
pasti ada hikmah nya.. 
dan kalo soal rezeki.. pasti ada.. dimana saja. 
bukankah rezeki itu bukan sesuatu yang hanya berbentuk materi ya.. 
waktu di pontianak, saya mendapat rezeki bisa baca Al Quran.. 
di Tasik saya mendapat rezeki mengenal komputer, dan di usulkan sekolah
ke LN.

mengenai pola mutasi dan pola promosi yang banyak di sorot akhir akhir
ini 
saya sebetulnya ingin bertanya kepada anda anda yang masih muda
bagaimana sih pola mutasi yang anda sekalian kehendaki?, 
bagaimana sih koq anda sekalian bisa bilang bhw pola mutasi yang tidak
manusiawi
coba deh tunjukkan mana pola yang tidak manusiawi.. ceritakan,
sebutkan.. 

saya sendiri sebagai pegawai yang sudah tua 
yang sudah banyak makan asam garam soal mutasi berpendapat sbb: 
pola mutasi saat ini sudah lebih baik dari pada zaman dulu, 

di zaman sekarang ini, (kalo pegawai tsb statusnya normal), 
maka para pegawai sudah di perbolehkan mengusulkan (memilih) salah satu
dari 2 macam mimpi
a. di tempatkan di satu daerah ttt tak peduli di jabatan apa saja
b. di tempatkan di satu jabatan ttt tak peduli di kota manapun. 
coba lah.. ajukan dengan surat 
mudah2an mimpi yang anda minta itu dapat di penuhi oleh bagian
kepegawaian.. 

selain itu untuk soal promosi sudah di terapkan 
bahwa masuk dalam orbit harus dimulai dari kota yang berada di ujung.. 
namun demikian, bukan kah memang sudah di akui oleh bpk sekretaris 
bahwa setiap kali ada putaran mutasi/promosi, 
tidak bisa 100 persen memuaskan semua yg di mutasi 
70 - 80 persen memuaskan orang yang di mutasi, 
sudah di anggap sebagai mutasi yang baik.

khsusus bagi para Lulusan PRODIP, ada ketentuan lain.. 
bukan kah sudah di ketahui bahwa lulusan ini 
sebetulnya diperuntukkan membantu kantor di daerah.. 
hanya saja, kemarin waktu baru lulus, 
belum secara langsung bisa di tempatkan di daerah kecil, 
mengingat dana masih terbatas
sehingga lulusan prodip di titipkan sementara di kota kota besar.
namun "sementara" nya itu, berlangsung cukup lama.. karena ada
REORGANISASI.. 
ada yang di satu tempat sampe 4 tahun.. 
sudah ke bablasan enak .. sudah ada yang berkeluarga
dan ketika program sudah mulai dapat berjalan, 
dan para prodip mulai di tempat kan di kota kecil.. 
maka meraung raung lah para istri 
yang sama sekali tidak tau menau tentang ada nya kontrak 
yang sudah di tandatangani oleh para lulusan prodip kepada Departemen
Keuangan. 

nah kini saya sampaikan pengalaman saya pribadi waktu masih muda.. 
di ambon sebagai pelaksana tahun 1975 - 1978
menikah tahun 1977 istri saya kerja di jkt saya di ambon
1978 ikut pendidikan di jkt lulus S1 th 1980
di tempatkan di tasik 4 tahun.. istri berhenti kerja. 
sekolah lagi lulus S2 tahun 1991
tempatkan di dumai, 2 tahun istri ikut. 
1994 kembali ke jkt , istri kerja lagi..

ada lagi cerita seorang teman saya, 
ketika masih muda di tempatkan di padang. 
meminang istri seorang gadis sumatera barat, 
dan di karuniai 3 orang anak kemudian promosi ke singkawang
ketika di singkawang ternyata anak pertama OTIS.. 
sebulan sekali suami istri itu mengantar anak berobat ke Pontianak,
tak pernah keliatan putus asa..
kalo tidak persis mengenal mereka
tak bakal tau bahwa mereka sedang di rudung lara
sedang di coba oleh Yang Maha Kuasa 
syukur dua tahun saja di singkawang, 
mereka kemudian pindah ke semarang, di kota ini lebih mudah berobat. 
cukup 2 tahun bergelut di semarang, kini berhasil masuk jakarta.

kemenangan hari ini bukan lah berarti kemenangan esok hari.
kekalahan hari ini bukan lah berarti kekalahan esok hari. 
mengutip bluelava "hidup adalah perjuangan tak henti henti" (dewa ya)

nah kesimpulan nya yang ingin saya sampaikan, 
1. pola mutasi dan pola promosi yang ada saat ini sudah baik.. 
2. Mumpung masih muda, minta tempat yang jauh, lambat laun pasti akan
bergeser ketempat yg dekat
3. rezeki itu ada dimana saja.. bukan hanya ada di kota propinsi
4. kalau terlanjur berkeluarga, ajak lah istri dan anak ikut bersama di
tempat tugas (saya setuju pendapat indra zabrik) 
5. jangan keluar dari departemen keuangan.. karena itu malah akan
menambah masalah.
6. untuk kasus Nugroho dan Pasaribu.. tentu ada dispensasi, akan saya
usulkan ke kantor pusat agar boleh di tempatkan di kota Propinsi.. 

demikian lah tanggapan saya.. 
kalo saya salah meneropong, mohon di koreksi
wassalam 





[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke