Mohon maaf ikut nimbrung dan salam kenal, sedekar ikut komentarin uraian 
panjang lebarnya bpk Hari, Budisan, dan juga teman2 mil-mil lainnya, saya hanya 
menilai "kawan-kawan" kita yang lompat pagar ke Es I laennya adalah kembali 
kepada persoalan kebijaksanaan. mereka yang potensial, cerdas, memang berat 
untuk dilepaskan karena pada mereka ada "PR" pekerjaan rumah yang belum selesai 
yang begitu penting yang bisa membuat suatu institusi kelihatan agak terpincang 
gara2 orang-orang tersebut hengkang, sampai-sampai ada keinginan untuk 
menahannya. Ada sedikit kesimpulan yang ingin saya sampaikan bahwa :
  1. Kita khususnya DJPB kelihatannya amat tergantung kepada para pakar yang IT 
yang hengkang tersebut. Apa ngak ada sistem kerja TIM (maksudnya apa dalam 
membuat suatu aplikasi baik MPN dan turunannya apa ngak pake TIM2an,.... maaf 
wong deso ngak ngerti....)yang solid. Sehingga kalaupun satu pergi tidak akan 
mempengaruhi kegelisahan teman tim yang lain.
  2. Ribuan pegawai pegawai kita yang amat cerdas lebih banyak kok, cuman 
kesempatannya aja yang belum. Ngak usah kuatir lah.... saya ingat kata-kata bos 
saya "bahwa pegawai keuangan adalah orang-orang pintar karena mereka masuk jadi 
orang keuangan mana mungkin kalau orang bodoh masuk keuangan.... hanya setelah 
menjadi pegawai motivasinya laen-laen." ndak usah dipersoalkan cuma perlu 
menata kembali potensi2 pegawai yang 12.000 menjadi bagian 6.000 adalah 
benar-benar pegawai handal, profesional, terpercaya.
  3. Dari sekian ribu pegawai DJPB yang perlu dipikirkan sekarang setelah 
jamannya era IT tea maka banyak pegawai yang berumur (Mohon Maaf....ya... 
maksudnya yang menjelang pensiun, gagap teknologi) yang jadi penonton, kasian 
mereka, coba deh tawarin pensiun dini dengan iming2 pesangon segala rupa pasti 
mereka senang bukan kepalang. (mungkin kalau di BUMN udah dilaksanakan kali 
yaa...) tapi dengan segala hormat bukan maksud saya melecehkan. ini pakta yang 
sebenarnya. di KPPN2 di seluruh indonesia urusan IT menjadi momok menakutkan 
bagi para tetua-tetua kita... kan jadi prefot   TST lah... 
  Sekedar tanggapan yang asal-asalan hatur nuhun....
   
  Salam buat aa haq  "sang moderator" dari orang karawang
  From mamuju ( DC )
  
Budi Santoso <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Pak Hari benar, Bu Ani tidak menggunakan kata "peringatan" tetapi 
intinya "mengingatkan....." supaya dalam proses perpindahan pegawai DJPb ke 
unit-unit eselon I lainnya yg sangat membutuhkan tambahan pegawai diatur 
sedemikian rupa sehingga DJPb tidak kehilangan terlalu banyak pegawai2 
potensialnya. Saya sendiri sebenarnya agak heran karena Bu Ani ternyata 
menangkap sebagian kekhawatiran kita yang terkait dengan persetujuan secara 
total (tanpa saringan?) terhadap permintaan lolos butuh pegawai dari unit-unit 
eselon I yg membutuhkannya. 

Terus terang saya tidak tahu secara persis berapa jumlah pegawai potensial DJPb 
yg diijinkan untuk pindah/keluar (ada yg menggunakan istilah diekspor) dari 
DJPb. Tetapi sekretaris Kabag Kepeg sendiri yang (setelah melihat daftar 
pegawai yg pindah) mengatakan kepada saya bahwa pegawai2 yg diijinkan keluar 
dari DJPb adalah pegawai2 pilihan/handal. Yang saya tahu diantara peg Dit Sist 
Perbend yg telah disetujui utk pindah/keluar dari DJPb antara lain adalah Puja 
dan Dion (programer MPN), Setyabudi (programer Bendum), Nugroho, Didiek dan 
Mardiono (programer SPM/SP2D), dan Puspa (staf saya). Info yg saya terima, 
kekhawatiran Dir Sistem Perbend telah direspon secara positip oleh Dirjen dgn 
janji akan "menahan" Puja untuk mengamankan MPN. 

Pada prinsipnya saya setuju bahwa DJPb seharusnya memberikan sebagian 
pegawainya (terbaik dan bukan terbaik) berdasarkan kebutuhan peg DJPb dan 
kebutuhan peg unit-unit eselon I lainnya. Dalam berbagai kesempatan saya 
mendengar Pak Siswo dan Bu Anandy mengatakan bahwa kita tidak bisa menahan 
mereka yang ingin pindah/keluar dari DJPb (walaupun beliau juga menyayangkan 
pegawai2 handal yg mengajukan pindah dari DJPb yg dinilainya sbg tdk komit pada 
DJPb). Info yg saya terima dari peg setditjen, lamaran yg masuk melalui DJPb 
mungkin sekali diseleksi tetapi lamaran yg masuk melalui (yg telah disetujui) 
unit eselon I yg membutuhkannya nyaris tidak satupun nama yg ditolak.

Saya kira tidak benar kalau banyak peg handal yg keluar dari DJPb itu berarti 
peg DJPb yg tersisa adalah "sampah". Demikian pula, tidak benar bila kita 
menilai peg yg keluar dari DJPb sbg tdk komit pada kantor/institusi dan mereka 
yg tetap tinggal di DJPb sbg komit pada kantor/institusi. Yg benar, kita memang 
akan kehilangan banyak peg handal tetapi masih memiliki cukup banyak peg handal 
lainnya yg masih tetap tinggal di DJPb. Kita mungkin telah mengekspor sebagian 
pegawai yg tdk komit pada instansi, tetapi kita masih memiliki cukup banyak peg 
yg tdk komit pd instansi lainnya yg masih tinggal di DJPb.

Silakan dikoreksi.

salam,
budisan 



Hari Ribowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Keempat, peringatan kepada Pak Siswo (Sekditjen) bhw semangat/tekad DJPb 
belakangan ini 
untuk menjadi unit pengekspor pegawai untuk unit-unit eselon I lainnya 
(DJA/DJKN/DJPK/DJPU) 
hendaknya tidak akan mengakibatkan pegawai DJPb yg tersisa adalah pegawai 
sampah, 
karena yg diminta oleh unit eselon I lainnya adalah yg (ter)baik;
mengenai hal yang ke empat, saya tidak mendengar Bu Ani menggunakan kata 
"peringatan"
memang DJPB sedang mengalami dilema, 
disatu sisi kita sedang meningkatkan sarana IT.. 
dilain pihak kita kebanyakan pegawai (12 ribu) 
namun demikian, dalam beberapa kali kesempatan mendengar sendiri dari pak Siswo
saya tidak pernah mendengar ucapan adanya niatan pak Siswo untuk meng ekspor 
pegawai terbaik dari DJPB sehingga yang tersisa adalah pegawai sampah. 
saya tidak pernah percaya bahwa pak Siswo akan berbuat seperti itu. 

Recent Activity

64
New Members

3
New Photos

2
New Files

Visit Your Group 
SPONSORED LINKS

Arizona regional mls 
Regional truck driving jobs

Yahoo! Photos
Create your own
Photo Gifts

Y! Messenger
Files to share?
Send up to 1GB of
files in an IM.

Yahoo! Mail
Get on board
You're invited to try
the all-new Mail Beta.

.

---------------------------------
Ahhh...imagining that irresistible "new car" smell?
Check outnew cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

       
---------------------------------
Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru!

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke