Slamat Siang juga mas indra, wah rupanya lagi banyak job ya di tempat
kerja anda jadi jarang terlihat akhir2 ini.
Mohon mas Indra ketahui, saya akui memang saya ini orang lemah mental
tapi tinggi keinginan. Ndak tau kenapa bisa jadi begini ya. Apa karna
tertular lingkungan kerja birokrasi atau mungkin karna saya belum
pernah memberanikan diri melakukan lompatan jauh seperti anda.
Tapi saya merasa penggembira mulis ini timbul tenggelam sesuai dengan
materi yang muncul. Yang paling rame kalo membahas mutasi langsung
banyak replay. Fenomena ini telah berlangsung sejak kira-kira taun
1999 waktu milis anggaran dulu (tolong dikoreksi kalo salah). Mungkin
sekarang banyak generasi baru yang aktif jadi warnanya sedikit berubah
tapi hakekatnya masih sama. 
Ditambah lagi sekarang masing2 kantor kan bisa internet via jalur
WAN-nya telkom. Mungkin akan lebih rame dibanding sebelum ada
insfrastruktur jaringan WAN.
Jadi inget kemarin-kemarin dan dulu-dulu nih...
Pernah lho ni milis seperti ndak ada penghuninya...
sepiiii......berbulan-bulan. Untung Moderator (Mas AA Haq) baik
banget, jadi tetep dijagain-aja.
Tapi yang jelas tulisan mas Indra bikin kita "menyandarkan kepala di
dinding sambil menerawang kosong". Setelah itu bernafas dalam...trus
manggut-manggut (entah sadar entah pusing).

Salam 
Iwan Handoko

<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> selamat siang semuanya
> hmmmm udah lama men switch membership jadi web only.
> udah lama nggak baca komen rekan2 di milis perbendaharaan..
> sekali buka..wow ruammmmeeee banget...
> tercapailah salah satu tujuan adanya milis..untuk ajang crita criti
> (betul gak Bung Haq ?)
 
> Rame banget ya, ini baru di perbendaharaan ya, salah satu eselon 1 dan
> ratusan (mungkin) eselon departemen di Indonesia.
> Masing-masing punya masalah dan punya kepentingan...
> Masing-masing berupaya mensejahterakan diri...(lembaga)
> Masing-masing berupaya meningkatkan penghasilan..apa itu lembur, uang
> makan, tunjangan ( hehehe kayaknya kalau pajak uang makan ada
> peraturan di ditjen pajak tuh )..
> masing-masing meng amankan diri(..dari mutasi.hehehe)
> waduh..bahkan ada yang lebih pinter..ada juga yang merasa bego...
> Panggung yang lumayan lucu...
> 
> 
> kalau ratusan eselon semua begini..
> gimana nasib ratusan juta orang diluar sana ( diluar struktur
departemen)
> Yang sejak resesi tidak mampu meningkatkan daya beli ...
> yang sejak resesi uang makannya tidak naik-naik..
> yang sejak resesi gaji atau upahnya sulit bergeser dari UMR..
> yang sejak resesi justru lebih banyak di teken oleh oknum-oknum (yang
> katanya kurang uang makan)..
> Yang sejak resesi terbebani biaya produksi dan biaya2 lain yang
> semakin mahal, sementara harga jual tidak bisa meningkat karena daya
> beli tidak meningkat...
> yang hancur hancuran terkena bencana alam....padahal alam seharusnya
> untuk kesejahteraan rakyat (UUD).
> 
> Kalau 10 tahun lalu, gaji karyawan swasta jauh diatas PNS.
> Saya Yakin sekarang sebagian besar sekarang ada di bawah gaji PNS
> (terutama depkeu) - sebagian lagi sekarang tidak mampu ber -gaji.
> Cuma segilintir perusahaan yang mampu terus meningkatkan produksi dan
> omset jualan. Lainnya cukup bersyukur dengan bisa bertahan, lainnya
> gulung tikar. Salut luar biasa buat para pengusaha yang sanggup
> bertahan di negara yang carut marut ini. Sebagian bertahan, cuma agar
> karyawan2 dan keluarganya bisa bertahan hidup.
> 
> Seharusnya pemerintah semakin efisien...
> dana-dana yang bisa dihemat, seperti dana mutasi pelaksana, dana
> perluasan struktur pemerintah, dll tidak digunakan untuk hal lain yang
> lebih bisa mengucur ke rakyat ?
> Kenapa tidak dihilangkan saja struktur2 yang memperpanjang biroktrasi
> ( gimana ya kalau KPPN dihapus..? pembayaran langsung melalui bank
> ...tinggal bayar biaya outsource ke bank....? hmmmm gimana ya )
> 
> terima kasih buat semuanya
> bisa menstimulasi saya buat menulis di milis...
> 
> 
> Indra Jabrix
>


Kirim email ke